Tugas Genting Kapolri Mengisi Lima Posisi Penting Pejabat Utama Polri

Kapolri Jenderal Timur Pradopo

 

Dimuat juga di KATAKAMI.COM

Timur Pradopo : Seberat Apapun Tugas, Kalau Masyarakat Patuh Hukum Maka Semua Wilayah Bisa Terjaga Baik

 

Jakarta, 12 April 2011 (KATAKAMI.COM) — Dimulai dari bulan April ini, sampai bulan Juni mendatang, akan ada 5 posisi penting yang akan mengalami pergantian di tubuh Polri karena para pejabatnya akan segera memasuki masa pensiun.

Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kaba Intelkam) Polri Komisaris Jenderal Wahyono, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi, Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Irjen Matius Salempang, Asisten Bidang Operasi Irjen Soenarko dan Wakil Inspektur Pengawasan (Wairwasum) Irjen Rismawan.

Bahkan pejabat Kaba Intelkam Polri Komisaris Jenderal Wahyono, akan resmi memasuki masa pensiun per tanggal 1 Mei 2011 mendatang.Lalu secara berturut-turut akan disusul oleh ke-empat pejabat lain dalam kurun waktu 2 bulan ke depan.

Sebenarnya pergantian jabatan dalam institusi manapun adalah sesuatu yang sifatnya biasa.

Tour of duty.

Tour of area.

Tetapi kali ini, pergantian yang akan dilakukan Polri selama 2 bulan ke depan memang bersifat “genting”.

Mengapa disebut pergantian ini genting ?

Sebenarnya tak ada situasi darurat yang terjadi.

Pergantian jabatan adalah sesuatu yang biasa terjadi dalam organisasi.

Tetapi mengingat pentingnya posisi-posisi yang akan mengalami pergantian inilah maka disebut genting bagi Kapolri untuk memilih figur-figur pengganti yang terbaik.


Kapolri Jenderal Timur Pradopo (paling kiri) menyaksikan Wakapolri Komjen. Nanan Soekarna dalam upacara serah terima jabatan, 1 Maret 2011.

 

Jabatan Kaba. Intelkam merupakan MATA & TELINGA bagi seorang Kapolri.

Ia harus bisa menjadi pemberi informasi yang tercepat dan terakurat kepada sang pimpinan mengenai segala sesuatu yang terjadi di negara ini.

Bayangkan kalau seorang Kaba Intelkam, yang bertugas menjadi MATA & TELINGA bagi Kapolri, lamban atau salah dalam memberikan informasi kepada pimpinan mengenai masalah stabilitas keamanan di negeri ini ?

Lalu bayangkan pula, apa yang akan terjadi menyangkut kebijakan dan tindakan Kapolri atas nama institusinya dalam menangani masalah-masalah KAMTIBMAS di negeri ini jika misalnya pimpinan Polri terlambat atau salah dalam menerima informasi awal dalam kaitan melakukan pencegahan atau deteksi dini.

Ini mengartikan bahwa peranan Bidang Intelijen dan Keamanan sangat mutlak diberdayakan dan diandalkan oleh seorang Kapolri.

Kaba. Intelkam ( yang dibantu dengan 4 Direktur ), harus mampu menembus semua lini informasi, mengumpulkan data dan memperkuat peran intelijen untuk melakukan DETEKSI DINI.

Menyadari begitu pentingnya peran intelijen, maka dalam proses restrukturisasi Polri diputuskan agar struktur organisasi Intelkam diperbesar sehingga pejabat Kaba Intelkam harus dijabat oleh Jenderal berbintang 3 ( tidak lagi dijabat oleh Jenderal berbintang 2 ).

Lalu untuk jabatan Kabareskrim, inilah juga posisi yang menjadi tulang punggung utama Kapolri.

Bareskrim adalah jantung dari seluruh tugas utama yang diemban jajaran kepolisian di negeri ini.

Dengan dibantu oleh pejabat Wakabareskrim, seorang Kabareskrim harus mampu menangani kasus-kasus hukum, misalnya kejahatan perbankan, kasus mafia pajak, kasus mafia hukum, penanganan narkoba dan kasus-kasus hukum lainnya yang menjadi domain tugas dari reserse.

Bahkan seorang Wakabareskrim, bertugas untuk melakukan pembinaan dan pembenahan ke dalam.

Jadi ketika sekarang, seorang Kapolri harus sekaligus mengganti duet Kabareskrim dan Wakabareskrim sekaligus, maka ia harus mencari pasangan yang sangat handal.

Sehingga, khusus untuk jabatan Kabareskrim dan Wakabareskrim ini, Kapolri harus memilih figur-figur yang memang sangat memahami dan menguasai bidang reserse.

Tidak boleh ada salah pilih atau membuka peluang bagi jurus titip-menititp dari pihak “luar”.

Tidak boleh juga menggunakan faktor like or dislike, suka atau tidak suka.

Carilah kandidat-kandidat yang memiliki rekam jejak yang benar-benar memahami dan menguasai bidang reserse !


Logo Bareskrim Polri

 

Agar ke depan, reserse-reserse bisa menjadi barisan terdepan di seluruh jajaran kepolisian yang ada di Indonesia.

Lalu jabatan Asisten Bidang Operasi, tak kalah penting tugas dan tanggung-jawabnya.

Asisten bidang operasilah yang menggerakkan seluruh fungsi-fungsi operasional Polri di seluruh Indonesia.

Sedangkan Wakil Irwasum, perannya sangat ditubuhkan untuk membantu Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum) dalam mengawasi dan menindak pelanggaran-pelanggaran didalam tubuh Polri.

Selain kelima jabatan penting tadi, sejumlah posisi Kapolda juga akan segera lowong dalam kurun waktu 2 bulan ke depan karena pejabatnya saat ini akan segera memasuki masa pensiun.

Tetapi memang, pergantian dari kelima pejabat utama Mabes Polri inilah yang sangat menarik untuk dibahas secara khusus.

Kepada KATAKAMI.COM, Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus memilih pejabat-pejabat baru dengan mengacu pada faktor kompetensi.

“Pak Timur kan angkatan 77 ( lulusan Akpol angkatan 1977, redaksi ), lalu Pak Nanan Soekarna dari angkatan 78. Kami dengar bahwa yang akan mendominasi posisi-posisi penting ini adalah dari angkatan 78 saja. Kapolri harus bersikap bijaksana dalam menentukan pejabat baru. Harus diberi kesempatan kepada angkatan lain berdasarkan prestasi kerja mereka. Pemilihannya harus mengacu pada FAKTOR KOMPETENSI” kata Neta S. Pane, Senin (11/4/2011) malam.


Ruhut Sitompul

 

Sementara itu, Ruhut Sitompul selaku Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya masalah pergantian ini kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

“Biarlah kita percayakan kepada Pak Kapolri soal pergantian sebab yang menjadi user disini adalah Kapolri. Aku percaya Pak Timur ini sangat arif dan bijaksana. Beliau pasti bisa memilih pejabat mana yang akan ditempatkan. Apalagi prestasi Polri selama ini sudah cukup baik dan ke depan harus bisa lebih di tingkatkan” kata Ruhut Sitompul yang dihubungi KATAKAMI.COM, Senin (11/4/2011) malam.

Jadi, sehubungan dengan akan lowongnya sejumlah posisi penting di dalam institusi Polri, marilah kita memberikan kepercayaan penuh kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk menentukan pilihan.

Semua mata memandang ke arah Polri untuk memastikan bahwa Polri memang sungguh-sungguh melaksanakan dan menjalankan reformasi birokrasi Polri.

Dengan dibantu oleh Wakapolri Komjen. Nanan Soekarna, Kapolri Jenderal Timur Pradopo pasti akan mendengarkan semua saran dan kritikan dari semua pihak untuk kebaikan Polri.

Bukalah peluang dan berikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada perwira tinggi Polri yang memang berprestasi untuk bisa menduduki jabatan-jabatan penting.

Sehingga akan terbukti di hadapan rakyat Indonesia bahwa pergantian-pergantian tersebut bukan berdasarkan dominasi satu angkatan saja atau karena faktor kedekatan dengan pimpinan.


 

Ibarat kerucut, semakin arahnya ke puncak maka tingkat persaingan akan semakin ketat ( padahal jabatan yang tersedia cuma sedikit).

Jika kelima jabatan penting ini mengalami pergantian maka akan terjadi juga pergeseran-pergeseran jabatan yang di bagian bawah.

Benar apa yang dikatakan oleh Ruhut Sitompul yaitu Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo harus diberi keleluasaan untuk menentukan pilihan.

Sehingga ke depan, Polri bisa menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya dengan penuh profesionalisme.

Saat ini Kapolri menghadapi tugas genting dan penting untuk mengisi setiap pos jabatan yang lowong.

Selain kelima jabatan penting yang dibahas dalam tulisan ini, sejumlah pos-pos Kapolda di Indonesia, juga akan ada yang kosong karen Kapolda yang saat ini menjabat akan memasuki masa pensiun juga.

Ada banyak, banyak sekali, jabatan-jabatan strategis yang akan kosong dalam kurun waktu 2 bulan ini.

Para perwira menengah dan perwira tinggi Polri yang mencium peluang inipun, tak perlu kasak kusuk atau saling sikut.

Percayakan saja sepenuhnya kepada pimpinan sebab pimpinan pasti akan menggunakan wewenangnya untuk membuka dan memberikan peluang serta kesempatan yang sama luasnya bagi semua bawahan.

Jadi untuk Jenderal Timur Pradopo, pilihlah yang terbaik Jenderal, dari sekian banyak sumber daya manusia yang baik di jajaran Polri.

Gunakan kepercayaan rakyat bahwa Polri tetap akan melanjutkan perbaikan dan pembenahan diri secara keseluruhan.

Timur pasti bisa !

 


(*)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,442 other followers