Bayang-Bayang Veto Deklarasi Palestina Di Balik Romansa Politik Israel-Amerika

Ketua DPR Amerika, John Boehner, bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu


Jakarta, 16 April 2011 (KATAKAMI.COM) — Dalam trah keluarga Netanyahu di Israel, talenta sebagai politisi kelas dunia sepertinya memang sudah menjadi garis tangan Benjamin Netanyahu. Ayahnya seorang profesor yaitu Profesor Benzion Netanyahu.

Sesungguhnya ada 3 anak dalam keluarga Prof Benzion Netanyahu. Dan keluarga ini memang terdiri dari manusia-manusia yang teramat pintar.

Dari 3 orang anak lelaki – Yoni, Benjamin dan Iddo – ketiganya pernah sama-sama masuk dalam kedinasan militer Israel tapi hanya satu orang yang banting setir menjadi politisi yaitu Bibi, panggilan bagi Benjamin Netanyahu.

Anak tertua dari Profesor Benzion Netanyahu yaitu Letnan Kolonel Yoni Netanyahu sudah meninggal dunia dalam Operasi Entebbe yaitu operasi penyelamatan sandera dalam pembajakan pesawat Air France yang terjadi di Uganda ( 4 Juli 1976 ).

Benjamin Netanyahu sudah dua periode menjadi Perdana Menteri Israel yaitu tahun 1996 sampai 1999.

Lalu ia kembali menjadi Perdana Menteri pada tahun 2009 sampai saat ini.

Pada periode pertama jabatannya sebagai Perdana Menteri yaitu tanggal 10 Juli 1996,  Netanyahu pernah diundang untuk berbicara di hadapan Kongres Amerika.

Hampir empatbelas tahun kemudian, kini ( di tahun 2011 ) Netanyahu kembali diundang untuk berbicara di hadapan Kongres Amerika.

Hari Kamis (14/4/2011) lalu, Ketua DPR Amerika John Boehner mengumumkan bahwa ia mengundang secara resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berbicara di hadapan Kongres Amerika pada bulan Mei mendatang.

Undangan ini tampaknya disesuaikan dengan jadwal kunjungan Netanyahu ke Amerika.

Dalam pernyataan resminya, Boehner menyatakan, “Ini akan menjadi suatu kehormatan besar bagi Kongres untuk menyambut Perdana Menteri Netanyahu bulan depan sebagai bagian dari kunjungan resmi ke Amerika Serikat,” kata Boehner.  

Menurut Boehner, “Amerika dan Israel yang paling dekat dari teman dan sekutu, dan kami berharap dapat mendengar Perdana Menteri pandangan tentang bagaimana kita dapat terus bekerja sama untuk perdamaian, kebebasan, dan stabilitas. “ 


Ketua DPR Amerika, John Boehner

Undangan resmi dari Boehner seakan menjadi isyarat tentang masih sangat mesranya hubungan “bathiniah” antara para politisi Amerika dengan kalangan Israel.

Tentu ini tidak menggambarkan minat dari Boehner secara pribadi.

Tetapi partai politik di belakang Boehner yaitu Partai Republik.

Ada romansa politik yang cukup tak bisa ditutupi antara Partai Republik dan Israel ( siapapun pemimpin di Israel, kedekatannya itu tetap sangat kuat ).

Terlebih pada saat ini …

Dominasi yang kuat dari Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika menjadi catatan tersendiri yang seakan-akan akan selalu setia memberikan cinta yang tetap sangat besar untuk Israel.

Dalam kunjungannya ke Kongres Amerika itulah diperkirakan Benjamin Netanyahu akan menyampaikan versi baru dari pidato politiknya tentang visi dan misi perdamaian yang akan tetap dilanjutkannya mengenai ( angan-angan) perdamaian antara Israel dan Palestina.

Israel memang seperti anak ajaib !

Sulit disentuh oleh tekanan hukum internasional.

Lincah bergerak melobi kemanapun juga.

Yang kini harus diingatkan kepada para politisi Amerika ( khususnya Ketua DPR Amerika John Boehner ), kedekatan seperti apapun yang ada antara diri dan partai politik mereka dengan Israel sebagai sebuah bangsa, kalangan politisi Amerika tetap harus sangat adil dalam mengambil kebijakan terkait prospek perdamaian antara Israel dan Palestina.

Konteks yang ingin dibahas disini adalah rencana pendeklaraasian Palestina sebagai sebuah negara pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa bulan September 2011 mendatang.

Sangat kuat indikasi bahwa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa akan menggelar sidang khusus untuk pengambilan suara ( voting) terkait pendeklarasian Negara Palestina.

Akan sangat tidak kondusif situasi dan dampak politiknya jika penentuan yang sangat penting ini diputuskan melalui sistem voting.

Jika satu negara saja menggunakan hak veto mereka terhadap rencana pendeklarasian Palestina maka bubar jalanlah semua rencana dan impian Palestina untuk berdiri sebagai sebuah negara.

Dan negara yang dikuatirkan akan menggunakan hak veto mereka justru Amerika.

Kalau sudah urusan lobi melobi di kalangan politisi Amerika maka kekuatan lobi serta pengaruh politik Israel akan sulit ditandingi atau dilawan oleh Palestina.

Tetapi masih ada waktu sekitar 5 bulan lagi menjelang bulan September 2011 mendatang.

Segala sesuatu masih dapat dibicarakan terhadap proses perdamaian antara Israel dan Palestina, seiring dengan adanya rencana pendeklarasian Palestina sebagai sebuah negara.

Tidak ada yang tidak bisa dibicarakan …

Orang bijak mengatakan, “Dimana Ada Kemauan, Di situ Akan Selalu ada Jalan”.

Bayang-bayang veto untuk Palestina pada bulan September mendatang, sedapat mungkin memang harus dihindari.

Sudah terlalu lama Palestina menunggu untuk bisa secara resmi berdiri sebagai sebuah negara.

Tidak ada alasan untuk menghalangi mereka memproklamirkan diri sebagai sebuah negara.

Tetapi jika di balik layar, memang harus ada keputusan-keputusan penting yang diambil untuk menjadi solusi damai yang sifatnya kompromistis dengan Israel, hendaklah semua cara terbaik dilakukan untuk mengamankan rencana pendeklarasian itu.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad dan Presiden Mahmoud Abbas

Disinilah perlu di ingatkan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa walaupun lobi dan pengaruh politik Israel sangat amat kuat di kalangan politisi Amerika, peluang bagi Palestina tak harus ditutup rapat untuk mendeklarasikan mereka sebagai sebuah negara.

Disinilah masing-masing pihak harus saling membuka diri untuk membangun dialog-dialog yang positif ( baik langsung ataupun tak langsung ).

Setiap detik yang akan berlalu harus dipergunakan untuk lebih meningkatkan komunikasi politik yang berguna bagi kepentingan Israel dan Palestina.

Sebab, Israel dan Palestina memang harus sama-sama di akomodir.

Tak boleh ada yang dianak-emaskan.

Dan tak boleh ada yang di anak-tirikan.

Akan sangat mudah bagi Perdana Menteri Netanyahu untuk menyusun pidato politiknya di hadapan Kongres Amerika bulan Mei mendatang.

Sebab ia memang sangat amat pintar, berpengalaman dan punya pengaruh yang kuat.

Tapi setiap langkah apapun yang akan diambil oleh Perdana Menteri Netanyahu dan Pemerintah Israel memang harus tetap dikawal secara baik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Israeli PM Netanyahu : I will be ready to make concessions, if the Palestinians recognize Israel as the Jewish State

Diyakini bahwa pidato politik Bibi Netanyahu di hadapan Kongres Amerika nanti adalah versi terbaru dari pidato politik yang pernah disampaikannya 2 tahun lalu di Begin-Sadat (BESA) Center for Strategic Studies, Bar-Ilan University ( 4 Juni 2009 ).

Tetapi sepertiya, sambil Bibi Netanyahu mempersiapkan pidato politiknya untuk disampaikan di hadapan Kongres Amerika, ia harus tetap dinasehati bahwa Israel jangan terlalu keras menghalangi deklarasi Palestina bulan September mendatang.

Kata kunci yang dipegang oleh Israel adalah faktor kedekatan mereka dengan Amerika.

Inilah hal yang paling sulit untuk ditampik oleh pihak manapun jika sudah bicara soal Israel.

Roket dan mortar kiriman Hamas ke wilayah teritorial Israel, kini bisa dideteksi keberadaan atau rencana kedatangannya melalui sistem pertahanan misil Israel IRON DOME.

Tapi, gerak politik Israel ke kalangan politisi Amerika, tampaknya akan sangat mustahil di deteksi dengan cara apapun alias sudah dari sononya ada kedekatan yang sangat intim antar kedua negara ini.

Dan bila bicara tentang Amerika maka itu tak bisa hanya di identikkan dengan satu atau orang tokoh.

Jadi yang sangat fokus untuk disampaikan disini adalah kemungkinan untuk dilakukannya veto untuk urusan pendeklarasian Negara Palestina akan sangat tidak baik peluangnya bagi Palestina.

Sebab veto akan menjadi mimpi buruk bagi pendeklarasian Palestina.

Sehingga sedapat mungkin yang namanya VETO memang harus dihindari dari forum pengambil keputusan apapun untuk urusan Palestina.

Dan semua pihak harus mengantisipasi agar hal itu tak perlu terjadi.

Caranya ?

Membangun dialog yang saling menguntungkan, jujur dan benar-benar kompromistis antara Israel dan Palestina.

Sebab, sekali lagi, tak boleh ada satupun diantara Israel dan Palestina yang dianak-tirikan atau dianak-emaskan.

Keduanya, harus sama-sama didukung.

Keduanya, harus sama dan setara kedudukannya.

Dan Amerika memainkan peranan yang sangat amat penting dalam momen perdamaian ini.

Sehingga, ketika nanti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu datang bertandang ke Kongres Amerika, hendaklah pembicaraan dan pembahasan antara para politisi Amerika dengan Bibi, harus seimbang dan berkeadilan.

Seimbang dalam memberikan dukungan kepada Israel dan Palestina.

Berkeadilan dalam memberikan dukungan kepada Israel dan Palestina.

Mesranya romansa politik antara Israel dan Amerika ini memang bisa berpeluang menjadi bayang-bayang veto di bulan September nanti.

Wah …

(MS)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,028 other followers