Selanjutnya, LEON PANETTA dinominasikan untuk menjadi Menteri Pertahanan AS menggantikan ROBERT GATES yang memasuki masa pensiunnya.
Bernama lengkap David Howell Petraeus, ia lahir tanggal 7 November 1952 dari pasangan Sixtus Petraeus dan Miriam.
Petraeus memiliki senyum yang khas.
Ia adalah Jenderal berbintang 4 dengan posisi sebagai Komandan Tertinggi Pasukan Amerika Serikat dan NATO untuk operasi militer di Afghanistan.
Posisi puncak Petraeus sebagai Komandan Tertinggi Pasukan Amerika di Afghanistan adalah untuk menggantikan posisi Jenderal Stanley McChrystal yang diberhentikan oleh Presiden Obama tanggal 23 Juni 2010.
Cukup menarik untuk menyimak penunjukan Petraeus menjadi pimpinan di CIA.
Mengapa ?
Sebab Petraeus adalah tentara tulen.
Dan di muka bumi, tidak ada TENTARA yang berpolitik !
Petraeus adalah tentara lapangan yang secara total mengabdikan dirinya untuk dunia militer.
Dengan ditunjuknya Petraeus sebagai Kepala CIA maka otomatis Petraeus tak bisa lagi berkutat secara seratus persen di dunia kemiliteran tetapi akan sangat kental dengan nuansa politik ( dalam skala internasional ).

Jenderal DAVID PETRAEUS bersama Ketua DPR Amerika, JOHN BOEHNER, saat Boehner datang bersama delegasi Kongres Amerika berkunjung ke Afghanistan, 19 April 2011
Petraeus yang selama ini ada di lapangan ( medan operasi ) bersama pasukan-pasukannya, kini harus sangat menjaga segala sesuatu yang menyangkut urusan Amerika dari sudut pandang intelijen.
Jadi, jangan berpandangan negatif jika dalam judul ini dikatakan bahwa Presiden Obama akan “mengurung” Petraeus di Markas CIA.
Judul tulisan ini tidak bermaksud buruk atau negatif.
Sama sekali tidak !
Kata mengurung disini adalah untuk menggambarkan bahwa jika nanti ia sudah berkantor di Markas CIA, betapa rapatnya sekarang Jenderal Petraeus “terkunci” dalam tata laksana tugas sebagai pimpinan di dinas rahasia Amerika.
Secara otomatis, Petraeus akan menjadi tokoh sangat penting yang hanya boleh tampil di “belakang layar”.
Layaknya dinas rahasia, ia dan institusi yang dipimpinnya memang harus sangat tak terlihat gerak dan bunyinya secara kasat mata.
Petraeus agak tertolong dalam posisi barunya nanti karena ruang lingkup tugas CIA sudah barang tentu menjangkau juga urusan-urusan pertahanan dan keamanan.
Dan itu akan memudahkan Petraeus untuk menangani langkah-langkah Amerika dalam melanjutkan perang melawan teror pasca terbunuhnya gembong teroris nomor satu didunia, Osama Bin Laden.
Petraeus masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk ikut memulihkan situasi di Irak dan Afghanistan pasca perang panjang yang dilakukan Amerika di kedua wilayah disitu.
Artinya, dengan berbekal pengalaman tugas sebelumnya maka Petraeus akan sangat dimampukan untuk mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan Amerika untuk urusan Irak dan Afghanistan.
Posisi barunya nanti sebagai pimpinan CIA akan menempatkan Petraeus sebagai salah seorang yang akan menjadi “pembisik” utama di telinga Presiden Obama untuk urusan apapun juga didunia ini.
Petraeus akan menjadi mata dan telinga yang paling utama bagi Presiden Obama.
Peran ini sangat vital sekali sebab sedikit saja ada informasi atau dana yang salah atau kurang tepat maka semua itu akan sangat berpengaruh pada kebijakan yang diambil Obama.

Dari Kiri ke Kanan : Penasehat Keamanan Nasional Amerika Thomas Donilon, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Wakil Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Robert Gates, Presiden Barack Obama, Direktur CIA Leon Panetta, Komandan Tertinggi Amerika untuk Afganistan Jenderal David Petraeus, Jenderal John Allen dan Ryan Crocker, saat Presiden Obama mengumumkan bahwa Leon Panetta dinominasikan sebagai Menteri Pertahanan yang baru dan David Petraeus dinominasikan sebagai Direktur CIA yang baru ( 28 April 2011 )
Ditempatkannya Petraeus pada posisi yang sangat amat strategis di Markas CIA sebenarnya bisa dispekulasikan juga bahwa Presiden Obama memang sungguh sangat percaya pada Petraeus.
Obama pasti sudah mengukur dan menilai sampai dimana tingkat kemampuan dan loyalitas Petraeus.
Beruntunglah Petraeus karena sebelum Obama menjadi Presiden, Obama sudah mengenal Petraeus sehingga kedekatan ini mempermudah kerjasama antara pimpinan dan bawahan ini.
Sebagai USER, Obama punya hal prerogatif untuk menentukan siapa orang yang mau ditempatkannya di posisi paling vital urusan intelijen.
Dan ketika Obama memilih Petraeus, kesimpulan yang bisa diambil adalah tingkat kepercayaan dari Obama terhadap Petraeus memang sangat sangat amat tinggi sekali.
Begitu juga tingkat kepercayaan Obama yang tak kalah tingginya kepada LEON PANETTA, sehingga Panetta akan melanjutkan tugas pentingnya dari Markas CIA ke PENTAGON.
Tugas dan wewenang PANETTA akan menjadi lebih luas seluas-luasnya dalam urusan pertahanan dan keamanan.
Dua posisi paling penting dari pemerintahan Obama kini diberikan kepada orang-orang yang dipercayai Barack Obama secara khusus.

Jenderal DAVID PETRAEUS, kanan, memperkenalkan Presiden Barack Obama kepada para prajurit Amerika di Afganistan saat Obama datang berkunjung ke Afghanistan, 3 Desember 2010
Hanya saja, yang harus di ingatkan kepada Jenderal David Petareus adalah dia harus menjaga netralitas dinas rahasia yang dipimpinnya agar tidak menjadi alat politik atau alat kekuasaan dalam skala yang sempit.
Presiden Obama sudah mengumumkan bahwa ia akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum kepresidenan Amerika.
Obama akan bertarung untuk bisa mendapatkan periode kedua kekuasaannya di Amerika.
Kemudian, Petraeus juga harus berperan untuk membangun kembali citra yang lebih baik bagi Amerika akibat dampak dari kebijakan perang melawan teror selama sepuluh tahun terakhir.
Paling tidak, komitmen Amerika untuk merangkul dunia Islam secara menyeluruh bisa terlaksana secara baik dan terhormat.
CIA tak perlu larut dalam hingar bingar keberhasilan operasi yang menewaskan Osama Bin Laden.
Sebab, perang melawan teror harus tetap dilanjutkan pasca kematian Osama Bin Laden.
Terorisme memang adalah sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.
Lalu secara khusus dalam kaitan kerjasama penanganan terorisme dengan INDONESIA, barangkali ada baiknya menyampaikan kembali harapan dari Indonesia agar CIA memberikan akses dan kesempatan kepada Indonesia untuk melakukan “komunikasi” langsung dengan “tersangka” teroris Hambali yang ditahan di Guantanamo, Kuba.
Sama halnya dengan Amerika, komitmen Indonesia dalam penanganan terorisme juga sama tingginya.
Izinkan para penyidik Indonesia, bisa mendapatkan akses pertemuan dengan Hambali agar dapat dilakukan proses pemeriksaan dalam kasus-kasus terorisme yang terjadi di Indonesia ( dan diduga melibatkan Hambali secara salah seorang pelaku utama ).

Komandan Tertinggi Pasukan Amerika Di Afghanistan, JENDERAL DAVID PETRAEUS, yang ditunjuk Presiden Barack Obama untuk menjadi Kepala CIA yang baru menggantikan LEON PANETTA yang selanjutnya akan menempati pos baru sebagai MENTERI PERTAHANAN AMERIKA
Saat ini, Petraeus masih punya waktu untuk menghirup udara Afghan sepuas-puasnya dengan seragam militer yang sangat dibanggakannya.
Sebab jika nanti ia sudah bermarkas di CIA, Petraeus tak bisa lagi memakai seragam militernya.
Petraeus pasti akan sangat merindukan seragam militernya sebab memang ia adalah tentara tulen.
Dalam waktu yang tidak lama lagi, ia tetap akan menjadi “komandan” dalam bentuk yang lain.
Komandan dari sebuah dinas rahasia yang tak boleh tampak secara nyata di permukaan.
Sebagai orang yang sangat amat dipercaya oleh Barack Obama, Petraeus dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung-jawab.
Tugas baru sebagai mata dan telinga bagi Obama sebagai Panglima Tertinggi di Amerika.
Tetapi dalam menjalankan tugas barunya, satu hal yang ingin disampaikan kepada Petraeus adalah lakukanlah selalu yang terbaik.
Tak hanya untuk kebaikan Amerika.
Tetapi juga untuk kebaikan dunia.

Komandan Tertinggi Pasukan Amerika Di Afghanistan, JENDERAL DAVID PETRAEUS, yang ditunjuk Presiden Barack Obama untuk menjadi Kepala CIA yang baru menggantikan LEON PANETTA yang selanjutnya akan menempati pos baru sebagai MENTERI PERTAHANAN AMERIKA (Foto : OLIVIER MORIN/AFP/Getty Images)
Selamat bertugas, Jenderal Petraeus.
Selamat untuk tugas baru anda.
Selamat bertugas juga untuk Leon Panetta yang dalam waktu dekat akan menjadi pimpinan baru di PENTAGON.
Semoga kerjasama antara Amerika dan Indonesia di bidang pertahanan ( dan keamanan ) juga dapat lebih ditingkatkan lagi dengan formasi terbaru duet Panetta dan Petraeus.
(MS)


May 17, 2011


Comments are closed.