Di Washington Obama Dan Netanyahu Akan Bertemu Kembali

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama

Bayang-Bayang Veto Deklarasi Palestina Di Balik Romansa Politik Israel-Amerika

Dari Yerusalem Ke London & Paris, Pesan Damai Untuk Netanyahu “If There Is A Will, There Is A Way”

Jakarta, 19 Mei 2011 (KATAKAMI.COM) —- Akhirnya momen penting itu datang juga yaitu agenda pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kedua pemimpin ini dijadwalkan bertemu pada tanggal 20 Mei 2011 di Washington.

Kemudian, Barack Obama dan Benjamin Netanyahu, sama-sama dijadwalkan untuk berbicara pada forum AIPAC  ( American Israel Public Affairs Committee) Policy Conference 2011 yang akan berlangsung dari mulai tanggal 22-24 Mei 2011.

AIPAC adalah kelompok lobi terbesar yang sangat pro pada Israel.

Dan konferensi tahun 2011 ini adalah konferensi terbesar dalam sejarah sebab akan di ikuti  lebih dari 10.000 delegasi dari 50 negara.

Kemudian peserta konferensi ini akan diikuti juga oleh lebih dari 1.500 siswa yang berasal dari 400 kampus.

Lalu, konferensi ini akan dihadiri oleh para Senator Amerika, Pejabat Pemerintah dan Perwakilan Negara Sahabat serta Kalangan Duta Besar.

Kalau tahun 2010 lalu, Presiden Barack Obama tidak meluangkan waktu untuk hadir dalam forum Yahudi yang sangat berpengaruh ini.

Di tahun 2011, Obama bersedia berbicara pada forum AIPAC.

Namun sebelum Obama dan Netanyahu bicara pada forum AIPAC, kedua pemimpin ini akan mengadakan pertemuan bilateral tanggal 20 Mei 2011 atau dua hari sebelum forum AIPAC dimulai.

Tak cuma dengan Obama, Perdana Menteri Netanyahu juga dijadwalkan bicara di hadapan Kongres Amerika atas undangan resmi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika, John Boehner

Menurut rencana, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu Presiden Obama tanggal 20 Mei 2011.

Lalu, Bibi ( panggilan Netanyahu ) akan bicara pada Konferensi Tahunan AIPAC dan di hadapan Kongres Amerika tanggal 24 Mei 2011.

Ketua DPR Amerika Serikat, John BOEHNER, kiri, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Harus diakui bahwa dalam forum AIPAC dan Kongres Amerika, posisi Israel memang benar-benar sangat istimewa.

AIPAC, namanya juga kelompok terbesar para pelobi Yahudi, tentu suara yang akan disuarakan adalah untuk kepentingan dan pembelaan mutlak pada Israel.

Kemudian Kongres Amerika, memang memiliki cinta dan dukungan yang seakan tak pernah berkesudahan pada Israel.

Kali ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bisa merasa lega dalam perjalanannya ke Washington karena dalam dua forum penting tadi, tak ada yang anti Israel.

Tetapi bagaimana dengan pertemuan Barack Obama dan Benjamin Netanyahu ?

Kedua pemimpin ini terakhir kali bertemu tanggal 1 September 2010 di Gedung Putih.

Saat itu Obama menjadi tuan rumah pertemuan antara pemimpin Palestina dan Israel ( yang di hadiri juga oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak dan Raja Abdullah dari Yordania).

Lalu, bagaimana pula penerimaan dan respon dari seluruh peserta forum AIPAC terhadap pidato Presiden Obama ?

Kelompok Yahudi di Amerika, barangkali ada yang merasa kecewa pada Presiden Obama karena dianggap tidak begitu “akrab” dengan Israel sepanjang masa pemerintahannya.

Tapi satu fakta penting yang harus disadari mengenai posisi Presiden Obama, ia punya pengaruh yang sangat amat besar secara global di komunitas internasional.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama

Suara dan kebijakan apapun yang keluar dari setiap PRESIDEN AMERIKA, apalagi jika itu menyangkut masalah Timur Tengah, maka semua itu akan sangat berpengaruh di semua lini.

Amerika memang punya peran yang besar dalam seluruh rangkaian proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Siapapun presiden yang berkuasa di Amerika, semua pasti akan punya peran dan kontribusi masing-masing dalam proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Termasuk juga Barack Obama …

Yang membedakan Obama dengan Presiden-Presiden Amerika sebelumnya untuk urusan Palestina dan Israel adalah Obama berkuasa di saat Palestina sedang berusaha keras untuk mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuah negara di bulan September 2011 mendatang.

Dan Obama adalah figur yang terlihat betul sangat konsisten untuk mendukung setiap upaya apapun yang memang mempromosikan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Ia berusaha netral dan tetap fokus untuk mendorong para pemimpin Palestina – Israel untuk mewujudkan tahap demi tahap perundingan perdamaian itu secara nyata.

Agak berbeda dari Presiden-Presiden Amerika sebelumnya, yang tak bisa menutupi kedekatan dan kemesraan yang sangat dekat dengan Israel.

Tetapi sebenarnya jika direnungkan lebih dalam, sebenarnya maksud Obama adalah baik.

Ia ingin agar proses perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel tidak cuma sekedar omong kosong yang hanya jalan di tempat alias  tak memiliki kemajuan apapun dari waktu ke waktu.

Dan mendamaikan Palestina dengan Israel, bukan pekerjaan yang mudah !

Teori dan rumus apapun yang mau diterapkan oleh semua kekuatan dunia, harus siap-siap kecewa dan pusing kepala dalam upaya mendamaikan Palestina dan Israel.

Presiden Barack Obama, tengah, bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pada pertemuan di Gedung Putih tanggal 1 September 2010

Kembali pada topik tentang rencana kehadiran Obama pada Konferensi Tahunan AIPAC.

Kehadiran Obama dalam forum pertemuan AIPAC tanggal 22-24 Mei mendatang, janganlah sampai mendatangkan sesuatu yang tidak nyaman untuk Obama.

Sebab ia bicara dalam kapasitasnya sebagai Presiden Amerika.

Suka atau tidak suka ( jika memang ada kelompok Yahudi yang merasa kecewa pada Obama ), semua harus memberikan sambutan dan respon yang baik, positif dan penuh persahabatan pada Obama.

Sebab sekali lagi, posisi Obama memang sangat amat sentral dalam proses perundingan perdamaian Palestina dan Israel secara keseluruhan.

Presiden AIPAC Lee Rosenberg sudah mengirimkan email kepada seluruh peserta Konferensi Tahunan AIPAC ini agar seluruh peserta memberikan respon yang POSITIF terhadap pidato Presiden Obama dan para pembicara lainnya dalam konferensi ini.

Obama akan berpidato pada hari Minggu, 22 Mei 2011.

Sebenarnya, Pemerintah Israel juga harus ikut berkontribusi dalam melakukan lobi sebelum lobi terkait Konferensi Tahunan Yahudi ini.

Paling tidak, secara informal, Pemerintah Israel harus sudah bergerak kepada siapapun yang memegang posisi kunci dalam forum penting ini agar sambutan mereka terhadap Obama positif.

Mengapa Pemerintah Israel harus melakukan itu ?

Ya, sebab Pemerintah Israel memerlukan dukungan Obama dan Pemerintah Amerika, sebagai kekuatan dunia terbesar yang sangat berperan secara langsung dalam proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Dalam beberapa hari ke depan ini, newsmaker pada pemberitaan dunia akan terarah pada sosok Obama dan Netanyahu, serta forum pertemuan terbesar dari kelompok pelobi Yahudi yang akan menggelar konferensi tahunan mereka.

Bahas dan bicarakanlah segala sesuatu yang memang berguna secara nyata dalam upya mendorong dan mempercepat proses perdamaian itu.

Termasuk juga pertemuan bilateral antara Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kesempatan untuk bertemu antar kedua pemimpin yang sama-sama bertangan kidal ini sangat langka.

Sehingga, momen pertemuan mereka akan menjadi momen maha penting yang diharapkan akan menghasilkan poin-poin yang sangat baik untuk mempromosikan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Kedua pemimpin ini yaitu Obama dan Netanyahu, juga harus sama-sama dinasehati agar mereka tidak terbawa dalam emosi saat harus membahas masalah lain, misalnya masalah Iran dan Syria.

Sebab, segala sesuatu yang menjadi masalah serius di dunia ini, pasti akan dapat diselesaikan secara baik lewat dialog damai.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, kiri, dan Ketua DPR Amerika, John Boehner

Obama dan Boehner akan mendapat tamu yang sama dalam sepekan ke depan yaitu Perdana Menteri Israel.

Jika sudah berbicara mengenai Amerika, maka kekuatan politik yang juga harus sangat diperhatikan adalah Kongres Amerika.

Di hadapan Kongres Amerika inilah, Netanyahu akan menyampaikan pidato politik yang sangat penting tentang visi dan misi terbarunya mengenai masalah pertahanan, keamanan dan politik ( yang mencakup masalah perdamaian dengan Palestina ).

Di hadapan Kongres Amerika, Netanyahu ( atas nama PEMERINTAH ISRAEL) bisa diibaratkan sebagai anak emas atau golden boy.

Disayang secara luar biasa oleh para politisi Amerika.

Apa saja yang dianggap perlu dilakukan untuk mendukung, membela, membantu dan melindungi ISRAEL, maka Kongres Amerika tampaknya akan dengan senang hati melakukan semua itu untuk Israel.

Tetapi yang harus di ingatkan kepada John Boehner sebagai Ketua DPR Amerika, cobalah juga bersikap adil kepada Palestina agar para politisi Amerika sungguh-sungguh dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Tak akan ada yang bisa menghalangi kecintaan dan kemesraan para politisi Amerika kepada Israel si anak emas yang sering kali membuat dunia internasional terkejut-kejut dan tersentak jika Israel sudah keluar “bandelnya”.

Yang diharapkan disini hanya kemauan dan kemampuan untuk bersikap adil.

Obama bersikap adil kepada Palestina dan Israel.

( Sebab sudah dapat diperkirakan bahwa dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Netanyahu, Presiden Obama akan membahas tawaran dan pemikirannya tentang solusi dua negara bagi Palestina dan Israel ).

Solusi dua negara adalah solusi yang sangat baik ( terutama bila semua pihak mempertimbangkan keinginan Israel bahwa YERUSALEM bisa tetap menjadi ibukota dari Israel ).

Kongres Tahunan AIPAC sebagai kekuatan lobi terbesar kalangan YAHUDI, bersikap adil kepada setiap pemimpin yang akan menjadi pembicara di konferensi tersebut ( termasuk bersikap adil kepada Obama jika nanti ia hadir dan berpidato ).

Presiden Barack Obama, kiri, dan Perdana Menteri Netanyahu, saat memberikan keterangan pers bersama seusai pertemuan mereka di Gedung Putih tanggal 1 September 2010

Begitu juga para politisi Amerika yang ada di Kongres Amerika, bersikap adillah juga kepada Palestina dan Israel.

Pertemuan Obama dan Netanyahu, kemudian pertemuan Netanyahu dan Boehner, termasuk juga kehadiran Obama dan Netanyahu pada konferensi tahunan kelompok lobi terbesar Yahudi (AIPAC), semoga semua berjalan dan terlaksana dengan sangat amat baik.

Tanpa hambatan. Tanpa gangguan. Tanpa kendala.

Bertemulah dalam suasana yang penuh persahabatan dan persaudaraan yang mendapat rahmat dari Tuhan. Sebab maksud dan tujuan dari setiap pertemuan itu, diharapkan akan memberikan manfaat yang besar untuk prinsip-prinsip pertahanan, keamanan, politik dan perdamaian.

(MS)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,313 other followers