Menunggu Jenderal Timur Pradopo Memilih Kabareskrim Baru Menjelang HUT Polri Ke 65

Salam Komando para perwira tinggi TNI / POLRI. Dari kiri ke kanan : Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Pangdam 1/BB Leo Siegers melakukan salam komando di Markas Polda Sumatera Utara, Medan, Kamis (16 / 6 / 2011).

 

Berpeluang Besar Wisnu Amat Sastro Jadi Kabareskrim Dan Sutarman Jadi Wakabareskrim

 

Jakarta, 23 Juni 2011 (KATAKAMI.COM) —  Hanya tinggal seminggu lagi, atau tepatnya pada hari Jumat 1 Juli 2011, Kepolisian Republik Indonesia ( POLRI ) akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 65.

Inilah HUT POLRI pertama yang akan dirayakan oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo sejak ia memimpin institusi kepolisian sejak dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 22 Oktober 2010.

Sumber KATAKAMI.COM di Mabes Polri menyebutkan bahwa perayaan HUT Polri tahun ini memang tidak dibuat berlebihan karena perintah dari Kapolri adalah mengedepankan kesederhaan dan kedekatan dengan anggota-anggota Polri di gugus terdepan di daerah yang terpencil.

Untuk menciptakan suasana dan nuansa ulangtahun lebih sederhana tetapi sarat akan makna yang positif, Kapolri Jenderal Timur Pradopo berbagi tugas dengan Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna.

Pembagian tugas itu adalah Kapolri akan memimpin upacara di salah satu Polsek yang ada di Nangroe Aceh Darussalam.

Sedangkan Wakapolri Komjen. Nanan Soekarna akan memimpin upacara HUT Polri di salah satu markas kepolisian yang ada di Papua.

Lalu, pejabat utama Mabes Polri yang ditunjuk untuk memimpin upacara HUT Polri di ibukota Jakarta adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Komjen. Imam Sujarwo.

Kebijakan Kapolri Timur Pradopo untuk memimpin HUT Polri di daerah-daerah terdepan NKRI adalah mengikuti jejak dari Kapolri sebelumnya yaitu Jenderal Sutanto.

Kepada KATAKAMI.COM yang menghubunginya lewat percakapan telepon, Kamis ( 23/6/2011), Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suhardi Alius menginformasikan kegiatan Jenderal Sutanto semasa memimpin HUT Polri di Aceh.

Suhardi Alius adalah mantan Koordinator Sekretaris Pribadi ( Korpsri) Kapolri era kepemimpinan Kapolri Sutanto.

Pada tanggal 1 Juli 2006, Kapolri Jenderal Sutanto memimpin HUT Polri di salah satu Polri yang ada di Nangroe Aceh Darussalam.

Sutanto memerintahkan Wakapolri Komjen. Makbul Padmanegara untuk memimpin HUT Polri di Papua.

 

Kapolri Jenderal Timur Pradopo

 

Yang menarik dari suasana HUT Polri tahun 2011 ini adalah teka teki tentang siapakah gerangan perwira tinggi Polri yang akan ditunjuk oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri untuk menggantikan Komjen. Ito Sumardi yang resmi memasuki masa pensiun per tanggal 1 Juli 2011.

Timur Pradopo secara pribadi tentu tak akan mau dan memang tak akan bisa sembarangan dalam menentukan pejabat utama ( terutama pejabat setingkat eselon 1).

Sebab, di lingkungan internal Polri, masalah mutasi dan promosi akan dibahas oleh Rapat Wanjak ( Dewan Kepangkatan ) yang dipimpin oleh pejabat utama setingkat Wakapolri.

Lalu, salah satu tahapan penting lainnya yang harus dilewati untuk menentukan posisi eselon 1 adalah pembahasan di level Istana Kepresidenan.

Pada level ini, Wakil Presiden yang ditunjuk untuk memimpin Rapat Tim Penilai Akhir (TPA).

TPA adalah forum rapat yang selalu dipimpin Wapres untuk membahas pengangkatan pejabat setingkat eselon I di lingkungan kementerian dan lembaga.

 

Foto Dokumentasi : Kapolri Komjen Pol. Timur Pradopo (kanan) dan Kepala BIN Sutanto mengikuti sidang kabinet paripurna di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/11/2010). Sidang kabinet paripurna yang baru pertama kali diikuti oleh Kapolri sejak menjabat tersebut membahas sejumlah masalah dalam negeri termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di tanah air beserta penanganannya. FOTO : ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/10.

 

Pada rapat TPA ini, Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki kontribusi yang sangat menentukan juga.

Sebab BIN akan memberikan masukan tentang figur-figur pejabat yang akan dibahas penempatan posisi jabatan terbarunya.

Bahkan tak cuma memberikan masukan, BIN juga berwenang untuk mengeluarkan semacam klarifikasi bahwa pejabat-pejabat yang akan ditunjuk tersebut “clear”.

Lalu hasil dari rapat TPA tadi sudah barang tentu akan dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Posisi Kabareskrim adalah salah satu posisi jabatan yang masuk dalam pembahasan di Rapat TPA.

Sehingga, bagi siapapun yang penasaran dan sangat menantikan pejabat baru Kabareskrim, jangan dikira bahwa proses pemilihan ini bisa asal-asalan.

Bisik-bisik menyebutkan bahwa calon terkuat sebagai Kabareskrim baru adalah rekan seangkatan Kapolri Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sesama lulusan Akpol tahun 1978.

Siapakah dia ?

Nama yang dispekulasikan paling besar peluangnya adalah Kapolda Sumatera Utara Irjen. Wisjnu Amat Sastro.

Spekulasi tentang besarnya peluang Wisjnu Amat Sastro memang menjadi sangat sulit dikembangkan lebih jauh sebab Kapolri Timur Pradopo memang sangat sulit ditebak.

Timur yang berpembawaan sangat amat kalem, tenang dan rendah hati ini adalah sosok yang tidak mau banyak omong.

 

Kapolri Jenderal Timur Pradopo, tengah, didampingi Kapolda Sumatera Utara Irjen. Wisjnu Amat Sastro, istirahat sejenak di teras Mesjid Polresta Medan, usai melaksanakan sholat Dzuhur, 16 Juni 2011. (Foto : Erwin/polrestamedan.com)

 

Tapi salah satu indikasi yang (semoga) boleh dijadikan isyarat informal tentang kecenderungan penunjukan Wisjnu Amat Sastro sebagai Kabareskrim baru adalah saat Kapolri Jenderal Timur Pradopo berkunjung ke Sumatera Utara tanggal 16 Juni 2011 lalu.

Bersama Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Timur Pradopo memberikan pengarahan kepada perwira TNI / Polri di Aula Kamtibmas Polda Sumatera Utara.

Kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ke Sumatera Utara tersebut memang cukup menarik untuk dicermati.

Kapolri memang tidak memberikan keterangan apapun seputar bursa pencalonan Kabareskrim sebab yang disampaikan kepada media massa soal kunjungannya ke Medan adalah seputar hubungan kegiatan terorisme dan perdagangan narkoba di Indonesia.

Namun kunjungan ke Sumatera Utara tadi seakan mengandung makna tersendiri.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo memang berkawan dengan baik dengan Irjen. Wisjnu Amat Sastro.

Sebelum menjadi Kapolda Sumatera Utara, Wisjnu Amat Sastro menempati posisi sebagai salah seorang staf khusus Kapolri.

Sumber KATAKAMI.COM menyebutkan bahwa sesekali Kapolri Timur Pradopo secara mengejutkan bisa tiba-tiba mendatangi ruang kerja Wisjnu Amat Sastro pada malam hari.

Timur memang kerap bekerja sampai malam hari di Mabes Polri.

Dari ruang kerja Kapolri, ia berjalan sendirian ( tanpa disertai pengawalan yang ketat ) untuk “bersilahturahmi” dengan Wisjnu.

Tapi tak cuma ruang kerja Wisjnu yang bisa secara secara mendadak ( incognito ) didatangi oleh Kapolri Timur Pradopo.

Sumber KATAKAMI.COM juga menyebutkan bahwa Kapolri yang selalu datang pagi-pagi buta (sekitar jam setengah enam pagi ) ke Mabes Polri, pernah memasuki ruang kerja seorang perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal.

Tentu saja perwira tinggi yang bekerja di ruang tersebut belum datang sebab Kapolri berkunjung sebelum jam kerja.

Sehingga pegawai sipil yang sudah lebih dulu datang dan sedang berbenah disanalah yang “menyambut” kunjungan mendadak Sang Kapolri. Timur melongok sebentar ke ruang kerja tersebut dan langsung pergi.

 

Wakapolri Komjen. Polisi Nanan Soekarna, kiri, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo

 

Jadi, semua pihak tampaknya harus tetap sabar menantikan pejabat Kabareskrim baru dalam suasana perayaan HUT Polri ke 65 ini.

POLRI di usia yang ke 65 diharapkan dapat lebih meningkatkan profesionalisme, baik secara instrumental, struktural dan kultural di era kebebasan informasi seperti saat ini.

POLRI di usia yang ke 65 diharapkan dapat lebih membuka akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia, baik mereka yang membutuhkan pelayanan dari pihak Kepolisian, maupun yang hendak mencari atau menyampaikan informasi.

POLRI di usia yang ke 65 harus lebih menyadari bahwa masyarakat Indonesia menginginkan agar POLRI sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus senantiasa memberikan tanggapan yang positif dengan cara meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, memperluas kemitraan dengan masyarakat dan meningkatkan akuntabilitas terhadap publik.

POLRI di usia yang ke 65 harus dapat memahami bahwa untuk memperluas kemitraan dengan masyarakat, maka yang harus dilakukan adalah melakukan langkah-langkah yang bersinergi dengan kebutuhan lingkungan masyarakat.

Misalnya, memberikan ruang untuk berdemokrasi dengan masyarakat, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, melakukan pencitraan diri yang lebih positif dan profesional di mata masyarakat dengan cara berperilaku, bersikap dan melayani dengan sepenuh hati.

POLRI di usia yang ke 65 juga jangan sampai melakukan pembeda-bedaan kelas sosial didalam masyarakat.

 

Logo Hari Bhayangkara Ke 65 Tanggal 1 Juli 2011

 

Sebab tantangan tugas ke depan bagi POLRI akan semakin berat karena dampak globalisasi.

Sehingga, seluruh anggota kepolisian harus mampu menjalankan tugas pokoknya dengan sebaik-baiknya, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, lebih terampil dan mahir tentang fungsi teknis POLRI.

Tidak terpengaruh dengan adanya intervensi dari pihak manapun dan dalam hal apapun.

Selamat Ulang Tahun ke 65 untuk seluruh anggota Kepolisian Republika Indonesia pada momen penting Hari Bhayangkara tanggal 1 Juli 2011 mendatang.

Bertugaslah dengan baik.

Terus dan terus mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Lebih profesional dan proporsional.

Dan siapapun nanti yang akan terpilih sebagai Kabareskrim ( dan Wakabareskrim ) yang baru, biarlah waktu yang akan menjawab dalam hitungan hari pada suasana Hari Bhayangkara ke 65 ini.

Pilihlah yang terbaik dari segenap calon yang berbaik.

Siap !

Laksanakan !

 

(MS)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,396 other followers