Oleh : Mega Simarmata ( Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM)
Jakarta, 31 Agustus 2011 (KATAKAMI.COM) — Setelah lama tak berjumpa dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Sutanto, ternyata begitu banyak hal yang juga berubah pada dirinya.
Sutanto, pria yang lahir di Comal (Pemalang) 30 Setepmber 1950 ini, tak lagi bisa leluasa melakukan olahraga golf atau menyanyi untuk sekedar mengisi waktu luang bersama keluarga.
Sejak sang isteri tercinta sakit (Ny. Henny Sutanto), konsentrasi Sutanto hanya tertuju pada dua hal utama yaitu melakukan tugas utamanya sebagai Kepala BIN dan melakukan semua cara terbaik untuk membantu kesembuhan sang isteri dari sakit hati kronis.
Tahun 2010 lalu, Ny. Henny Sutanto sampai harus menjalani operasi pencangkokan hati.
Di hari pertama lebaran, KATAKAMI.COM berkesempatan untuk bertemu Sutanto dan keluarga besarnya di kediaman pribadi mereka di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Mengenakan kemeja batik, Sutanto dengan ramah menyambut tamu-tamunya. Antara lain adalah Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan tamu-tamu yang tak henti-hentinya berdatangan sejak siang hingga sore hati.
Ny. Henny Sutanto ikut mendampingi suami menerima tamu-tamu mereka.
Henny, mengenakan busana muslim berwarna coklat, terlihat lebih kurus tetapi jauh lebih cantik dibandingkan saat sebelum ia menjalani operasi pencangkokan hati.
“Saya memang jadi lebih kurus karena tahun lalu saya kan baru menjalani operasi. Sekarang untuk makan pun, semua harus serba ditakar. Tidak boleh sembarangan. Kalau saya, prinsipnya mengikuti saran dokter saja. Dan tiap 3 bulan, saya harus tetap check up,” kata Ny. Henny Sutanto kepada KATAKAMI.COM di sela-sela kesibukannya menerima tamu-tamu di hari pertama Open House, Rabu, 31 Agustus 2011.
Sutanto pun tak bisa lagi leluasa melakukan sejumlah kegemarannya seperti melakukan olahraga golf dan menyanyi.
“Sudah lama saya tidak golf lagi. Sejak Isteri saya sakit, saya lebih banyak olahraga dirumah saja supaya saya bisa lebih banyak menemani Ibu. Tapi kalau Presiden meminta saya ikut menemani beliau golf, saya ikut. Kalau ditanya soal nyanyi, wah …. sudah lama saya tidak nyanyi lagi. Sebab kalau saya nyanyi, nanti orang pada kabur dengar suara saya” gurau Sutanto sambil tertawa.
Sementara ketika ditanya soal kegiatannya sebagai Kepala BIN, Sutanto punya jawaban tersendiri :
“Ah, wartawan jangan mancing-mancing saya bicara. Sebab sebagai Kepala BIN, saya tidak boleh bicara terbuka kepada pers. Justru kalian, wartawan-wartawan … kasih dong saya informasi. Menurut wartawan, bagaimana situasi dan kondisi Indonesia sekarang ini ?” kata Sutanto masih dalam suasana canda yang sepertinya hanya untuk mengalihkan situasi agar ia tidak terjebak untuk bicara dengan “seribu satu macam” informasi yang hanya boleh diketahui oleh kalangan intelijennya.
Ketika dikonfirmasi, apakah benar saat ini Sutanto sampai harus pulang larut malam sejak ia menjadi Kepala BIN ?
“Ah kata siapa ? Ya namanya tugas, kita harus menjalani dengan sungguh-sungguh. Kalau dari pagi sampai malam saya di kantor, wajar saja. Tidak ada yang istimewa. Biasa-biasa aja. Pokoknya jangan pancing-pancing saya bicara deh. Kepala BIN gak boleh banyak bicara soal tugas-tugasnya,” gurau Sutanto lagi.
Dan Sutanto jadi tambah tertawa, saat “nasibnya” sebagai Kepala BIN diilustrasikan seperti sebuah lagu yang menceritakan “penderitaan” seekor burung yang terpaksa hidup didalam sangkar.
Akan tetapi, walaupun Sutanto tak ingin diajak berbicara banyak soal tugas-tugasnya sebagai Kepala BIN, Sutanto tampak begitu bahagia jika menceritakan cucu-cucunya.
“Salah satu cucu saya, masih berumur satu tahun delapan bulan. Tapi saya heran, anak ini bisa memakai Ipad milik ayahnya. Dia bisa mencari dan menemukan program yang dia suka yaitu permainan anak-anak. Permainan Puzzle” kata Sutanto.
Dalam suatu kesempatan, sumber KATAKAMI.COM yang menjadi sahabat Jenderal Sutanto pernah menceritakan bahwa Sutanto memang sangat menyayangi cucu-cucunya.
Ada satu orang cucu Sutanto yang suka masuk ke ruang kerja Sutanto di kediaman dinas Kapolri di Jalan Pattimura Jakarta Selatan ( saat Sutanto masih menjabat sebagai Kapolri ).
Sang cucu paling senang duduk di pangkuan Sutanto jika sudah duduk di depan komputer. Dan dengan seenaknya, anak kecil ini bisa memencet-mencet keyboard komputer sang kakek ( tanpa mau tahu, pencetannya bisa merusak komputer). Sutanto tak bisa marah dan memang tak akan pernah marah kepada cucu-cucunya.
Berlebaran di rumah Jenderal Sutanto, memang menjadi sangat mengharukan.
Setelah tahun kemarin tidak menggelar Open House di Hari Lebaran, tahun ini Sutanto sekeluarga memutuskan untuk menggelar Open House.
Yang membuat suasana Open House menjadi sangat mengharukan adalah kesembuhan Ny. Henny Sutanto dari sakitnya selama ini.
Hikmah yang bisa diambil dari beratnya cobaan yang diderita manusia adalah Tuhan sungguh maha mengetahui, maha mengasihi dan maha pemurah kepada umat yang sungguh berpasrah.
Mukjizat atau keajaiban lewat kesembuhan yang berangsur-angsur dialami Ny Henny Sutanto menjadi berkah terbesar bagi Keluarga Besar Sutanto.
Disitulah gunanya manusia berpasrah dan terus membangun tiang doa ke hadirat Ilahi.
Dan Henny Sutanto mendapat mukjizat atau keajaiban ( MIRACLE) berupa kesempatan hidup kedua dari Tuhan, tentu untuk memberikan kesempatan melakukan lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan seperti yang selama ini telah dipersembahkan kepada keluarga, orang-orang terdekat dan sesama manusia.
Kebahagiaan Keluarga Besar Sutanto ini mengingatkan pada sebuah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi cantik, Whitney Houston & Mariah Carey ” WHEN YOU BELIEVE :
Many nights we’ve prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there’s much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
In this time of fear
When prayers so often prove(s) in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
Yet now I’m standing here
My heart’s so full I can’t explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I’d say
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
They don’t (always happen) when you ask
And it’s easy to give in to your fears
But when you’re blinded by your pain
Can’t see your way straight throught the rain
(A small but )still resilient voice
Says (hope is very near)
There can be miracles
(Miracles)
When you believe
(Lord, when you believe)
Though hope is frail
(Though hope is frail)
It’s hard to kill
(Hard to kill, Ohhh)
Who knows what miracles,you can achieve
When you believe, somehow you will(somehow,somehow, somehow)
somehow you will
You will when you believe
You will when you
You will when you believe
Just believe…in your heart
Just believe
You will when you believe~
(***)


August 31, 2011

































