Komandan Paspampres Agus Sutomo : Tugas Kita Memberi Pengamanan Maksimal Pada Kunjungan Obama

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Agus Sutomo


Jakarta, 1 Agustus 2011 (KATAKAMI.COM) — Untuk kali keduanya, Barack Obama akan datang kembali ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Presiden Amerika Serikat.  Pada kesempatan yang kedua ini, giliran Bali yang akan dikunjungi oleh Obama.

Ayah dari Malia dan Sasha ini dijadwalkan akan menghadiri East Asia Summit yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada bulan November 2011 mendatang.

Untuk menanyakan sisi pengamanan terhadap Presiden Barack Obama, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo.

WAWANCARA EKSKLUSIF ini dilakukan di ruang kerja Mayjen. Agus Sutomo di Markas Komando Paspampres, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada akhir pekan lalu.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF KATAKAMI.COM dengan Dan Paspampres Mayjen. TNI Agus Sutomo :

 

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen. TNI Agus Sutomo

 

KATAKAMI (K) : Mengenai rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada bulan November mendatang, kalau dari Paspampres berarti Grup C yang akan ditugaskan untuk bergabung dalam satgas pengamanan tersebut. Bagaimana penjelasan dari Paspampres ?

Agus Sutomo (AS) : Setahu kami, pada kesempatan tersebut akan dilaksanakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Berarti ada kunjungan kenegaraan yang sifatnya bilateral dan ada yang sifatnya Summit ( pertemuan puncak). Nah, kalau Summit berarti Kepala Negara yang hadir banyak. Kami harus membentuk Satgas (Satuan Tugas).

(K) : Satgas itu sendiri akan dibentuk menjadi seperti apa ?

(AS) : Didalam Satgas itu, saya akan menjadi Komandan Satgas Pengamanan (PAM) VVIP. Saya atau Wakil saya. Komandan Satgas PAM VVIP bertugas untuk mengamankan ring satu. Nanti akan diorganisir agar Komandan Satgas PAM VVIP ini membawahi sub-sub satgas. Misalnya, Komandan Grup A akan menjadi Komandan Sub Satgas PAM VVIP Presiden, Komandan Grup B menjadi Komandan Sub Satgas PAM VVIP Wakil Presiden. Lalu, Komandan Grup C menjadi Komandan Sub Satgas PAM VVIP Tamu Negara. Nah, karena tamu negara yang akan diamankan banyak, Komandan Grup C akan membawahi lagi Komandan Komplek (Dan Plek). Misalnya, Dan Plek yang mengawal tamu negara dari masing-masing tamu negara yang hadir. Dan Plek yang mengawal tamu dari Malaysia, Brunei Darussalam dan tamu-tamu lainnya. Nanti kan akan dihitung, ada berapa orang tamu negara yang akan hadir. Dan Plek ini akan dipimpin perwira berpangkat Letnan Kolonel.

(K) : Kebetulan dalam acara tersebut akan hadir juga Presiden Amerika Serikat Barack Obama, bagaimana sisi pengamanan terhadap beliau ?

(AS) :  Saya rasa, kalau sudah bicara tentang pengamanan terhadap seorang Presiden dari negar adikuasa seperti Amerika, kita tidak usah diskusi panjang lebar. Karena semua orang tahu, Amerika adalah negara supoer power. Kita semua tahu itu. Bukan cuma ke Indonesia, kemanapun kepala negara mereka berkunjung maka sistem pengamanannya sudah menjadi satu paket. Standar pengamanan mereka terhadap kepala negaranya sangat tinggi. Amerika tidak akan pernah mau fasilitas pengamanan terhadap kepala negara mereka dari negara setempat sebab mereka akan membawa sendiri perangkat pengamanannya. Mau berkunjung ke Rusia, Cina, atau ke negara manapun, tingkat pengamanannya memang sangat tinggi. Ini bisa dipahami karena ancaman terhadap kepala negara mereka bisa dibilang begitu banyak.

 

Presiden Barack Obama didampingi Ibu Negara Michelle Obama, paling kanan, dan kedua putri mereka, Malia (nomor dua dari kanan) dan Sasha (bergandengan tangan dengan sang ayah) seusai mengikuti kebaktian di gereja St John di Washington DC, 17 Juli 2011. Menurut rencana Obama akan hadir

 

(K) : Jadi, kalau tadi disebut, Amerika punya paket pengamanan sendiri bagi kunjungan kenegaraan kepala negara mereka, apa yang mereka bawa ke negara yang dituju ?

(AS) : Salah satu contoh, kurang tiga bulan dari rencana kunjungan itu misalnya, ratusan orang sudah mereka kirimkan ke Indonesia. Lalu misalnya, H minus 7, mereka tambah lagi kekuatannya. Kemudian, kapal induk mereka sudah stand by di laut terdekat.

(K) : Lah, kalau Amerika sudah menyiapkan dan membawa paket pengamanan sendiri bagi kepala negara mereka, Dan Grup C yang tadi sebut akan menjadi Komandan Sub Satgas PAM VVIP, posisinya ada di bagian mana dalam sistem pengamanan yang akan disiapkan untuk kunjungan Obama ke Bali ?

(AS) :  Kalau Dan Grup C tetap akan menjadi Komandan Sub Satgas PAM VVIP yang membawahi Danplek Danplek tadi. Khusus untuk pengamanan Presiden Obama, kami akan memasang Danplek berpangkat Kolonel. Untuk tamu negara lainnya, Danplek yang ditugaskan berpangkat Letnan Kolonel. Atau minimal Letkol yang paling senior. Lalu, kami akan sharing dengan bagian pengamanan mereka. Sejak kunjungan Presiden George W. Bush di Bali yang diterima oleh Ibu Megawati, lalu Presiden George W. Bush diterima Bapak (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) di Istana Bogor, kemudian kunjungan Presiden Obama ke Indonesia tahun lalu, kita sudah dilibatkan fifty-fifty dalam urusan pengamanan. Kalau zaman kunjungan Presiden Bill Clinton dulu, wah … jangan harap kita bisa ikut mengamankan. Samasekali tidak ada unsur Indonesia yang diperbolehkan ikut mengamankan. Tapi dari hasil sharing tadi, lama-kelamaan Amerika percaya pada Indonesia untuk urusan pengamanan.

(K) : Khusus untuk Obama, apakah pengamanan yang akan diberikan dalam kunjungannya nanti memang akan serba ekstra, sangat diistimewakan begitu ?

(AS) :  Istilahnya jangan memakai kata istimewa. Tapi memang ada standar yang tinggi terhadap pengamanan kepala negara mereka. Jadi istilahnya begini, standar minimalnya Amerika, itu berarti diatas standar yang sangat maksimal dari standar kita di Indonesia. Mereka memang seperti itu dalam memberikan pengamanan kepada kepala negara mereka. Dan untuk pengamanan Obama, jumlah pasukan yang kita siapkan, jumlahnya akan lebih banyak dari tamu-tamu negara yang akan hadir di Bali nanti. Sebab, dari segi rangkaian mobilnya, tempat akomodasi rombongan Amerika, mereka memang berbeda dengan tamu lain. Yang penting kita bisa masuk ke situ. Seperti waktu Presiden Obama datang berkunjung bulan November tahun lalu, mobil sec 1 dan sec 2 yang  melekat dengan kendaraan Presiden Obama adalah kendaraan kita. Dulu-dulu mana boleh masuk ! Dan seluruh anggota kita mengamankan secara maksimal.

(K) : Artinya, sudah ada kemajuan ke arah yang positif dari pihak Amerika dalam urusan pengamanan ?

(AS) : Ya betul, ada kemajuan yang mengarah pada kebaikan. Tim Advance mereka kan sudah datang dari jauh-jauh hari. Mereka melihat kesungguhan dan ketulusan kita dalam memberikan pengamanan kepada kepala negara mereka. Kalau boleh kan sebenarnya dunia ini harus aman. Tanpa perselisihan. Kita harus menjaga hubungan baik dengan negara manapun. Apalagi dengan Amerika. Kita ini belum mampu melawan Amerika. Dan selamanya kita tidak akan mampu melawan Amerika. Jadi, jauh lebih baik menjalin hubungan baik dengan negara manapun. Termasuk dengan Amerika. Saya ingat, tahun 2006 lalu Presiden SBY berkunjung ke Washington DC. Tidak semua kepala negara bisa diberi kesempatan tinggal di Blair House, itu seperti Wisma Negara mereka. Pak SBY tidur disitu. Sewaktu hendak mencari tahu soal jadwal Pak SBY diterima sama Presiden George W. Bush, Paspampres sudah sempat bingung. Saya saja sebagai Dan Grup sudah menyerah karena saya pikir tidak akan mungkin difasilitasi. Sebab baru kali itu Paspampres bisa diizinkan masuk ke White House. Saya masuk ke White House, mereka mengizinkan dan koordinasi itu terjalin baik. Jadi, kalau pun nanti Presiden Obama datang lagi ke Indonesia, kita tidak perlu emosi kalau sistem pengamannya sangat ketat. Memang sudah sepantasnya kita memberikan pengamanan maksimal terhadap kunjungan Presiden Obama.

(K) : Baik, terimakasih untuk wawancara ini.

– Selesai –

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 19,245 other followers