Taufiq Kiemas : Jokowi Menang Karena Mengusung Pancasila

Taufiq Kiemas, berbaju biru, dan Megawati Soekarnoputri nyoblos didampingi Jokowi, Rabu, 11 Juli 2012

 

Jakarta, 11 Juli 2012 (KATAKAMI.COM)  — Bukan karena ia adalah suami dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri makanya Ketua MPR Taufiq Kiemas mengaku bangga atas kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung hari Rabu (11/7/2012).

TK, demikian Taufiq Kiemas biasa dipanggil, mengaku bangga atas kemenangan pasangan Jokowi – Ahok karena konsisten untuk mengusung komitmen empat pilar bernegara, dimana salah satunya adalah kebhinekaan.

Berdasarkan hasil quick count, pasangan Jokowi-Ahok unggul. Posisi kedua adalah Foke-Nara. Sedangkan selisih suara Jokowi-Ahok dengan Foke-Nara antara 7-9 %.

Untuk membahas mengenai kemenangan Jokowi-Ahok, KATAKAMI.COM melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas melalui percakapan telepon, Rabu (11/7/2012).

Dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Ketua MPR-RI Taufiq Kiemas:

 

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas

 

KATAKAMI (K)  :  Mas Taufiq Kiemas, yang pertama selamat untuk PDI Perjuangan. Luar biasa kemenangan dari pasangan Jokowi – Ahok yang berhasil meraih perolehan suara lebih dari 42%. Bagaimana tanggapan anda ?

TAUFIQ KIEMAS  (TK)  :  Aku berbicara dalam kapasitasku sebagai Ketua MPR ya. Kalau sebagai orang PDIP, ya tentu aku berterimakasih. Tetapi sebagai Ketua MPR, aku berbahagia sekali karena warga Jakarta sangat menghargai dan menerima sosialisasi 4 pilar yang diusung oleh pasangan Jokowi dan Ahok.

4 Pilar negara yang kita ketahui adalah Pancasila, UUD`45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Nah, masyarakat Jakarta bisa menerima  dan memang memahami soal kebhinekaan itu.

Keunggulan dar pasangan Jokowi – Ahok ini menggambarkan kerinduan masyarakat terhadap simbol-simbol empat pilar berbangsa karena pasangan Jokowi-Ahok mewakili unsur-unsur kemajemukan dalam masyarakat Indonesia.

Lalu aku selalu mendengungkan pentingnya masalah regenerasi.

Nah, jika regenerasi in hendak diwujudkan oleh PDI Perjuangan, maka harus dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya. Nah dalam Pilkada DKI, Ketua Umumnya yang memimpin regenerasi dalam kaitan Pilkada DKI.

Dan ternyata menang !

Kalau sampai tahun 2014 nanti Ibu Mega tetap membimbing dan memimpin proses regenerasi anggota-anggotanya, saya yakin PDI Perjuangan akan mampu meraih perolehan hasil yang lebih tinggi dari yang diperkirakan saat ini.

Jadi, ada tiga poin kejutan Pilkada DKI Jakarta ini. Selain faktor kebhinekaan yang telah menjadi kesadaran pemilih, dua faktor lain adalah kuatnya arus bawah yang menginginkan terjadinya regenerasi dan faktor Ketua Umum PDIP sebagai “kingmaker” (pembuat keputusan) di belakang pasangan menjadi faktor penentu ketiga.

(K)  :  Mas Taufiq, betul yang anda katakan bahwa keterlibatan Ibu Megawati memimpin langsung kampanye dan proses regenerasi dalam Pilkada DKI berdampak besar dalam kemenangan pasangan Jokowi – Ahok. Kalau 2014 Bu Mega tetap memimpin di garis terdepan manuver-manuver politik yang cantik seperti ini, peluang PDI Perjuangan untuk menang akan sangat terbuka lebar. Pertanyaannya adalah bagaimana agar PDI Perjuangan bisa tetap mempertahankan kerendahan hati dan kosolidannya ?

(TK)  :  Memang harus Ibu Mega yang turun langsung ke lapangan. Harus dong !  Tetapi yang harus diingat, yang harus dipimpin oleh Ibu Mega itu adalah regenerasi lho ya. Sebab kita-kita yang sudah sepuh ini harus mengakui bahwa kita sudah tua.

Dan kali ini, Ibu Mega berhasil menunjuk langsung regenerasi pimpinan untuk wilayah Jakarta.

Lalu yang harus diperhatkan disini, Bu Mega sebagai negarawan mempunyai tujuan penting dalam mendukung Jokowi yaitu bagaimana agar ada perbaikan di Jakarta ini.

(K)  :  Dan Mas Taufiq tentu bangga ya … karena pilihan Bu Mega ternyata menang walaupun harus dengan dua putaran ?

(TK)  :   Yang membuat aku bangga adalah proses demokrasi dalam Pilkada DKI ternyata menjalankan 4 pilar negara itu. Sebab aku sebagai Ketua MPR harus berpikir secara ideologis.

(K)  :  Maksud Mas Taufiq, yang sangat membanggakan dari tema-tema kampanye pasangan Jokowi – Ahok selama ini adalah pentingnya melestarikan nilai-nilai kebhineka-tunggal-ikaan ya ?

(TK)   :   Ya jelas ! Sebab pasangan yang  tidak mau mengusung tema soal 4 pilar ini tidak akan laku. Coba perhatikan selama ini, tidak ada calon lain yang mengusung soal kebhineka-tunggal-ikaan. Hanya Jokowi yang mau bicara soal Pancasila, khususnya soal kebhinekaan.

Jadi, Jokowi menang karena dia mengusung nilai-nilai Pancasila, khususnya soal kebhinekaan !

Warga sebagai pemilih melihat calon yang punya kualitas, memberikan harapan perbaikan, dan dianggap jujur. Keunggulan pasangan Jokowi-Ahok bukti nyata pemahaman yang tinggi dari masyarakat tentang kebhinekaan.

(K)  :  Bu Mega sudah mengatakan bahwa dengan siapa PDI Perjuangan akan berkoalisi untuk putaran kedua nanti, harus menunggu hasil resmi dari KPUD mengenai hasil putaran pertama ini. Tetapi, apakah ada harapan khusus dari Mas Taufiq Kiemas ?

(TK)  :  Menurut saya, koalisi yang paling bagus adalah dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Masalahnya, apakah Bu Mega mau berkoalisi dengan PKS ?  Lalu, maukah PKS berkoalisi dengan PDI Perjuangan ? Nah kemudian, mau gak Bu Mega berkoalisi dengan Partai Golkar ?

(K)  :  Selama ini, jika situasinya memang membutuhkan lobi-lobi politik yang sangat penting, Taufiq Kiemas yang bisa diandalkan oleh PDI Perjuangan ? Apakah kalau diminta oleh Ketua Umum PDIP untuk membantu masalah lobi-lobi politik ini, Mas Taufiq bersedia melakukannya di tengah kesibukan sebagai Ketua MPR ?

(TK)  :  Masalahnya, apakah pendirian Ibu Mega bisa sejalan dengan PKS ? Kalau sama Golkar, mungkin oke. Tapi bagaimana dengan PKS ? Apakah Bu Mega mau melakukannya ? Itu masalahnya.

(K) :  Pertanyaan terakhir, Jokowi menang 42 %. Angka ini luar biasa besarnya ya ? Bagaimana menurut anda ?

(TK)  :  Buat aku, perolehan suara Jokowi ini memang diluar dugaan. Tetapi bahwa Pilkada ini adalah berlangsung dalam dua putaran, aku sudah memprediksi. Yang membuat aku tak percaya, Jokowi bisa menang dengan angka seperti ini dalam putaran pertama ini. Mengenai putaran kedua nanti, mari kita doain aja. Prinsipnya sih menang. Insya Allah.

(K) :  Baik Mas Taufiq Kiemas, terimakasih untuk wawancara ini.

 

 

 

 

MS

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 9,050 other followers