Ketua MA Hatta Ali : Tolong Jangan Beri Iming-Iming Apapun Pada Hakim !

Hatta Ali, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2012-2017

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

 

Jakarta, 19 Agustus 2012 (KATAKAMI.COM)   —  Sejak dilantik sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 1 Maret 2012, Hatta Ali begitu gigih menyuarakan dan memperjuangkan agar gaji para hakim di Indonesia dinaikkan.

Hatta Ali yang lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 7 April 1950 ini sungguh menyadari bahwa menaikkan gaji para hakim ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Itu sebabnya, begitu Hatta Ali menjadi Ketua Mahkamah Agung, ia membentuk tim khusus untuk mengkaji masalah kenaikan gaji dan kesejahteraan para hakim.

Untuk membahas mengenai masalah tingkat kesejahtaran hakim di Indonesia, KATAKAMI.COM mendapat kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF di rumah dinas Ketua Mahkamah Agung di Jalan Widya Candra III Jakarta Selatan, Minggu (19/8/2012).

Inilah WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Ketua Mahkamah Agung, Dr. M. Hatta Ali, SH, MH :

 

Ketua Mahkamah Agung RI, M. Hatta Ali

 

KATAKAMI  (K)  :  Pak Hatta Ali, pertanyaan pertama adalah mengenai tingkat kesejahteraan para hakim se-Indonesia. Nasib dari hakim di negara ini, tidak jauh beda dengan polisi dan jaksa untuk masalah kesejahteraan mereka. Artinya, tingkat kesejahteraannya termasuk rendah. Sejauh mana masalah kesejahteraan hakim menjadi prioritas anda sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

HATTA ALI (HA)  :  Ya betul, masalah kesejahteraan hakim ini termasuk salah satu agenda penting saya sebagai Ketua Mahkamah Agung. Sebab kalau hakim tidak sejahtera, dia mungkin akan sulit untuk konsentrasi pada pekerjaannya. Oleh karena itu, menurut pendapat saya sebagai Ketua Mahkamah Agung, harus dipenuhi masalah kesejahteraan hakim ini. Kalau sudah dipenuhi, tentu dia lebih konsentrasi. Hakim akan fokus kepada pekerjaan. Lalu, kalau kesejahteraannya bagus, otomatis dia akan berpikir keras kalau mau menyalah-gunakan wewenangnya sebagai seorang hakim. Nah itulah hikmahnya. Kemudian, kalau misalnya nanti kesejahteraan hakim sudah bagus tetapi masih tetap ada hakim yang melakukan penyimpangan, saya akan ambil tindakan tegas. Saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas untuk masalah ini. Tidak ada ampun lagi ! Itu prinsip saya.

(K)  : Apa boleh tahu Pak Ketua, berapa gaji untuk hakim yang sangat pemula di Indonesia ini ?

(HA)  :   Saat ini, gaji hakim untuk take home pay adalah sekitar Rp. 5 juta sampai Rp. 5,5 jutaan.

(K)  :  Lalu, berapa idealnya gaji untuk hakim menurut usulan Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Kalau yang kami usulkan kepada Pemerintah adalah sekitar Rp. 10 juta sampai Rp. 11 juta. Itu usulan kami.

(K)  :  Lalu, usulan dari Mahkamah Agung untuk gaji hakim antara 10 sampai 11 juta itu, untuk anggaran tahun depan atau kapan ?

(HA)  :  Kami serahkan keputusannya pada pemerintah karena tergantung dari kemampuan negara kita. Yang penting, kami sudah mengusulkan. Dan Presiden sudah memasukkannya dalam pidato beliau saat menyampaikan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013 .

(K)  :   Pak Hatta Ali, walau masih bergaji minim, apa yang Bapak instruksikan kepada seluruh jajaran hakim di Indonesia sebagai panduan bagi mereka dalam menjalankan tugas-tugasnya ?

(HA)  :  Tentunya yang saya instruksikan dan saya harapkan adalah hakim harus profesional di dalam melakukan pekerjaannya. Lalu integritas harus dijaga dengan baik. Jadi walaupun dengan tingkat kesejahteraan yang minim, hakim tidak boleh melakukan penyimpangan. Sebab kalau dia melakukan penyimpangan, akan mencederai korps hakim.

(K)  :  Untuk mengawasi kinerja hakim, terutama mengawasi sejauh mana mereka bertugas dengan profesional dan punya integritas yang tinggi, apa yang Bapak lakukan sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Ada tim pengawas di Mahkamah Agung. Kami selalu mengambil tindakan sesegera mungkin, apabila ada laporan-laporan yang masuk. Kami tidak akan membiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan. Jadi tidak boleh dibiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran. Jangan dijadikan alasan bahwa gaji hakim kecil, sehingga hakim boleh melakukan penyimpangan dan pelanggaran apapun. Tidak boleh itu ! Bukan berarti karena kesejateraan kurang maka kami akan mau mentolerir berbagai penyimpangan. Itu tidak boleh terjadi !

(K)  :  Pak Hatta, harapan masyarakat Indonesia begitu tinggi kepada jajaran peradilan yaitu kepada para hakim. Masyarakat tingin hakim bekerja dengan sangat integritas yang tinggi agar rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi. Apa yang bisa Bapak sampaikan kepada masyarakat jika pada faktanya masyarakat ingin agar hakim bekerja secara baik dan bersih ?

(HA)  :  Saya menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar hakim jangan di iming-imingi. Apalagi di iming-imingi uang ! Kalau tidak ada iming-iming dari pencari keadilan, hakim tidak mungkin berbuat sendirian. Tolong jangan diberikan, apapun yang diminta oleh hakimnya. Kalau tidak dipenuhi, otomatis hakim tidak bisa berbuat apapun. Jadi kadang kala, hakimnya tidak mau tetapi dikejar-kejar oleh pencari keadilan dan di iming-imingi. Akhirnya runtuh juga iman seorang hakim. Nah, ini mudah-mudahan tidak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Terutama oleh para hakim di seluruh Indonesia.

(K)  :  Baik, terimakasih Pak Hatta Ali atas wawancara ini.  (*)

 

 

MS

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 19,693 other followers