Pramono Edhie Wibowo Akan Pensiun, Inilah Calon KSAD Baru

Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

 

Jakarta, 27 Februari 2013 (KATAKAMI.COM)   —  Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo akan resmi memasuki masa purna bhakti per tanggal 1 Juni 2013.

Pramono Edhie Wibowo lahir di Magelang, 5 Mei 1955.

Tak hanya KSAD, hanya dalam hitungan bulan setelah Jenderal Pramono Edhie Wibowo pensiun, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono juga akan pensiun per tanggal 1 September 2013.

Agus Suhartono lahir di Blitar, 25 Agustus 1955.

Berdasarkan pasal 75 UU No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, usia pensiun perwira TNI adalah 58 tahun.

Jadi dalam beberapa bulan mendatang, secara berturut-turut akan dilakukan pergantian pimpinan TNI untuk posisi Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Jika KSAD Pramono Edhie Wibowo akan pensiun, siapakah yang layak dinominasikan sebagai Calon KSAD yang baru ?

Kalau KSAD yang baru, bisa diambil dari para perwira tinggi bintang 3 (Letjen) yang masih aktif di jajaran TNI Angkatan Darat.

 

Calon KSAD : (Foto Atas, dari kiri ke kanan) Wakasad Letjen Moeldoko dan Sekretaris Menkopolhukkam Letjen Langgeng Sulistyono.  (Foto bawah dari kiri ke kanan) Pangkostrad Letjen M. Munir dan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo

Calon KSAD : (Foto Atas, dari kiri ke kanan) Wakasad Letjen Moeldoko dan Sekretaris Menkopolhukkam Letjen Langgeng Sulistyono. (Foto bawah dari kiri ke kanan) Pangkostrad Letjen M. Munir dan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo

 

Saat ini yang menjabat pangkat Letnan Jenderal di jajaran TNI Angkatan Darat adalah :

1. Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad) Letjen TNI Moeldoko

Moeldoko adalah alumnus terbaik Akmil 1981.

Ia tercatat sebagai peraih bintang Adhi Makayasa.

Moeldoko kelahiran 6 Juli 1957 di Kediri, Jawa Timur.

Moeldoko pernah menjabat Kasdam Jaya, panglima Divisi I Kostrad dan Pangdam Tanjungpura dan Pangdam III/Siliwangi.

2. Pangkostrad Letjen TNI M. Munir

M. Munir adalah lulusan Angkatan 1983.

Mantan ajudan presiden SBY ini, lahir di Kendal, Jawa Tengah, 28 Oktober 1958.

Sejak 13 Maret 2012 ia menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Cadangan (Pangkostrad).

3. Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Gatot Nurmantyo

Gatot adalah alumnus Akmil 1982.

Ia mengawali karir militer sebagai Danton MO.81 Kiban Yonif 315 Dam II/Slw, Dankipan B Yonif 320, Dankipan C Yonif 310, dan Kaurdal Denlatpur. Selanjutnya, ia pernah menjadi ADC Pangdam III/Slw, Ps Kasi 2 Opsrem 174/PTM, Danyonif 731 REM/PTM, Dandim 1707/Merauke, Dandim 120/Jayapura, Sespri Wakasad, Danbrig 1/Pks Dam Jaya, Asops Kasdam Jaya, Danrindam Jaya, dan Kasdiv II Kostrad, serta gubernur Akmil.

4. Sekretaris Menko Polhukkam Letjen TNI Langgeng Sulistyono

Mantan Koordinator Spri KSAD di era KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu ini adalah lulusan tahun 1980.

Langgeng dilantik oleh Menko Polhukkam Djoko Suyanto tanggal 21 Maret 2012.

Secara berturut-turut, Langgeng pernah bertugas sebagai :

  1. Komandan Korem 072/Pamungkas
  2. Kasdam IV Diponegoro (2008-2010)
  3. Pangdam IV Diponegoro (2010-2011)
  4. Asisten Teritorial Panglima TNI (2011-2012)

 

Letnan Jenderal TNI Budiman

Letnan Jenderal TNI Budiman

 

Sesungguhnya masih ada 1 orang lagi perwira tinggi TNI AD berbintang 3 yaitu Letnan Jenderal TNI Budiman, yang merupakan mantan Wakasad.

Saat ini Budiman digeser untuk menduduki jabatan yang sangat strategis yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan menggantikan posisi Marsekal Madya Eris Herryanto.

Letnan Jenderal Budiman dilahirkan di Jakarta, tanggal 25 September 1956.

Budiman berasal dari Angkatan 1978.

Namanya masuk dalam bursa pemilihan KSAD yang baru, saat Jenderal George Toisutta akan segera pensiun.

Latar belakangnya sebagai Sekretaris Militer di era kepemimpinan Presiden SBY, ternyata tak cukup menolong untuk membawanya ke kursi nomor satu jabatan di jajaran TNI AD.

Sebab saat itu, Budiman harus bersaing dengan Pramono Edhie Wibowo.

Jadi jika hendak membahas mengenai calon-calon KSAD yang baru untuk menggantikan Jenderal Pramono Edhiw Wibowo, hanya tersisa 4 nama yang sama besar peluangnya.

Ke-empat perwira tinggi yang memang terbesar peluangnya menjadi calon KSAD baru adalah Letjen Moeldoko, Letjen M. Munir, Letjen Gatot Nurmantyo dan Letjen Langgeng Sulistiyono.

Ke-empat perwira tinggi ini sama-sama berpengalaman dan sama-sama sudah melewati jenjang karier kemiliteran yang panjang.

Kalau dari segi senioritas angkatan, maka yang paling senior dari ke-4 perwira tinggi ini adalah Letjen Langgeng Sulistyono.

Dan yang termuda dari segi angkatan, adalah Letjen M. Munir.

 

Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir

Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir

 

Tetapi fakta bahwa Pangkostad M. Munir pernah menjadi Ajudan Presiden SBY dari tahun 2004-2009 tampaknya akan menjadi satu-satunya faktor keberuntungan yang dikantonginya.

Letjen Muhammad Munir bukan orang baru di tubuh korps baret hijau (Kostrad). Sebelumnya, ia pernah menjabat Panglima Divisi Infanteri II Kostrad.

M. Munir juga pernah mengemban pendidikan pengembangan spesialis, di antaranya Sussa Inggris (1988) dan Dispatcher (1994). Dalam kariernya, Munir sempat ditugaskan ke luar negeri, seperti Singapura (2000) dan Cina (2001) dalam rangka penugasan khusus.

Jika ia yang dipilih menjadi KSAD baru, maka itu akan melanjutkan “tradisi” sebelumnya dimana para Pangkostrad-lah yang akan mengisi posisi sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Seperti yang terjadi pada diri Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Jenderal George Toisutta, Jenderal Ryamizard Ryacudu dan Jenderal Wiranto.

Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi calon resmi dari Mabes  TNI AD untuk diusulkan menjadi KSAD baru,  maka terlebih dahulu harus digelar rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) untuk melakukan penyeleksian.

Jika Pramono Edhie Wibowo akan pensiun per tanggal 1 Juni 2013, maka rapat Wanjakti diperkirakan akan berlangsung pada bulan Mei 2013.

Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat diusulkan Panglima TNI berdasarkan pertimbangan musyawarah dewan kepangkatan dan jabatan tinggi (Wanjakti) dan disetujui presiden.

Panglima TNI biasanya mengajukan tidak lebih dari satu calon usulan. Jika presiden tidak menyetujui usulan itu, Panglima TNI akan mengajukan usulan lain.

Jadi kita tunggu saja, siapa yang akan menjadi KSAD baru …

 

 

MS

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,691 other followers