Salah Satu Pasukan Elite Terbaik Dunia Itu Bernama Yoni Netanyahu

Letnan Kolonel Yoni Netanyahu (kanan)

Letnan Kolonel Yoni Netanyahu (kanan)

 

Jakarta, 18 April 2013 (KATAKAMI.COM)   —  Saat Pasukan Elite Indonesia, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merayakan hari jarinya ke 61 tanggal 16 April lalu, sejumlah media memuat daftar pasukan elite terbaik dunia. Sebab, Kopassus masuk dalam daftar pasukan elite terbaik di dunia.

Dan pasukan elite terbaik didunia yang sangat dihormati adalah :

1. ‘U.S Navy SEAL’ (Pasukan Elite Amerika)

2. ‘Sayeret Matkal’ (Pasukan Elite Israel)

3. ‘Kopassus’ (Pasukan Elite Indonesia)

4. ‘Directorate A’ (Pasukan elite Rusia)

5. ‘Kaibiles’ (Pasukan Elite Guatemala)

Pada peringkat yang kedua, kita membaca nama Sayeret Matkal.

Dari banyak referensi yang dapat kita baca di internet, Sayeret Matkal adalah unit pasukan khusus yang didirikan Israel Defense Forces (IDF).

Pasukan inilah yang dianggap paling berbahaya milik Israel.

Pasukan khusus angkatan bersenjata Israel ini dikenal ahli dalam senjata ringan, beladiri, dan melakukan mata-mata/intelijen dari jauh di belakang garis musuh. Mereka juga sangat terlatih untuk melakukan penanggulangan terorisme dan penyelamatan sandera.

Operasi yang sangat terkenal dan dikenang sepanjang masa dari Pasukan Sayeret Matkal adalah Operasi Entebbe, yaitu sebuah misi penyelamatan pembebasan sandera di pesawat Air France 139 di Bandara Entebbe, Uganda, pada tahun 1976.

 

Ini adalah foto khusus yang berhasil diabadikan dinas rahasia Israel, Mossad, saat pasukan khusus Israel Sayeret Matkal berhasil menyelamatkan penumpang pesawat Air France lewat Operasi Entebbe di Uganda tahun 1976

Ini adalah foto khusus yang berhasil diabadikan dinas rahasia Israel, Mossad, saat pasukan khusus Israel Sayeret Matkal berhasil menyelamatkan penumpang pesawat Air France lewat Operasi Entebbe di Uganda tahun 1976

 

Operasi Entebbe bermula pada tanggal 27 Juni 1976.

Sebuah pesawat Airbus milik Air France yang sebagaian besar berpenumpang warga negara Israel dibajak ketika berada diatas udara Eropa.

Pesawat ini berangkat dari Tel Aviv menuju Paris.

Pelaku pembajakan kemudian diketahui berjumlah 4 orang, 2 orang Palestina dan 2 orang Jerman yang salah satunya perempuan.

Pembajak selanjutnya mengarahkan pesawat ke Benghazi, Libya. Setelah mengisi bahan bakar mereka lantas membawa pesawat mengarah ke selatan menuju Uganda dan mendarat di bandara Entebbe. Idi Amin, penguasa Uganda waktu itu ternyata malah memberikan perlindungan. Di Entebbe lantas bergabung pula 4 anggota pembajak lain.

Peristiwa ini langsung menjadi pembahasan serius di Israel.

Pemerintah Israel berupaya menyusun berbagai skenario pembebasan, termasuk opsi operasi militer.

Sampai titik ini pembajak jelas berada diatas angin. Entebbe berlokasi ribuan kilometer dari Israel. Selain itu, mereka mendapat perlindungan penuh dari Idi Amin. Kondisi ini membuat operasi militer amat sulit untuk dilakukan.

Setelah melalui perdebatan, didapat dua skenario operasi pembebasan:

1. Menerjunkan pasukan amfibi di Danau Victoria yang berlokasi dekat bandara Entebbe untuk selanjutnya menyusup dan membebaskan sandera.

2. Mendaratkan pasukan langsung di bandara Entebbe dilanjutkan penyerbuan untuk membebaskan sandera.

 

Pasukan penyerbu yang merupakan pasukan elit Sayeret Matkal menyamar dengan menaiki sedan  Marcedes dalam pelaksanaan operasi penyelamatan sandera di Bandara Entebbe, Uganda.

Pasukan penyerbu yang merupakan pasukan elit Sayeret Matkal menyamar dengan menaiki sedan Marcedes dalam pelaksanaan operasi penyelamatan sandera di Bandara Entebbe, Uganda.

 

Menjelang batas akhir, akhirnya skenario kedua yang dipilih, mendaratkan pasukan langsung ke bandara.

Kekuatan yang akan mendarat di Entebbe dibagi menjadi dua: unit penyerbu yang akan membebaskan sandera dan pasukan pendukung yang akan berjaga mengamankan bandara.

Unit penyerbu akhirnya dipercayakan ke pasukan khusus Israel, Sayeret Matkal.

Unit ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Jonathan Netanyahu, kakak dari perdana menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu.

Sedangkan pasukan pendukung terdiri atas gabungan pasukan lintas udara (linud) dan Brigade Golani.

Iring-iringan akan terdiri atas 4 pesawat Herculas, 3 mengangkut pasukan sedang pesawat keempat akan dipergunakan untuk mengangkut sandera.

Urutan operasi secara garis besar direncanakan sebagai berikut: Hercules akan berangkat dari Israel; terbang rendah untuk menghindari deteksi radar negara-negara Arab; mendarat di Bandara Entebbe tanpa terdeteksi; unit penyerbu menuju terminal lama tempat sandera disekap; pasukan pendukung mengamankan bandara; unit penyerbu kemudian melumpuhkan pembajak plus tentara Uganda yang mungkin turut menjaga sandera; membebaskan sandera dan mengangkutnya dalam Hercules; mengisi bahan bakar di Entebbe atau Kenya; terbang pulang ke Israel.

Jelas saja ini rencana yang ambisius.

Di negara asing yang harus mereka darati plus minimnya informasi intelejen, kesalahan sangat mungkin terjadi. Dalam situasi kritis macam ini, kesalahan kecil bisa berarti bencana dan jatuhnya korban.

Terlepas dari informasi intelejen yang tidak benar-benar lengkap, akhirnya pemerintah Israel pada tanggal 3 Juli 1976, memberikan lampu hijau untuk operasi ini.

Setelah mendarat, pasukan penyerbu yang merupakan pasukan elit Sayeret Matkal akan menyamar dengan menaiki sedan dan dua Land Rover berplat dan berbendera Uganda.

Mereka harus  menuju bangunan terminal lama yang berjarak beberapa ratus meter dari tempat pendaratan tanpa terdeteksi, kemudian menyerbu untuk melumpuhkan pembajak dan membebaskan sandera.

Jumlah pasukan penyerbu tentu saja terbatas, hanya 30 orang.

Tugas ini ternyata dapat dituntaskan baik oleh Sayeret Matkal.

Semua pembajak akhirnya tertembak mati plus 45 tentara Uganda juga tercatat tewas.

Selain itu, pasukan pendukung yang mengamankan bandara juga berhasil meledakkan 11 pesawat tempur jenis MiG-17 milik angkatan udara Uganda.

Dari 105 sandera, 3 dinyatakan tewas dan 10 lainnya luka-luka.

Dari pasukan Israel hanya 1 korban tewas.

Ironisnya, korban tewas ini adalah komandan Sayeret Matkal sendiri yaitu Letnan Kolonel Yoni Netanyahu yang kala itu baru berusia 30 tahun.

Sebuah peluru menembus dada dan merobohkannya.

 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berziarah ke makam Yoni, kakaknya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berziarah ke makam Yoni, kakaknya.

 

Yoni dilahirkan tanggal 13 Maret 1946.

Sedangkan sang adik yaitu Benjamin Netanyahu dilahirkan tanggal 21 Oktober 1949.

Dan jika Yoni masih hidup, barangkali ia akan merasa sangat bangga sebab adiknya yaitu Benjamin Netanyahu menduduki jabatan yang sangat penting di Israel sebagai Perdana Menteri untuk periode ketiga.

Dalam keluarga Netanyahu, ketiga anak lelaki dari pasangan Prof. Benzion Netanyahu dan Cila yaitu Yoni, Benjamin dan Iddo Netanyahu, semuanya tercatat pernah menjadi anggota Pasukan Elite Sayeret Matkal ini.

Akan tetapi, pada perkembangannya, Bibi (panggilan Benjamin Netanyahu) lebih memilih untuk terjun ke dunia politik dan Iddo lebih memiliki kariernya sebagai seorang radiolog.

Mantan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, juga merupakan mantan anggota Sayeret Matkal.

Ketua Partai Politik Kadima, Shaul Mofaz, juga merupakan mantan anggota Sayeret Matkal.

Dan salah seorang menteri yang kini memperkuat pemerintahan Netanyahu, Naftali Bennett (yang merupakan Ketua Partai Politik Rumah Yahudi / The Jewish Home), juga mantan anggota Sayeret Matkal.

Direktur Dinas Rahasia Mossad saat ini, Tamir Pardo, juga merupakan mantan anggota Pasukan Elite Sayeret Matkal.

Bahkan dalam pelaksanaan Operasi Entebbe di Uganda, Tamir Pardo juga ikut serta dan menjadi salah seorang anak buah dari Yoni Netanyahu sebagai tim penyerbu dalam Operasi Entebbe di Uganda.

Saat Yoni Netanyahu gugur dalam tugas penting pada Operasi Entebbe, kabar tentang kematian itu justru baru bisa diketahui beberapa jam kemudian oleh Menteri Pertahanan Israel yang saat itu dijabat oleh SHIMON PERES.

Shimon Peres mendengar kabar kematian komandan pasukan khusus Israel ini dari Kepala Staf IDF, Motta Gur yang datang memberikan laporan kepada Menteri Pertahanan Shimon Peres pada jam 4 pagi waktu setempat.

Dan itupun bisa terungkap karena Shimon Peres menuliskan dalam buku hariannya seperti yang dituliskan dalam situs resmi yang diperuntukkan bagi Almarhum Yoni Netanyahu:

Shimon Peres wrote in his diary the following lines: “At four in the morning, Motta Gur came into my office, and I could tell he was very upset. ‘Shimon, Yoni’s gone. A bullet hit him in the heart…’ This is the first time this whole crazy week, that I cannot hold back the tears.”

The planes carrying the soldiers landed in Israel in the morning, at the military base at Tel Nof. Rabin and Peres were there to greet them. When Muki ( Colonel Moshe “Muki” Betser)  came out of the plane, Shimon Peres turned to him and asked: “How was Yoni killed?”

“He went first, he fell first,” Muki answered.

 

Keluarga Netanyahu :  Prof Benzion Netanyahu dan isterinya, Cila, bersama ketiga anak lelaki mereka. Yoni Netanyahu, paling kanan, Benjamin Netanyahu, paling kiri, dan Iddo Netanyahu dipangku oleh sang ibu.

Keluarga Netanyahu : Prof Benzion Netanyahu dan isterinya, Cila, bersama ketiga anak lelaki mereka. Yoni Netanyahu, paling kanan, Benjamin Netanyahu, paling kiri, dan Iddo Netanyahu dipangku oleh sang ibu.

 

Tanggal 5 Mei 2008, salah satu media di Israel yaitu YNET, mempublikasikan rekaman percakapan antara ALMARHUM YONI NETANYAHU dengan BRIGJEN SHOMRON saat mereka sedang dalam operasi Entebbe.

Mengutip pemberitaan YNET, transkrip percakapan itu adalah sebagai berikut ( setelah diterjemahkan menjadi bahasa Inggris ) :

Field intelligence officer: “There are two casualties among the hostages, and a number of casualties among the terrorists. A number of Ugandan casualties. We have one injury, over.”

Communications officer: Look, the numbers don’t add up. We have to make sure no one is left behind, over.”

Field intelligence officer: We’ve looked. I personally looked. Maybe they took someone elsewhere. The old terminal is empty, over.”

Communications officer: “Did you check the plane?”

Field intelligence officer: “Not inside the plane. We’re afraid it may be booby-trapped, we didn’t go in. It looks dark and no noise has been heard from it.”

Operasi Entebbe akhirnya menjadi sebuah operasi yang sangat dikenang sepanjang masa.

Keberhasilan pasukan elite Sayeret Matkal dalam operasi ini menjadi salah satu operasi terbaik dari sebuah pasukan khusus yang menjadi tolak ukur dari kehebatan sebuah unit pasukan elite.

Walaupun sang komandan harus terkorbankan dalam operasi yang gemilang ini.

Nama Yoni Netanyahu menjadi sangat dihormati di Israel.

Tak ada yang tak mengenangnya.

Tak ada yang tak menghormatinya.

Sehingga media di Israel langsung berspekulasi, ketika Presiden Barack Obama mengutip pernyataan Yoni Netanyahu adalah salah satu cara yang dipakai Obama untuk bisa merebut hati PM Netanyahu.

Presiden Barack Obama berkunjung ke Israel, Palestina dan Yordania tanggal 20-23 Maret 2013 lalu.

Pada acara jamuan makan makan yang dilakukan PM Netanyahu, yaitu pada saat jumpa pers bersama di kediaman Perdana Menteri Netanyahu (Rabu malam, 20/3/2013), Obama mengatakan sebagai berikut :

“Hari Jumat nanti saya akan berziarah ke pemakaman Mount Herzl, dan salah seorang yang dimakamkan disana adalah Yoni Netanyahu”, kata Obama.

 

Letnan Kolonel Yoni Netanyahu, Komandan Pasukan Sayeret Matkal yang gugur dalam operasi pembebasan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976

Letnan Kolonel Yoni Netanyahu, Komandan Pasukan Sayeret Matkal yang gugur dalam operasi pembebasan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976

 

Lantas Obama mengutip sebuah kalimat yang pernah dituliskan oleh Yoni Netanyahu :

“Don’t forget that strength, justice and staunch resolution are on our side.”

Itulah sebabnya, sejumlah pengamat dan media di Israel lantas beranggapan bahwa hal itu adalah salah satu strategi Obama untuk memenangkan hati Netanyahu yang memang sangat mencintai saudaranya.

Dan Obama berhasil !

Netanyahu sangat tersentuh hatinya.

Apapun yang berkaitan dengan sang kakak, seakan membuat Bibi sangat tersentuh hatinya.

Netanyahu mengungkapkan betapa ia sangat tersanjung dan terkejut mendengar Obama mengutip pernyataan almarhum kakaknya.

“Saya terkejut ketika anda mengingatkan saya pada Yoni” kata PM Netanyahu saat itu.

Sampai saat ini, memang banyak cara yang dilakukan Pemerintah Israel untuk mengenang sang pahlawan yang mereka cintai ini.

Membuat film dokumenter, buku dan situs khusus untuk mengenang Yoni Netanyahu.

Yoni menjadi sebuah legenda yang terus dikenang sepanjang masa.

Tak cuma dikenang di negaranya tapi juga di dunia.

Requestat in pace, Yoni.

 

 

 

MS

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,872 other followers