Harusnya Paus Fransiskus Yang Berkunjung Ke Israel

Foto Kombinasi : Paus Fransiskus dan Presiden Israel Shimon Peres (saat menerima Nobel Perdamaian tahun 1994, dimana saat itu Shimon Peres berbagi kemenangannya dengan Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin)

Foto Kombinasi : Paus Fransiskus dan Presiden Israel Shimon Peres (saat menerima Nobel Perdamaian tahun 1994, dimana saat itu Shimon Peres berbagi kemenangannya dengan Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin)

 

Jakarta, 26 April 2013 (KATAKAMI.COM)   —  Apa saja tentang Presiden Israel Shimon Peres, seakan menjadi tren yang begitu menyentuh hati para bawahannya.

Salah satu contoh, lihatlah bagaimana Israel begitu bangga bahwa Presiden mereka akan segera merayakan ulangtahunnya ke 90 tanggal 2 Agustus mendatang.

Shimon Peres lahir di Polandia, 2 Agustus 1923.

Tidak kurang dari penyanyi dunia Barbara Streisand akan menggelar konser khusus di Israel untuk memeriahkan ulangtahun Presiden Shimon Peres ke 90.

Dan beberapa kali, akun akun media sosial pemerintah Israel di TWITTER dengan bangga dan sangat senang menginformasikan bahwa perayaan ulangtahun presiden mereka memang akan dibuat sangat khusus dan meriah luar biasa.

Begitulah Israel.

Orang lain, negara lain, siapa saja, boleh menghujat negara mereka. Tapi mereka tahu bagaimana menumbuhkan rasa kebersamaan secara nasional.

Shimon Peres diundang untuk bertemu Paus Fransiskus di Tahta Suci Vatikan.

Untuk itulah, Presiden Israel ini akan bertolak dari negaranya menuju Italia pada hari Senin (29/4/2013).

Sebuah keistimewaan diberikan Tahta Suci Vatikan kepada Israel sebab Presiden Shimon Peres adalah kepala negara asing pertama yang diterima sebagai tamu resmi Paus sejak menjabat terpilih sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma.

Paus Fransiskus bernama asli Jorge Mario Borgoglio.

Ia terpilih lewat pemilihan suara (voting) pada hari kedua Konklaf tanggal 13 Maret 2013, untuk menggantikan Paus Benediktus yang mengundurkan diri karena alasan kondisi kesehatan yang memburuk.

 

Presiden Israel Shimon Peres menyambut kedatangan Paus Benediktus di Bandara Ben Gurion Israel, 11 Mei 2009

Presiden Israel Shimon Peres menyambut kedatangan Paus Benediktus di Bandara Ben Gurion Israel, 11 Mei 2009

 

Tak lama setelah Paus Fransiskus terpilih, Presiden Shimon Peres menyampaikan ucapan selamatnya untuk Tahta Suci Vatikan.

Shimon Peres mengundang Paus Fransiskus untuk datang berkunjung ke Israel dan mengatakan bahwa Paus Fransiskus “mewakili pengabdian, cinta Allah, cinta damai dan kesederhanaan yang begitu suci”.

“Paus Fransiskus akan sangat disambut dengan sangat baik sebagai tamu di Tanah Suci Israel, sebagai seseorang yang memang memberikan inspirasi yang dapat menambah upaya untuk membawa perdamaian di wilayah yang penuh badai,” kata Shimon Peres saat itu.

Pendahulu Paus Fransiskus yaitu Paus Benediktus sudah pernah mengunjungi Israel pada tahun 2009 lalu dan bertemu dengan Presiden Shimon Peres.

Shimon Peres dan Paus Benediktus hampir seusia.

Shimon Peres kelahiran tahun 1923, sedangkan Paus Benediktus kelahiran tahun 1927.

Sehingga jika nanti Paus Fransiskus bertemu dengan Presiden Shimon Peres, maka pertemuan itu ibarat pertemuan pribadi seorang adik dengan saudara lelakinya yang berusia lebih tua.

Selain bertemu dengan Paus Fransiskus, dalam kunjungannya nanti Presiden Shimon Peres juga akan bertemu dengan Presiden Italia Giorgio Napolitano.

Dan yang mengejutkan, 100 biarawan Fransiskan akan menghadiahkan MEDALI PERDAMAIAN kepada Presiden Shimon Peres di kota kecil Asissi, tempat pengabdian Santo Fransiskus Asissi semasa hidupnya.

Shimon Peres akan mendapat perlakuan yang sangat istimewa di Asissi, yang terletak di Provinsi Perugia, Italia Tengah.

 

Kota Yerusalem

Kota Yerusalem

 

Yang menjadi pertanyaan disini, mengapa justru Shimon Peres yang diundang untuk datang ke Tahta Suci Vatikan.

Tanpa bermaksud menyinggung perasaan Israel sebagai sebuah negara, Paus Fransiskus tak perlu mengistimewakan Israel, lebih dari negara manapun didunia ini.

Paus Fransiskus harus netral dalam menyikapi segala sesuatu yang menyangkut masalah perundingan damai antara Israel dan Palestina, yang sampai detik ini belum menemui titik temu dan belum mendapatkan titik terang apapun.

Mengundang Shimon Peres sebagai kepala negara pertama yang diberi keistimewaan oleh Tahta Suci Vatican akan membuat peran dan posisi Vatikan dalam proses perdamaian antara Israel dan Palestina menjadi kabur.

Shimon Peres adalah tokoh penerima NOBEL PERDAMAIAN di tahun 1994, dimana saat itu ia berbagi kemenangan dengan Pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin.

Shimon Peres memang tokoh yang disegani.

Bahkan di negaranya, ia menjadi tokoh pemersatu.

Dalam situasi dimana perdamaian antara Israel dan Palestina belum menunjukkan perkembangan yang positif, pemberian MEDAL PERDAMAIAN untuk Shimon Peres tidak tepat.

Harus dijelaskan oleh Tahta Suci Vatikan dan para biarawan Fransiskan di Asissi, apa latar belakang pemberian MEDAL PERDAMAIAN yang akan diberikan kepada Shimon Peres ?

Apakah hanya sebatas simbol penghormatan kepada Shimon Peres sebagai pribadi yang kebetulan adalah tokoh penerima Nobel Perdamaian dan saat ini masih menjabat sebagai seorang Presiden ?

Atau dalam rangka proses perdamaian antara Israel dan Palestina ?

Jika dalam rangka proses perdamaian antara Israel dan Palestina, sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan dari Israel dan Palestina.

 

PM Benjamin Netanyahu dan Presiden Shimon Peres

PM Benjamin Netanyahu dan Presiden Shimon Peres

 

Sesungguhnya, dalam rangka perkenalan resminya sebagai pemimpin baru Gereja Katolik, Paus Fransiskus-lah yang lebih tepat untuk datang terlebih dahulu ke Israel.

Israel adalah pusat peradaban dari sejarah gereja, sejarah agama Kristiani, terutama sejarah dimana Yesus menjalani kehidupannya yang penuh iman dan pengorbanan demi pengampunan dosa.

Paus yang harus mendatangi terlebih dahulu untuk meyakinkan seluruh komunitas Yahudi bahwa Gereja Katolik tetap melanjutkan perdamaian dan persahabatan dengan Yahudi, seperti yang menjadi concern dari Paus Benediktus.

Apalagi, undangan untuk berkunjung sudah disampaikan secara terbuka oleh Presiden Shimon Peres.

Berkunjunglah Bapa Suci, datangi Israel, dan datangi juga Palestina.

Tunjukkan pada dunia bahwa Gereja Katolik dan seluruh umatnya didunia akan terus memberikan perhatian dan kontribusi yang sangat positif bagi perdamaian Israel dan Palestina.

Simbol-simbol duniawi semacam medali perdamaian tak lagi dibutuhkan jika pemberiannya tidak bisa mencakup dan menjangkau tujuan dari misi perdamaian yang sesungguhnya.

Tetapi karena rencana kunjungan itu sudah terjadwal dan akan segera berlangsung, Paus Fransiskus harus mampu menyampaikan pesan perdamaian yang sangat jelas kepada Presiden Shimon Peres.

Sampaikan betapa  tinggi kepedulian Gereja Katolik dan seluruh umatnya terhadap misi perdamaian yang sejati antara Israel dan Palestina.

Sampaikan kepedulian tentang nasib para tahanan Palestina yang diharapkan bisa dibebaskan Pemerintah Israel sebab secara kebetulan yang akan bertemu dengan Paus Fransiskus adalah pimpinan tertinggi di Israel.

Shimon Peres, sang tokoh pemersatu dan tercatat sebagai peraih NOBEL PERDAMAIAN DUNIA, harus terus diketuk hatinya untuk mampu mengarahkan pemerintahan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu lebih serius menunjukkan itikat baik berdamai dengan Palestina.

Tapi apapun juga yang terjadi, pertemuan antara Paus Fransiskus dan Presiden Shimon Peres adalah pertemuan dua tokoh dunia yang sangat menarik untuk disimak.

Semoga kunjungan ini bukan menjadi kunjungan biasa-biasa yang tak mendatangkan arti dan makna apapun juga.

Kunjungan ini harus memberikan manfaat yang berguna bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Shalom Jerusalem !

 

 

MS

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,442 other followers