Kim Jong Un, Monster Atau Pemimpin Tertinggi ?

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un

 

Jakarta, 13 Desember 2013 (KATAKAMI.COM) — Tahun ini, persis dua tahun kematian pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Il. Itu artinya, sudah dua tahun Korea Utara dipimpin oleh seorang anak muda yang awalnya diprediksi akan membawa perubahan yang ke arah yang lebih baik untuk rakyat Korea Utara.

Dia adalah Kim Jong Un.

Ayah dari Kim Jong Un yaitu Kim Jong Il meninggal dalam usia 69 tahun pada 17 Desember 2011.

Kim Jong Il memimpin Korut selama 17 tahun, dan meninggal karena serangan jantung.

Pasca kematian sang ayah, tongkat komando kepemimpinan Korut beralih kepada Kim Jong-Un yang merupakan putera ketiga dari Kim Jong-Il.

Kim Jong-Il sendiri mewarisi kekuasaan di Korut dari ayahnya yang juga pendiri Korut, Kim il-Sung.

Kim Jong Un yang kini menjadi pemimpin tertinggi di Korea Utara adalah anak ketiga dan termuda dari pasangan Kim Jong-il dengan Ko Young-hee.

Un diperkirakan lahir tahun 1983 atau 1984.

Ia lulus dari Swiss tahun 1998.

Kemudian, ia memperlajari bidang militer di Univeritas Kim Il Sung tahun 2002-2006.

 

Pemimpin tertinggi Korea  Utara, Kim-Jong-Un dan istri, Ri-Sol-Ju.

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim-Jong-Un dan istri, Ri-Sol-Ju.

 

Kim Jong Un memiliki seorang istri yang berparas cantik bernama Ri Sul-joo.

Dalam beberapa kesempatan, Un mengikut-sertakan sang istri dalam kegiatan-kegiatannya di hadapan publik.

Mantan bintang basket NBA Dennis Rodman menyatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memiliki seorang bayi perempuan yang diberi nama Ju-ae.

Hal ini bisa diketahui Rodman karena ia memang diizinkan oleh Kim Jong Un untuk beberapa kali berkunjung ke Korea Utara, sebab Un memang mengagumi mantan pebasket yang tersohor ini.

Pada peringatan 2 tahun kematian Kim Jong Il tahun ini, yang sangat mengejutkan datang dari Korea Utama.

Kim Jong Un memutuskan untuk menghukum mati paman kandungnya sendiri, Jang Song-thaek, karena dianggap sebagai pengkhianat.

Media pemerintah Korea Utara memberitakan bahwa paman Kim Jong-un telah dieksekusi mati, dan menyebutnya “lebih buruk dari seekor anjing.”

Berita itu dirilis Jumat (13/12/2013) dinihari waktu setempat setelah pemerintah mengatakan bahwa si paman, Jang Song-thaek, telah dicopot dari semua jabatan yang dia sandang sebelumnya karena diduga korupsi, mengkonsumsi narkoba, berjudi, “main perempuan”, dan “tanpa moral serta cabul.”

Jang sebelumnya dianggap sebagai pejabat paling berkuasa kedua di negara itu. Dia disebut-sebut membantu Kim Jong-un membangun kekuasaan menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il, dua tahun lalu.

Kantor berita KCNA mengatakan pengadilan telah menyidangkan kasus kriminal Jang, termasuk “percobaan menggulingkan kekuasaan lewat semua intrik dan metode tercela dengan ambisi liar untuk merebut kekuasaan tertinggi dari partai dan negara kita “.

Berita itu juga menyebut dia sebagai “pengkhianat negara” dan “lebih buruk dari seekor anjing “.

Jang menikah dengan bibi Kim, Kim Kyong-hui, adik perempuan Kim Jong-il. Jang sebelumnya diberitakan telah “menyalahgunakan kekuasaan “, “berlaku korup”, mengkonsumsi narkoba dan menghamburkan uang di kasino ketika menjalani perawatan medis di luar negeri.

 

Kim Jong Un

Kim Jong Un

 

Kabar yang juga sangat mengejutkan keluar dari Korea Utara pada bulan lalu.

Korea Utara mengumumkan hukuman mati terhadap sekitar 80 orang pada awal bulan ini, sebagian besar karena diam-diam menonton acara TV Korea Selatan.

Surat kabar Korea Selatan JoongAng Ilbo pada Senin mengutip sumber yang tak disebut identitasnya mengenai eksekusi tersebut.

Di sisi lain, satu kelompok pembelot Korea Utara juga mengatakan telah mendengar kabar itu,

Sumber tersebut, yang disebutkan tahu banyak soal dalam negeri Korea Utara dan baru saja kembali dari negeri itu, mengatakan eksekusi tersebut dilakukan di tujuh kota pada 3 November.

Menonton film atau TV asing adalah pelanggaran serius di Korea Utara.

Yang justru patut dipertanyakan sepanjang Kim Jong Un menggantikan sang ayah untuk memimpin Korea Utara, anak muda yang berpendidikan “barat” ini akan membawa perubahan yang ke arah yang lebih baik, atau malah membawa Korea Utara ke jurang kehancuran ?

Un harus diingatkan untuk tidak mudah memberikan perintah EKSEKUSI MATI kepada rakyatnya sendiri, untuk kesalahan dan pelanggaran apapun yang sesungguhnya tak perlu diganjar dengan hukuman mati.

Sekedar menonton saluran televisi asing, atau berbeda pandangan dalam internal keluarga (antara paman dan keponakan misalnya), hukumannya tak perlu sampai seserius berupa vonis mati.

Tidakkah sangat miris perbedaannya, ketika seorang Kim Jong Un mengizinkan seorang asing semacam Dennis Rodman begitu bebas leluasa menemui sang pemimpin tertinggi, menunjukkan foto dan merilis informasi apapun yang baru ia ketahui tentang Kim Jong Un sekeluarga kepada media, sementara kepada rakyatnya sendiri ia berlaku sangat keras dan otoriter ?

Kakek dan ayahnya tak pernah melakukan hal seradikal ini, dimana seorang asing diizinkan mengekspose kedekatan secara berlebihan kepada media, tetapi kepada rakyatnya sendiri sangat keras.

Dididik di sekolah barat, Un harusnya mampu menghadapi situasi ketika ia harus berbeda pandangan dengan siapapun juga.

Perbedaan pendapat, termasuk dalam menghadapi ancaman sekecil atau sebesar apapun, Kim Jong Un harus lebih bijaksana.

Ia dipersiapkan oleh sang ayah untuk menjadi pemimpin besar, bukan untuk menghabisi rakyatnya sendiri, tetapi membuat bagaimana Korea Utara tetap kuat dan tak gentar menghadapi ancaman musuh.

Sehingga kalau ada pertanyaan, Kim Jong Un seorang monster atau pemimpin besar ?

Jawabannya adalah, Kim Jong Un seorang pemimpin besar.

Ia telah dipersiapkan oleh sang ayah untuk mampu menggantikan tampuk kepemimpinan, memimpin Korea Utara menjadi seorang negara yang tangguh dan tak takut menghadapi musuh.

Tapi jangan lantas karena saat ini ia telah berada di puncak kekuasaan maka cara-cara kekerasan yang sangat amat keras kepada rakyatnya sendiri menjadi “gaya baru” dari Kim Jong Un Power.

Berikan cinta dan perlindungan kepada rakyat Korea Utara.

Kim Jong Un juga harus tetap mampu menjadi pemimpin yang disegani oleh militernya sebab ia hanya akan bisa menjadi pemimpin yang sangat kuat tak tergoyahkan, jika militer tetap berada di belakang kepemimpinannya.

Membawa perubahan ke arah yang lebih, tentu sangat baik.

Tetapi perubahan itu jangan justru dibuat sangat radikal.

Izinkan rakyatmu memiliki “sedikit” kebebasan untuk menyaksikan tayangan televisi asing, apalagi hanya sekedar menonton drama.

Dan cobalah untuk mengelola setiap perbedaan pendapat secara bijaksana dan jadilah pemimpin yang bisa dikritik oleh siapapun.

Mansei (Long Life), Dear Supreme Leader Un !

 

 

 

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,442 other followers