Puisi: Tiga Tahun Tak Kunjung Mengering Rinduku Mama

 

 

Oleh: Mega Simarmata
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Dan rinduku sedalam lautan
Seluas angkasa raya
Tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa aku sangat rindu”
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Selalu kusediakan satu ruang
Di dasar hati dan dijiwaku
Untuk menyimpan keabadian cintamu
Dan tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa aku sangat rindu”
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Kutatap ke atas setiap aku ingin bicara:
“Tamiangkon ahu borumon, Inang”
“Lungun-lungun rohaku boru siampudanmon”
Dan tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa sangat aku rindu”
°
°
°
Mengenang 3 tahun wafatnya
Ibu saya tercinta, Rusli Aminah Pasaribu
12 September 1936 – 4 Oktober 2014
°
°
°

 

 

Ditulis di Jakarta saat malam tiba
Selasa 3 Oktober 2017
°
°
°
💚☆ Mega Simarmata ☆💚

Advertisements

PUISI: Tentang Andra Sang Bidadari Surga

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di sisiku kamu terbang rendah
Memberitahuku banyak hal
Menuntunku melangkah
Kesana kemari di gedung itu

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di telingaku kamu menjerit sedih
“Itu disana sudah ada pembunuhku”
“Dia pembunuhku”
“Mereka pembunuhku”

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di belakangku kamu mendorong
“Marahi dia, marahi dia”
“Yang duduk disitu berbaju hitam”
“Tanyakan mengapa aku dipukuli?”

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Kamu dengar setiap tanya jawab
Kamu tolak semua pengakuannya
Sebab yang kamu alami
Tak sesuai dengan ucapannya

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di akhir kebersamaan tadi
Kamu sempat melambai penuh cinta
“Tante, aku sayang Tante”
“Terimakasih berjuang untuk aku”

 

🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🖤🖤🖤🖤🖤🖤

 

Mega Simarmata
Di Selatan Kota Jakarta
Pada Kamis malam 3 Agustus 2017

​Mengulas Penyanyi Ayu Ting Ting Dan Bilqis Anaknya

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Kamis 13 Juli 2017 (KATAKAMI) — Tak terlalu banyak perkembangan dari dunia selebriti Indonesia yang saya tahu.

Sebab sebab jurnalis, saya hanya meliput di bidang politik, hukum dan keamanan.

10 tahun pernah menjadi wartawan istana.

Dan sekarang sudah 12 tahun saya meliput di jajaran kepolisian, khususnya di Mabes Polri.

Ada satu artis yang sejak awal mendapat simpati dari saya.

Ia adalah penyanyi Ayu Ting Ting.

Enji, mantan suaminya, adalah anak dari Mantan Kapolri Jenderal Polisi Purn. Bambang Hendarso Danuri.

Saya tidak mengenal Enji tapi saya mengenal dengan sangat baik Pak BHD sekeluarga.

Kalau dibaca dari pemberitaan media, asal muasal permasalahan antara Ayu dan Enji adalah saat Keluarga Enji tak mengizinkan digelar resepsi pernikahan.

Padahal Ayu sudah mencetak undangan dan memesan suvenir.

Resepsi itu tidak di izinkan karena nama Jenderal BHD ikut dicantumkan dalam undangan.

Padahal ibu dari Enji adalah istri muda.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Maka dari dulu, saya simpati pada Ayu Ting Ting.

Ia marah karena Enji tak bersikap tegas saat Keluarga BHD menentang resepsi pernikahannya dengan Ayu.

Tapi saya bisa memahami mengapa Jenderal BHD tak mengizinkan namanya dicantumkan.

Besar kemungkinan, beliau tidak mau melukai perasaan istrinya yaitu Nanny Bambang Hendarso Danuri dan 2 anak dari pernikahan antara BHD-Nanny bernama Hani dan Bayu.

Apa yang mengagumkan dari sosok Ayu Ting Ting?

Wanita ini tegar.

Menjadi single parent bukanlah hal yang mudah.

Sayangnya, Ayu berkecimpung di dunia keartisan.

Pihak di belakang artis-artis terus mengolah bumbu penyedap berupa gosip demi gosip agar para artis tetap laku.

Untuk menjadi laku, maka harus masuk pemberitaan.

Karena memaksakan harus terus ada berita maka diciptakanlah gosip demi gosip.

Termasuk gosip sangat buruk sekalipun.

Bad news is a good news, untuk bisa tetap tenar dan laku dijual.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis

 

 

Maka saya menganggap gosip yang menimpa Ayu Ting Ting sudah melampaui batas kewajaran.

Saya tetap menaruh respek kepada kaum ibu, berapapun umurnya, atau siapapun dia, yang sudah berjuang demi anak yang mereka lahirkan.

Saya respek pada perjuangan Ayu Ting Ting demi anaknya Bilqis.

Anak ini tak berdosa.

Ia masih terlalu lugu.

Ia tak tahu seberapa besar pengorbanan sang ibu agar bisa terus mencari dan mendapat nafkah yang halal.

Menjadi artis pun sebuah profesi yang mulia jika ditekuni dengan sepenuh hati.

Ibu dan anak ini, Ayu dan Bilqis maksud saya, baru berlibur ke New Zealand.

Dalam setiap langkahnya, yang dilakukan dan diperjuangkan Ayu hanyalah demi membesarkan, membahagiakan dan memberikan hidup yang sangat layak untuk putri semata wayangnya.

Ia rela di gosipkan sebab gosip itulah yang dibutuhkan pihak dibelakang para artis untuk mempertahankan ketenaran dan laku tidaknya seorang artis.

 

 

Ayu Ting Ting

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Tetaplah bernyanyi Ayu, sebab suaramu memang sangat merdu.

Seiring waktu, pintu maaf dihatimu akan terbuka untuk ayah dari Bilqis.

Dengan kekuatanmu, kamu tak akan bisa memaafkan.

Tapi bila kamu memohon tangan Tuhan ikut bekerja, damai akan terwujud.

Tetaplah juga tersenyum.

Sebab senyuman akan membuat kita melupakan kepedihan di dalam relung hati.

Two thumbs up, Ayu !!! (***)

 

 

 

 

MS

​Untuk Anakku Mika Di Usia 15 Tahun

Mika Siagian dan Mega Simarmata

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 22 April 2017 (KATAKAMI) —-  Mika anakku.

Hari ini kamu berulang tahun ke 15.

Kamu lahir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, tanggal 22 April 2002.

Mommy ingin kamu tahu bagaimana dulu kisah saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Persis saat kehamilan Mommy memasuki bulan kedua waktu mengandung kamu, Mommy terkena rubella dan toxoplasma.

Maka dokter memberikan obat yang aman untuk menghilangkan kedua virus ini saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Sebab kalau tidak diobati, kamu bisa lahir dalam keadaan buta dan berkepala besar (hydrosefalus).

 

 

 

Romo Lambertus Somar

 

 

 

Selain berobat ke dokter, Mommy juga pergi ke Pastor Romo Lambertus Somar yang punya kemampuan adikodrati.

Setiap hari, dari Senin sampai Jumat, Mommy menemui Romo Somar ke rumahnya di Muara Karang.

Mommy berangkat jam 3 pagi dari rumah supaya bisa dapat antrian awal sebab banyak umat / masyarakat yang juga ke sana minta disembuhkan.

Mommy lakukan semua cara agar sembuh dan kamu bisa lahir sehat.

 

 

Lourdes

 

 

 

Persis saat kandungan Mommy masuk usia bulan ke 7, Mommy mendapat undangan dari Maskapai Penerbangan Perancis, Air France, untuk meliput sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle di kota Paris, pasca Serangan Teroris di Amerika Serikat 9/11.

Pemerintah Perancis memperketat dan meningkatkan sistem pengamanan di Bandara Charles de Gaulle agar jangan terjadi seperti serangan teroris di Amerika.

Mommy waktu itu masih meliput di Istana Presiden maka berangkat ke Perancis pun dengan beberapa wartawan Istana.

Atas permintaan Mommy, Air France di Indonesia bersedia memberikan bonus yaitu berkunjung secara gratis ke Lourdes, tempat penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette di Perancis Selatan.

Jadi pada waktu Mommy ke Perancis, Mommy mengandung kamu pada usia kehamilan ke 7 bulan.

Di Lourdes, Mommy berdoa:

Tuhan Yesus, Bunda Maria, saya ingin anak saya lahir sehat dan selamat, tanpa ada sakit apapun. Maka saya mohon sembuhkan semua virus dalam kandungan saya. Saya mohon, anak saya menjadi anak yang pintar dan berhasil dalam pendidikannya. Sayangi anak saya Tuhan. Jangan biarkan anak saya lahir dalam keadaan cacat”.

Akhirnya kamu lahir dalam keadaan sehat melalui operasi caesar di Rumah Sakit Harapan Kita tanggal 22 April 2002.

Saat operasi caesar sedang berlangsung, Mommy melihat penampakan siluet satu sosok lelaki tinggi besar di ujung ruang operasi.

Kehadiran sosok ini membuat Mommy sangat tenang, berani dan rileks menjalani persalinan.

Mommy terus mengucapkan doa salam maria sebab saat operasi caesar, hanya dilakukan bius lokal.

Kamu lahir tanpa ada 1 kekuranganpun.

Berat sekitar 3,9 kg.

Dan panjang sekitar 38 cm.

Mommy beri kamu nama Mikaela Rafagabriola yang diambil dari nama ketiga Malaikat Agung:

Mikael, Rafael dan Gabriel.

 

 

Mik Siagian dan Mega Simarmata

 

 

 

 

Waktu berjalan begitu cepat.

Sepanjang kamu SD, kamu selalu mendapat ranking 3 besar.

Bahkan beberapa kali menjadi ranking 1.

Dan sekarang kamu SMP.

Kamu selalu ranking 1 dikelasmu dan selalu menjadi juara umum seangkatanmu di SMP Tarakanita.

Juara 1 dari semua kelas di angkatan kamu di setiap tahun ajaran sepanjang SMP.

Mommy malah menasehati berbeda:

Mika kamu jangan terlalu keras belajar. Santai sedikit nak“.

Sebab nilaimu terus menerus sangat amat tinggi.

Kamu luar biasa pintar.

 

 

 

 

 

 

 

Dan saat kamu ceritakan bahwa seorang guru mengatakan bahwa kamu anak yang genius.

Mommy becanda, “Siapa dulu dong Mommy nya”.

Kamu juga becanda,

“It’s not from you Mom. It’s from Papa”.

Kamu hampir tidak pernah lagi berbahasa Indonesia, bahkan dalam perbincangan sehari-hari.

Kamu sangat fasih berbahasa Inggris.

Kamu meyakini kecerdasanmu turun dari Papa-mu.

Mommy meyakini kecerdasanmu yang sangat mengagumkan ini adalah mukjkzat Tuhan.

 

 

 

 

 

 

Minggu lalu kamu ikut perlombaan antar peserta bimbingan test BTA se DKI Jakarta.

Ratusan siswa siswi se-angkatanmu yang ikut bimbingan test BTA dari seluruh cabang mereka di Jakarta, berlomba di SMAN 6.

Kamu dapat ranking ke 3.

Selisih nilaimu hanya 1 digit dengan ranking 1.

Dan selisih 0,2 dengan ranking ke 2.

Kamu berwawasan sangat luas walau dalam beberapa hal, kamu berbeda pandangan dengan Mommy.

 

 

 

Bernie Sanders dan Donald Trump

 

 

 

Kamu ikuti perkembangan dunia.

Kamu tahu informasi apa saja sehingga kamu menjadi teman diskusi yang hebat untuk seorang wartawati senior seperti Mommy.

Kamu ikuti perkembangan politik di Amerika, terutama sepanjang pemilihan presiden.

Mommy mendukung Jeb Bush, dan setelah Jeb Bush kalah dalam penjaringan kandidat capres di Partai Republik, Mommy lantas mendukung dan mendoakan untuk kemenangan Donald Trump.

Kamu mendukung Partai Demokrat, utamanya Bernie Sanders.

Dan saat Donald Trump menang sebagai Presiden Amerika tanggal 8 November 2016, Mommy katakan pada kamu:

“Mommy sudah bilang sama kamu dari awal, Mik. Yang menang PASTI Partai Republik dan Donald Trump”.

 

 

Ahok

 

 

 

 

Dan saat berlangsung Pemilihan Gubernur di Jakarta, dari mulai putaran pertama hingga putaran kedua, kamu mendukung Ahok.

Kamu katakan Ahok sudah melakukan yang nyata dan yang terbaik untuk Jakarta.

Kamu tampak terdiam dan kecewa saat Ahok kalah di putaran kedua.

Mika anakku.

Di hari ulangtahunmu ini, Mommy punya harapan pada kamu.

Tetaplah menjadi anak yang takut akan Tuhan, rajin doa dan selalu setia dalam iman pada Yesus.

 

 

 

 

 

 

Papa dan Mommy sangat menyayangi kamu.

Kamu selalu ada dalam doa Mommy.

Kamu selalu ada di hati, pikiran dan di setiap detak jantung Mommy.

Selamat Ulangtahun Mika anakku.

Tanpa kamu sadari, ada satu doa kamu yang kini dikabulkan Tuhan.

Doa yang disampaikan dari kedalaman hati yang bersih, akan dikabulkan Tuhan nak.

 

 

 

 

 

 

Mommy sangat bangga pada kamu, Mika.

Mommy mengagumi hal hal yang indah dan hebat dari diri kamu.

Happy Birthday, Mika. Wish you all the best, Sweetheart. (***)

 

 

 

 

 

MS

PUISI: Di Sebuah Cafe Menjelang Ulangtahun

 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah-sebelahku, Mama

Ada secangkir teh

Ada 5 kuntum mawar merah

Ada  lampu-lampu yang indah

Dan aku merindukanmu

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah- sebelahku, Mama

Aku ingin duduk disebelahmu

Sambil mendengar nasehat

Tentang hidup yang harus disyukuri

Bila usiaku bertambah menjadi 46

 

 

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah-sebelahku, Mama

Aku berterimakasih pada Tuhan

Atas usia yang bertambah

Sembari memohon kebahagiaan kekal

Untukmu Mama dalam keabadian surga

 

 

 

 

 

Jakarta di sore hari

Di sebuah cafe

13.2.2017

 

 

 

 

MS

​Puisi: Sudah 731 Hari, Mama

 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Raga kita terpisah

Antara dua dunia yang berbeda

Hanya menghela nafas panjang

Yang dapat kulakukan

Setiap kali rinduku meluap

Setiap kali airmata menetes

Mengenangmu di setiap detik berlalu

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Tak dapat lagi kutatap

Keteduhan wajahmu

Tak dapat lagi kurebahkan

Kepalaku di bahumu

Hanya lantunan doa

Yang dapat kukirimkan

Setiap kali rinduku terus meluap

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Kusimpan rapi di relung hatiku

Hangatnya cintamu

Hangatnya pelukanmu

Hangatnya senyumanmu

Hangatnya kebersamaan

Hangatnya keabadian

Hangatnya kerinduan

 

 

Mama, ingatlah padaku disurgamu

 

 

(***)

 

 

Jakarta, 4 Oktober 2016

Mengenang 2 tahun wafatnya

Ibunda tercinta Rusli Aminah Pasaribu

​PUISI: Mama, Berikan Satu Kali Saja

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Tak pernah habis kata-kataku untukmu
Betapa aku mencintaimu
Betapa aku merindukanmu

 
Tiap detik, menit dan jam
Tiap hari dan tiap minggu
Tiap bulan dan tiap tahun

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar terbasuh rinduku

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar kuat jiwaku

 

Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dam ciumanmu
Agar masih bisa aku tersenyum

 

Dalam doaku telah kumohonkan
Tuhan, tolong peluk dan cium ibuku
Di hari ulangtahunnya di surga

 

Biarkan malaikat surga
Merdu bernyanyi untuk ibuku
Selamat ulangtahun Mama ….

 

 
Jakarta, 12 September 2016

MS

 

​In Memoriam Ibu Rusli Aminah Pasaribu Pada Peringatan Ulangtahun Ke 80

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 27 Agustus 2016 (KATAKAMI) —- Jika ada satu pertanyaan yang sangat sederhana ditujukan kepada kita semua, siapa dan bagaimanakah sosok seorang ibu bagi diri kita?

Ibu adalah wanita paling tinggi derajatnya dalam hidup kita.

Ibu yang mengandung dan melahirkan kita didunia.

Ibu yang menyusui, memmbesarkan dan mendidik kita.

Sehingga tak heran jika ada yang mengatakan, “Surga ada di telapak kaki ibu”.

Dalam ajaran agama Islam, sebuah hadits mengajarkan bahwa kecintaan terhadap sosok ibu harus 3 kali lipat besarnya.

Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

 

 

 

 

 

Sedangkan dalam ajaran agama Kristiani, Yesus Kristus pun menempatkan sosok ibu pada derajat yang sangat tinggi dan dimuliakan.

Sampai menjelang akhir hayatnya, Yesus tetap mengingatkan tentang penting dan istimewanya sosok ibu.

Yohanes 19:27:

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Tepat pada tanggal 12 September mendatang, almarhum ibu saya akan berulang tahun ke 80.

Namanya Rusli Aminah Pasaribu.

Beliau lahir di Pangururan tanggal 12 September 1936.

Di masa mudanya, ibu saya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Saya anak kelima dari lima bersaudara.

Sebenarnya kami ada 7 bersaudara tetapi yang 2 orang sudah meninggal dunia di waktu mereka kecil.

Dua tahun lalu, persis di bulan Agustus seperti ini pada tahun 2014, saat memasuki penghujung bulan Agustus 2014 ibu saya baru kembali dari rumah sakit setelah diopname selama 3 minggu.

Selama 3 tahun yaitu dari tahun 2011 sampai 2014, saya yang merawat ibu saya yang sakit dimensia.

 

 

 

 

 

Tapi penyakit yang menyebabkan beliau harus masuk rumah sakit adalah penyakit radang paru-paru.

Baru 2 minggu kembali ke rumah, sehari menjelang ulangtahunnya yaitu tanggal 11 September 2014 ibu saya harus masuk rumah sakit lagi.

Badannya panas tinggi.

Dan lemah sekali.

Saya menggendong beliau di punggung saya saat akan memasukkan ke dalam mobil.

Sebab waktu itu tidak ada yang menolong.

Tiga tahun merawat ibu yang sakit, saya sudah terbiasa melakukan semuanya sendirian.

Memandikan ibu saya pagi sore.

Memakaikan atau membukakan pakaian.

Memakaikan dan membuang pampers.

Membersihkan tubuh beliau bila buang air kecil dan buang air besar.

Memberi makan, entah itu sarapan, makan siang dan makan malam.

Memberi obat.

Semua saya lakukan sendiri dengan penuh kasih sayang.

Tanggal 11 September 2014, ibu saya kembali di opname.

Dan dirawat hampir 3 minggu.

Tetap saya yang menunggui beliau 24 jam di rumah sakit.

 

 

 

 

Hingga akhirnya beliau meninggal dunia tanggal 4 Oktober 2014.

Kalimat pertama yang saya ucapkan disaat saya melihat ibu saya meninggal dunia adalah;

“Mama, terimakasih ya Mama, karena aku yang Mama izinkan merawat Mama selama ini. Maafkan aku kalau ada kesalahanku. Yang terbaik yang aku bisa lakukan, sudah aku lakukan”.

Tak terhitung berapa kali saya menangis sejak kematian ibu saya.

Tapi setiap kali saya menangis, suara ibu saya seakan menggema di relung hati saya agar saya jangan menangis dan harus sabar.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya melupakannya.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya tak merindukannya.

Maka setiap kali saya melihat atau membaca berita, ada orangtua menangis karena kematian anaknya, atau ada istri karena kematian suaminya, siapapun yang berduka karena kematian orang yang sangat dicintainya, saya dapat merasakan bagaimana dan apa yang mereka rasakan.

Ketika kita kehilangan orang yang kita cintai karena mereka sakit, hati dan jiwa kita pasti sangat terguncang.

Apalagi kalau misalnya orang yang kita cintai itu mati karena dibunuh.

Apalagi jika pembunuhan itu adalah pembunuhan berencana.

Lalu jika ada anak didunia ini yang ibunya mati dibunuh, saya yakin anak ini tak akan pernah mau memaafkan pembunuh ibunya.

Lebih mengerikan lagi adalah jika misalnya didalam hidup ini ada seorang lelaki yang sudah membunuh ibu dari orang yang dicintainya, tapi tetap memaksa agar orang dicintainya harus mau kepada dirinya. Jika tidak mau maka ia akan melakukan semua cara kekerasan dan melibatkan sebanyak orang untuk memaksa, terutama untuk menganiaya. Atau misalnya ada yang merasa tak bersalah dan ia menganggap angin lalu tindakan bar bar yang pernah dilakukan di masa lalu.

Seandainya hal seperti ini terjadi dalam kehidupan nyata maka lelaki-lelaki seperti itu pasti merupakan jelmaan setan alias setan dari segala setan.

 

 

 

 

 

 

Jika ibu saya masih hidup maka tanggal 12 September nanti beliau akan berulang tahun ke 80.

Sampai saat ini, sesekali di malam hari, saya suka menatap ke hamparan langit yang tampak hitam dan gelap gulita, lalu saya berteriak memanggil ibu saya.

“MAMAAAAAAAAAAAAAA”.

Menutup tulisan ini, saya hanya ingin mengisi akhir pekan ini dengan mengenang ibu saya menjelang hari ulangtahunnya ke 80.

Setiap tarikan nafas saya, setiap degup jantung saya, setiap denyut nadi saya, isinya selalu berisi kecintaan dan kerinduan yang tak pernah berkesudahan pada ibu saya.

 

 

 

 

 

Doa seorang anak, apalagi doa seorang anak piatu seperti saya, akan selalu didengar dan dikabulkan Tuhan.

Maka saya tak putus mendoakan agar ibu saya bahagia di surga.

Dan dari surga menatap saya dengan penuh cinta.

Menatap anak bungsunya yang masih mengembara dalam hidup.

Menghadapi dan menjalani kehidupan yang tak mudah.

Sebab harus berhadapan dengan kawanan setan pencabut nyawa yang gemar menganiaya umat Tuhan seturut kemauan dan kepentingan mereka masing-masing.

Mama, selamat ulangtahun tanggal 12 September nanti.

Peluk dan cium dari aku, anak perempuanmu yang akan terus mencintaimu sampai selama-lamanya.

Aku rindu Mama, sangat rindu sekali.

Rinduku, tak terhitung banyaknya.

Rinduku, tak tertahankan perihnya.

Rinduku, tak terungkapkan dalamnya. (****)

 

 

 

MS

PUISI: Selamat Malam Surga

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Bagaimanakah kabar ibuku?
Belati rindu menikam kalbuku
Banyak cerita membebani jiwa
Berharap menangis dipelukan bunda

 
Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Rindukah juga ibuku padaku
Belati rindu menancapi kalbuku
Banyak duka mengiris jiwa
Berharap airmata dihapus bunda

 
Selamat malam surga
Tak cuma tanya demi tanya
Yang ingin kukirimkan kini
Peluk dan cium mesra berpita cinta
Kulayangkan ke surga untuk bunda
Diselipan angin malam aku berduka

 

 

Jakarta, 30 Mei 2016
Mega Simarmata

Blog at WordPress.com.

Up ↑