Puisi: Tiga Tahun Tak Kunjung Mengering Rinduku Mama

 

 

Oleh: Mega Simarmata
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Dan rinduku sedalam lautan
Seluas angkasa raya
Tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa aku sangat rindu”
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Selalu kusediakan satu ruang
Di dasar hati dan dijiwaku
Untuk menyimpan keabadian cintamu
Dan tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa aku sangat rindu”
°
°
°
Tiga tahun sudah, Mama
Aku kehilangan dirimu
Tapi kunjung mengering rinduku
Kutatap ke atas setiap aku ingin bicara:
“Tamiangkon ahu borumon, Inang”
“Lungun-lungun rohaku boru siampudanmon”
Dan tak berubah isi doaku:
“Tuhan, tolong peluk ibuku disurga-Mu
Dan tolong katakan bahwa sangat aku rindu”
°
°
°
Mengenang 3 tahun wafatnya
Ibu saya tercinta, Rusli Aminah Pasaribu
12 September 1936 – 4 Oktober 2014
°
°
°

 

 

Ditulis di Jakarta saat malam tiba
Selasa 3 Oktober 2017
°
°
°
💚☆ Mega Simarmata ☆💚

PUISI: Tentang Andra Sang Bidadari Surga

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di sisiku kamu terbang rendah
Memberitahuku banyak hal
Menuntunku melangkah
Kesana kemari di gedung itu

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di telingaku kamu menjerit sedih
“Itu disana sudah ada pembunuhku”
“Dia pembunuhku”
“Mereka pembunuhku”

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di belakangku kamu mendorong
“Marahi dia, marahi dia”
“Yang duduk disitu berbaju hitam”
“Tanyakan mengapa aku dipukuli?”

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Kamu dengar setiap tanya jawab
Kamu tolak semua pengakuannya
Sebab yang kamu alami
Tak sesuai dengan ucapannya

 

 

Kamu hadir tadi
Dan aku tahu kehadiranmu
Di akhir kebersamaan tadi
Kamu sempat melambai penuh cinta
“Tante, aku sayang Tante”
“Terimakasih berjuang untuk aku”

 

🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🖤🖤🖤🖤🖤🖤

 

Mega Simarmata
Di Selatan Kota Jakarta
Pada Kamis malam 3 Agustus 2017

​Mengulas Penyanyi Ayu Ting Ting Dan Bilqis Anaknya

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Kamis 13 Juli 2017 (KATAKAMI) — Tak terlalu banyak perkembangan dari dunia selebriti Indonesia yang saya tahu.

Sebab sebab jurnalis, saya hanya meliput di bidang politik, hukum dan keamanan.

10 tahun pernah menjadi wartawan istana.

Dan sekarang sudah 12 tahun saya meliput di jajaran kepolisian, khususnya di Mabes Polri.

Ada satu artis yang sejak awal mendapat simpati dari saya.

Ia adalah penyanyi Ayu Ting Ting.

Enji, mantan suaminya, adalah anak dari Mantan Kapolri Jenderal Polisi Purn. Bambang Hendarso Danuri.

Saya tidak mengenal Enji tapi saya mengenal dengan sangat baik Pak BHD sekeluarga.

Kalau dibaca dari pemberitaan media, asal muasal permasalahan antara Ayu dan Enji adalah saat Keluarga Enji tak mengizinkan digelar resepsi pernikahan.

Padahal Ayu sudah mencetak undangan dan memesan suvenir.

Resepsi itu tidak di izinkan karena nama Jenderal BHD ikut dicantumkan dalam undangan.

Padahal ibu dari Enji adalah istri muda.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Maka dari dulu, saya simpati pada Ayu Ting Ting.

Ia marah karena Enji tak bersikap tegas saat Keluarga BHD menentang resepsi pernikahannya dengan Ayu.

Tapi saya bisa memahami mengapa Jenderal BHD tak mengizinkan namanya dicantumkan.

Besar kemungkinan, beliau tidak mau melukai perasaan istrinya yaitu Nanny Bambang Hendarso Danuri dan 2 anak dari pernikahan antara BHD-Nanny bernama Hani dan Bayu.

Apa yang mengagumkan dari sosok Ayu Ting Ting?

Wanita ini tegar.

Menjadi single parent bukanlah hal yang mudah.

Sayangnya, Ayu berkecimpung di dunia keartisan.

Pihak di belakang artis-artis terus mengolah bumbu penyedap berupa gosip demi gosip agar para artis tetap laku.

Untuk menjadi laku, maka harus masuk pemberitaan.

Karena memaksakan harus terus ada berita maka diciptakanlah gosip demi gosip.

Termasuk gosip sangat buruk sekalipun.

Bad news is a good news, untuk bisa tetap tenar dan laku dijual.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis

 

 

Maka saya menganggap gosip yang menimpa Ayu Ting Ting sudah melampaui batas kewajaran.

Saya tetap menaruh respek kepada kaum ibu, berapapun umurnya, atau siapapun dia, yang sudah berjuang demi anak yang mereka lahirkan.

Saya respek pada perjuangan Ayu Ting Ting demi anaknya Bilqis.

Anak ini tak berdosa.

Ia masih terlalu lugu.

Ia tak tahu seberapa besar pengorbanan sang ibu agar bisa terus mencari dan mendapat nafkah yang halal.

Menjadi artis pun sebuah profesi yang mulia jika ditekuni dengan sepenuh hati.

Ibu dan anak ini, Ayu dan Bilqis maksud saya, baru berlibur ke New Zealand.

Dalam setiap langkahnya, yang dilakukan dan diperjuangkan Ayu hanyalah demi membesarkan, membahagiakan dan memberikan hidup yang sangat layak untuk putri semata wayangnya.

Ia rela di gosipkan sebab gosip itulah yang dibutuhkan pihak dibelakang para artis untuk mempertahankan ketenaran dan laku tidaknya seorang artis.

 

 

Ayu Ting Ting

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Tetaplah bernyanyi Ayu, sebab suaramu memang sangat merdu.

Seiring waktu, pintu maaf dihatimu akan terbuka untuk ayah dari Bilqis.

Dengan kekuatanmu, kamu tak akan bisa memaafkan.

Tapi bila kamu memohon tangan Tuhan ikut bekerja, damai akan terwujud.

Tetaplah juga tersenyum.

Sebab senyuman akan membuat kita melupakan kepedihan di dalam relung hati.

Two thumbs up, Ayu !!! (***)

 

 

 

 

MS

​Untuk Anakku Mika Di Usia 15 Tahun

Mika Siagian dan Mega Simarmata

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 22 April 2017 (KATAKAMI) —-  Mika anakku.

Hari ini kamu berulang tahun ke 15.

Kamu lahir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, tanggal 22 April 2002.

Mommy ingin kamu tahu bagaimana dulu kisah saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Persis saat kehamilan Mommy memasuki bulan kedua waktu mengandung kamu, Mommy terkena rubella dan toxoplasma.

Maka dokter memberikan obat yang aman untuk menghilangkan kedua virus ini saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Sebab kalau tidak diobati, kamu bisa lahir dalam keadaan buta dan berkepala besar (hydrosefalus).

 

 

 

Romo Lambertus Somar

 

 

 

Selain berobat ke dokter, Mommy juga pergi ke Pastor Romo Lambertus Somar yang punya kemampuan adikodrati.

Setiap hari, dari Senin sampai Jumat, Mommy menemui Romo Somar ke rumahnya di Muara Karang.

Mommy berangkat jam 3 pagi dari rumah supaya bisa dapat antrian awal sebab banyak umat / masyarakat yang juga ke sana minta disembuhkan.

Mommy lakukan semua cara agar sembuh dan kamu bisa lahir sehat.

 

 

Lourdes

 

 

 

Persis saat kandungan Mommy masuk usia bulan ke 7, Mommy mendapat undangan dari Maskapai Penerbangan Perancis, Air France, untuk meliput sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle di kota Paris, pasca Serangan Teroris di Amerika Serikat 9/11.

Pemerintah Perancis memperketat dan meningkatkan sistem pengamanan di Bandara Charles de Gaulle agar jangan terjadi seperti serangan teroris di Amerika.

Mommy waktu itu masih meliput di Istana Presiden maka berangkat ke Perancis pun dengan beberapa wartawan Istana.

Atas permintaan Mommy, Air France di Indonesia bersedia memberikan bonus yaitu berkunjung secara gratis ke Lourdes, tempat penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette di Perancis Selatan.

Jadi pada waktu Mommy ke Perancis, Mommy mengandung kamu pada usia kehamilan ke 7 bulan.

Di Lourdes, Mommy berdoa:

Tuhan Yesus, Bunda Maria, saya ingin anak saya lahir sehat dan selamat, tanpa ada sakit apapun. Maka saya mohon sembuhkan semua virus dalam kandungan saya. Saya mohon, anak saya menjadi anak yang pintar dan berhasil dalam pendidikannya. Sayangi anak saya Tuhan. Jangan biarkan anak saya lahir dalam keadaan cacat”.

Akhirnya kamu lahir dalam keadaan sehat melalui operasi caesar di Rumah Sakit Harapan Kita tanggal 22 April 2002.

Saat operasi caesar sedang berlangsung, Mommy melihat penampakan siluet satu sosok lelaki tinggi besar di ujung ruang operasi.

Kehadiran sosok ini membuat Mommy sangat tenang, berani dan rileks menjalani persalinan.

Mommy terus mengucapkan doa salam maria sebab saat operasi caesar, hanya dilakukan bius lokal.

Kamu lahir tanpa ada 1 kekuranganpun.

Berat sekitar 3,9 kg.

Dan panjang sekitar 38 cm.

Mommy beri kamu nama Mikaela Rafagabriola yang diambil dari nama ketiga Malaikat Agung:

Mikael, Rafael dan Gabriel.

 

 

Mik Siagian dan Mega Simarmata

 

 

 

 

Waktu berjalan begitu cepat.

Sepanjang kamu SD, kamu selalu mendapat ranking 3 besar.

Bahkan beberapa kali menjadi ranking 1.

Dan sekarang kamu SMP.

Kamu selalu ranking 1 dikelasmu dan selalu menjadi juara umum seangkatanmu di SMP Tarakanita.

Juara 1 dari semua kelas di angkatan kamu di setiap tahun ajaran sepanjang SMP.

Mommy malah menasehati berbeda:

Mika kamu jangan terlalu keras belajar. Santai sedikit nak“.

Sebab nilaimu terus menerus sangat amat tinggi.

Kamu luar biasa pintar.

 

 

 

 

 

 

 

Dan saat kamu ceritakan bahwa seorang guru mengatakan bahwa kamu anak yang genius.

Mommy becanda, “Siapa dulu dong Mommy nya”.

Kamu juga becanda,

“It’s not from you Mom. It’s from Papa”.

Kamu hampir tidak pernah lagi berbahasa Indonesia, bahkan dalam perbincangan sehari-hari.

Kamu sangat fasih berbahasa Inggris.

Kamu meyakini kecerdasanmu turun dari Papa-mu.

Mommy meyakini kecerdasanmu yang sangat mengagumkan ini adalah mukjkzat Tuhan.

 

 

 

 

 

 

Minggu lalu kamu ikut perlombaan antar peserta bimbingan test BTA se DKI Jakarta.

Ratusan siswa siswi se-angkatanmu yang ikut bimbingan test BTA dari seluruh cabang mereka di Jakarta, berlomba di SMAN 6.

Kamu dapat ranking ke 3.

Selisih nilaimu hanya 1 digit dengan ranking 1.

Dan selisih 0,2 dengan ranking ke 2.

Kamu berwawasan sangat luas walau dalam beberapa hal, kamu berbeda pandangan dengan Mommy.

 

 

 

Bernie Sanders dan Donald Trump

 

 

 

Kamu ikuti perkembangan dunia.

Kamu tahu informasi apa saja sehingga kamu menjadi teman diskusi yang hebat untuk seorang wartawati senior seperti Mommy.

Kamu ikuti perkembangan politik di Amerika, terutama sepanjang pemilihan presiden.

Mommy mendukung Jeb Bush, dan setelah Jeb Bush kalah dalam penjaringan kandidat capres di Partai Republik, Mommy lantas mendukung dan mendoakan untuk kemenangan Donald Trump.

Kamu mendukung Partai Demokrat, utamanya Bernie Sanders.

Dan saat Donald Trump menang sebagai Presiden Amerika tanggal 8 November 2016, Mommy katakan pada kamu:

“Mommy sudah bilang sama kamu dari awal, Mik. Yang menang PASTI Partai Republik dan Donald Trump”.

 

 

Ahok

 

 

 

 

Dan saat berlangsung Pemilihan Gubernur di Jakarta, dari mulai putaran pertama hingga putaran kedua, kamu mendukung Ahok.

Kamu katakan Ahok sudah melakukan yang nyata dan yang terbaik untuk Jakarta.

Kamu tampak terdiam dan kecewa saat Ahok kalah di putaran kedua.

Mika anakku.

Di hari ulangtahunmu ini, Mommy punya harapan pada kamu.

Tetaplah menjadi anak yang takut akan Tuhan, rajin doa dan selalu setia dalam iman pada Yesus.

 

 

 

 

 

 

Papa dan Mommy sangat menyayangi kamu.

Kamu selalu ada dalam doa Mommy.

Kamu selalu ada di hati, pikiran dan di setiap detak jantung Mommy.

Selamat Ulangtahun Mika anakku.

Tanpa kamu sadari, ada satu doa kamu yang kini dikabulkan Tuhan.

Doa yang disampaikan dari kedalaman hati yang bersih, akan dikabulkan Tuhan nak.

 

 

 

 

 

 

Mommy sangat bangga pada kamu, Mika.

Mommy mengagumi hal hal yang indah dan hebat dari diri kamu.

Happy Birthday, Mika. Wish you all the best, Sweetheart. (***)

 

 

 

 

 

MS

PUISI: Di Sebuah Cafe Menjelang Ulangtahun

 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah-sebelahku, Mama

Ada secangkir teh

Ada 5 kuntum mawar merah

Ada  lampu-lampu yang indah

Dan aku merindukanmu

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah- sebelahku, Mama

Aku ingin duduk disebelahmu

Sambil mendengar nasehat

Tentang hidup yang harus disyukuri

Bila usiaku bertambah menjadi 46

 

 

 

 

 

 

Di Cafe ini

Masih banyak tempat duduk

Di sebelah-sebelahku, Mama

Aku berterimakasih pada Tuhan

Atas usia yang bertambah

Sembari memohon kebahagiaan kekal

Untukmu Mama dalam keabadian surga

 

 

 

 

 

Jakarta di sore hari

Di sebuah cafe

13.2.2017

 

 

 

 

MS

​Puisi: Sudah 731 Hari, Mama

 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Raga kita terpisah

Antara dua dunia yang berbeda

Hanya menghela nafas panjang

Yang dapat kulakukan

Setiap kali rinduku meluap

Setiap kali airmata menetes

Mengenangmu di setiap detik berlalu

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Tak dapat lagi kutatap

Keteduhan wajahmu

Tak dapat lagi kurebahkan

Kepalaku di bahumu

Hanya lantunan doa

Yang dapat kukirimkan

Setiap kali rinduku terus meluap

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Kusimpan rapi di relung hatiku

Hangatnya cintamu

Hangatnya pelukanmu

Hangatnya senyumanmu

Hangatnya kebersamaan

Hangatnya keabadian

Hangatnya kerinduan

 

 

Mama, ingatlah padaku disurgamu

 

 

(***)

 

 

Jakarta, 4 Oktober 2016

Mengenang 2 tahun wafatnya

Ibunda tercinta Rusli Aminah Pasaribu

​PUISI: Mama, Berikan Satu Kali Saja

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Tak pernah habis kata-kataku untukmu
Betapa aku mencintaimu
Betapa aku merindukanmu

 
Tiap detik, menit dan jam
Tiap hari dan tiap minggu
Tiap bulan dan tiap tahun

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar terbasuh rinduku

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar kuat jiwaku

 

Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dam ciumanmu
Agar masih bisa aku tersenyum

 

Dalam doaku telah kumohonkan
Tuhan, tolong peluk dan cium ibuku
Di hari ulangtahunnya di surga

 

Biarkan malaikat surga
Merdu bernyanyi untuk ibuku
Selamat ulangtahun Mama ….

 

 
Jakarta, 12 September 2016

MS

 

​In Memoriam Ibu Rusli Aminah Pasaribu Pada Peringatan Ulangtahun Ke 80

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 27 Agustus 2016 (KATAKAMI) —- Jika ada satu pertanyaan yang sangat sederhana ditujukan kepada kita semua, siapa dan bagaimanakah sosok seorang ibu bagi diri kita?

Ibu adalah wanita paling tinggi derajatnya dalam hidup kita.

Ibu yang mengandung dan melahirkan kita didunia.

Ibu yang menyusui, memmbesarkan dan mendidik kita.

Sehingga tak heran jika ada yang mengatakan, “Surga ada di telapak kaki ibu”.

Dalam ajaran agama Islam, sebuah hadits mengajarkan bahwa kecintaan terhadap sosok ibu harus 3 kali lipat besarnya.

Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

 

 

 

 

 

Sedangkan dalam ajaran agama Kristiani, Yesus Kristus pun menempatkan sosok ibu pada derajat yang sangat tinggi dan dimuliakan.

Sampai menjelang akhir hayatnya, Yesus tetap mengingatkan tentang penting dan istimewanya sosok ibu.

Yohanes 19:27:

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Tepat pada tanggal 12 September mendatang, almarhum ibu saya akan berulang tahun ke 80.

Namanya Rusli Aminah Pasaribu.

Beliau lahir di Pangururan tanggal 12 September 1936.

Di masa mudanya, ibu saya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Saya anak kelima dari lima bersaudara.

Sebenarnya kami ada 7 bersaudara tetapi yang 2 orang sudah meninggal dunia di waktu mereka kecil.

Dua tahun lalu, persis di bulan Agustus seperti ini pada tahun 2014, saat memasuki penghujung bulan Agustus 2014 ibu saya baru kembali dari rumah sakit setelah diopname selama 3 minggu.

Selama 3 tahun yaitu dari tahun 2011 sampai 2014, saya yang merawat ibu saya yang sakit dimensia.

 

 

 

 

 

Tapi penyakit yang menyebabkan beliau harus masuk rumah sakit adalah penyakit radang paru-paru.

Baru 2 minggu kembali ke rumah, sehari menjelang ulangtahunnya yaitu tanggal 11 September 2014 ibu saya harus masuk rumah sakit lagi.

Badannya panas tinggi.

Dan lemah sekali.

Saya menggendong beliau di punggung saya saat akan memasukkan ke dalam mobil.

Sebab waktu itu tidak ada yang menolong.

Tiga tahun merawat ibu yang sakit, saya sudah terbiasa melakukan semuanya sendirian.

Memandikan ibu saya pagi sore.

Memakaikan atau membukakan pakaian.

Memakaikan dan membuang pampers.

Membersihkan tubuh beliau bila buang air kecil dan buang air besar.

Memberi makan, entah itu sarapan, makan siang dan makan malam.

Memberi obat.

Semua saya lakukan sendiri dengan penuh kasih sayang.

Tanggal 11 September 2014, ibu saya kembali di opname.

Dan dirawat hampir 3 minggu.

Tetap saya yang menunggui beliau 24 jam di rumah sakit.

 

 

 

 

Hingga akhirnya beliau meninggal dunia tanggal 4 Oktober 2014.

Kalimat pertama yang saya ucapkan disaat saya melihat ibu saya meninggal dunia adalah;

“Mama, terimakasih ya Mama, karena aku yang Mama izinkan merawat Mama selama ini. Maafkan aku kalau ada kesalahanku. Yang terbaik yang aku bisa lakukan, sudah aku lakukan”.

Tak terhitung berapa kali saya menangis sejak kematian ibu saya.

Tapi setiap kali saya menangis, suara ibu saya seakan menggema di relung hati saya agar saya jangan menangis dan harus sabar.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya melupakannya.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya tak merindukannya.

Maka setiap kali saya melihat atau membaca berita, ada orangtua menangis karena kematian anaknya, atau ada istri karena kematian suaminya, siapapun yang berduka karena kematian orang yang sangat dicintainya, saya dapat merasakan bagaimana dan apa yang mereka rasakan.

Ketika kita kehilangan orang yang kita cintai karena mereka sakit, hati dan jiwa kita pasti sangat terguncang.

Apalagi kalau misalnya orang yang kita cintai itu mati karena dibunuh.

Apalagi jika pembunuhan itu adalah pembunuhan berencana.

Lalu jika ada anak didunia ini yang ibunya mati dibunuh, saya yakin anak ini tak akan pernah mau memaafkan pembunuh ibunya.

Lebih mengerikan lagi adalah jika misalnya didalam hidup ini ada seorang lelaki yang sudah membunuh ibu dari orang yang dicintainya, tapi tetap memaksa agar orang dicintainya harus mau kepada dirinya. Jika tidak mau maka ia akan melakukan semua cara kekerasan dan melibatkan sebanyak orang untuk memaksa, terutama untuk menganiaya. Atau misalnya ada yang merasa tak bersalah dan ia menganggap angin lalu tindakan bar bar yang pernah dilakukan di masa lalu.

Seandainya hal seperti ini terjadi dalam kehidupan nyata maka lelaki-lelaki seperti itu pasti merupakan jelmaan setan alias setan dari segala setan.

 

 

 

 

 

 

Jika ibu saya masih hidup maka tanggal 12 September nanti beliau akan berulang tahun ke 80.

Sampai saat ini, sesekali di malam hari, saya suka menatap ke hamparan langit yang tampak hitam dan gelap gulita, lalu saya berteriak memanggil ibu saya.

“MAMAAAAAAAAAAAAAA”.

Menutup tulisan ini, saya hanya ingin mengisi akhir pekan ini dengan mengenang ibu saya menjelang hari ulangtahunnya ke 80.

Setiap tarikan nafas saya, setiap degup jantung saya, setiap denyut nadi saya, isinya selalu berisi kecintaan dan kerinduan yang tak pernah berkesudahan pada ibu saya.

 

 

 

 

 

Doa seorang anak, apalagi doa seorang anak piatu seperti saya, akan selalu didengar dan dikabulkan Tuhan.

Maka saya tak putus mendoakan agar ibu saya bahagia di surga.

Dan dari surga menatap saya dengan penuh cinta.

Menatap anak bungsunya yang masih mengembara dalam hidup.

Menghadapi dan menjalani kehidupan yang tak mudah.

Sebab harus berhadapan dengan kawanan setan pencabut nyawa yang gemar menganiaya umat Tuhan seturut kemauan dan kepentingan mereka masing-masing.

Mama, selamat ulangtahun tanggal 12 September nanti.

Peluk dan cium dari aku, anak perempuanmu yang akan terus mencintaimu sampai selama-lamanya.

Aku rindu Mama, sangat rindu sekali.

Rinduku, tak terhitung banyaknya.

Rinduku, tak tertahankan perihnya.

Rinduku, tak terungkapkan dalamnya. (****)

 

 

 

MS

PUISI: Selamat Malam Surga

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Bagaimanakah kabar ibuku?
Belati rindu menikam kalbuku
Banyak cerita membebani jiwa
Berharap menangis dipelukan bunda

 
Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Rindukah juga ibuku padaku
Belati rindu menancapi kalbuku
Banyak duka mengiris jiwa
Berharap airmata dihapus bunda

 
Selamat malam surga
Tak cuma tanya demi tanya
Yang ingin kukirimkan kini
Peluk dan cium mesra berpita cinta
Kulayangkan ke surga untuk bunda
Diselipan angin malam aku berduka

 

 

Jakarta, 30 Mei 2016
Mega Simarmata

PUISI: Jangan Bosan Pada Rinduku, Mama

Mega Simarmata dan sang ibu tercinta
Mega Simarmata dan sang ibu tercinta

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Memang hanya hatiku
Yang senantiasa merasakan hadirmu
Yang senantiasa dihangatkan cintamu
Yang senantiasa dikuatkan doamu
Yang senantiasa menjerit rindu
Yang senantiasa berdetak pilu

Ke surgamu ingin kubisikkan pesan
Mama terimakasih atas pengorbanan
Engkau melahirkanku ke dunia fana
Engkau membesarkan dengan cinta
Engkau mengajariku tentang segala
Bahwa hidup harus penuh ketulusan

Walau dunia kita sudah berbeda
Tak sekalipun kulepaskan
Tak sekalipun kulupakan
Luapan cintamu tak berkesudahan
Setiap detik kulewatkan mengenangmu
Jangan bosan pada rinduku, Mama

(****)

 

 

 

 

Jakarta, Di Malam Ulangtahunku
13 Feb 2016
MS

Selamat Pagi Jakarta Menjelang Natal

imageOleh: Mega Simarmata

 

 

Selamat pagi Jakarta
Langitmu bersimbah hujan
Sederas-derasnya pagi ini
Bolehkah aku mengagumi
Keindahan mendungmu?

Dan tolong sampaikan
Salam rindu pada ibuku disurga
Mama, Natal sebentar lagi
Cintamu abadi di hati
Cintamu di jiwaku kuat terpatri

 

 

Jakarta, 19.12.2015
MS

Selamat Hari Ibu, Mama, "Nasonang Do Hita Nadua"

image

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Kusapa pagi penuh rindu padamu
Apa kabar, Mama?
Indahnya surga
Hangatnya Cinta Ilahi
Tentu kebahagiaanmu kini

Tak ada yang berubah, Mama
Setiap tarikan nafasku
Setiap detak jantungku
Setiap denyut nadiku
Tetap merindukanmu

Jarak kita hanya sebatas waktu
Walau tak lagi bisa
Menyanyikannya berdua seperti dulu
Ke surgamu kunyanyikan
Nasonang Do Hita Nadua

Selamat Hari Ibu, Mama.

 

 

 

 

Jakarta, 14.12.2015

MS

Puisi: Rembulan Membangkitkan Rinduku

Bulan di sore hari. Foto: Mega Simarmata
Bulan di sore hari. Foto: Mega Simarmata

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Sepotong bulan menyembul
Di hamparan langit Jakarta sore ini

Keindahannya …
Membangkitkan rinduku
padamu, Mama.
Apa kabarmu di surga?
Perihnya hati
Menahan rindu padamu
Peluk ciumku untukmu Mama

 

 

 

 

Jakarta, 23 November 2015
MS

Ketua MA Hatta Ali : Tolong Jangan Beri Iming-Iming Apapun Pada Hakim !

Hatta Ali, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2012-2017

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

 

Jakarta, 19 Agustus 2012 (KATAKAMI.COM)   —  Sejak dilantik sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 1 Maret 2012, Hatta Ali begitu gigih menyuarakan dan memperjuangkan agar gaji para hakim di Indonesia dinaikkan.

Hatta Ali yang lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 7 April 1950 ini sungguh menyadari bahwa menaikkan gaji para hakim ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Itu sebabnya, begitu Hatta Ali menjadi Ketua Mahkamah Agung, ia membentuk tim khusus untuk mengkaji masalah kenaikan gaji dan kesejahteraan para hakim.

Untuk membahas mengenai masalah tingkat kesejahtaran hakim di Indonesia, KATAKAMI.COM mendapat kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF di rumah dinas Ketua Mahkamah Agung di Jalan Widya Candra III Jakarta Selatan, Minggu (19/8/2012).

Inilah WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Ketua Mahkamah Agung, Dr. M. Hatta Ali, SH, MH :

 

Ketua Mahkamah Agung RI, M. Hatta Ali

 

KATAKAMI  (K)  :  Pak Hatta Ali, pertanyaan pertama adalah mengenai tingkat kesejahteraan para hakim se-Indonesia. Nasib dari hakim di negara ini, tidak jauh beda dengan polisi dan jaksa untuk masalah kesejahteraan mereka. Artinya, tingkat kesejahteraannya termasuk rendah. Sejauh mana masalah kesejahteraan hakim menjadi prioritas anda sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

HATTA ALI (HA)  :  Ya betul, masalah kesejahteraan hakim ini termasuk salah satu agenda penting saya sebagai Ketua Mahkamah Agung. Sebab kalau hakim tidak sejahtera, dia mungkin akan sulit untuk konsentrasi pada pekerjaannya. Oleh karena itu, menurut pendapat saya sebagai Ketua Mahkamah Agung, harus dipenuhi masalah kesejahteraan hakim ini. Kalau sudah dipenuhi, tentu dia lebih konsentrasi. Hakim akan fokus kepada pekerjaan. Lalu, kalau kesejahteraannya bagus, otomatis dia akan berpikir keras kalau mau menyalah-gunakan wewenangnya sebagai seorang hakim. Nah itulah hikmahnya. Kemudian, kalau misalnya nanti kesejahteraan hakim sudah bagus tetapi masih tetap ada hakim yang melakukan penyimpangan, saya akan ambil tindakan tegas. Saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas untuk masalah ini. Tidak ada ampun lagi ! Itu prinsip saya.

(K)  : Apa boleh tahu Pak Ketua, berapa gaji untuk hakim yang sangat pemula di Indonesia ini ?

(HA)  :   Saat ini, gaji hakim untuk take home pay adalah sekitar Rp. 5 juta sampai Rp. 5,5 jutaan.

(K)  :  Lalu, berapa idealnya gaji untuk hakim menurut usulan Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Kalau yang kami usulkan kepada Pemerintah adalah sekitar Rp. 10 juta sampai Rp. 11 juta. Itu usulan kami.

(K)  :  Lalu, usulan dari Mahkamah Agung untuk gaji hakim antara 10 sampai 11 juta itu, untuk anggaran tahun depan atau kapan ?

(HA)  :  Kami serahkan keputusannya pada pemerintah karena tergantung dari kemampuan negara kita. Yang penting, kami sudah mengusulkan. Dan Presiden sudah memasukkannya dalam pidato beliau saat menyampaikan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013 .

(K)  :   Pak Hatta Ali, walau masih bergaji minim, apa yang Bapak instruksikan kepada seluruh jajaran hakim di Indonesia sebagai panduan bagi mereka dalam menjalankan tugas-tugasnya ?

(HA)  :  Tentunya yang saya instruksikan dan saya harapkan adalah hakim harus profesional di dalam melakukan pekerjaannya. Lalu integritas harus dijaga dengan baik. Jadi walaupun dengan tingkat kesejahteraan yang minim, hakim tidak boleh melakukan penyimpangan. Sebab kalau dia melakukan penyimpangan, akan mencederai korps hakim.

(K)  :  Untuk mengawasi kinerja hakim, terutama mengawasi sejauh mana mereka bertugas dengan profesional dan punya integritas yang tinggi, apa yang Bapak lakukan sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Ada tim pengawas di Mahkamah Agung. Kami selalu mengambil tindakan sesegera mungkin, apabila ada laporan-laporan yang masuk. Kami tidak akan membiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan. Jadi tidak boleh dibiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran. Jangan dijadikan alasan bahwa gaji hakim kecil, sehingga hakim boleh melakukan penyimpangan dan pelanggaran apapun. Tidak boleh itu ! Bukan berarti karena kesejateraan kurang maka kami akan mau mentolerir berbagai penyimpangan. Itu tidak boleh terjadi !

(K)  :  Pak Hatta, harapan masyarakat Indonesia begitu tinggi kepada jajaran peradilan yaitu kepada para hakim. Masyarakat tingin hakim bekerja dengan sangat integritas yang tinggi agar rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi. Apa yang bisa Bapak sampaikan kepada masyarakat jika pada faktanya masyarakat ingin agar hakim bekerja secara baik dan bersih ?

(HA)  :  Saya menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar hakim jangan di iming-imingi. Apalagi di iming-imingi uang ! Kalau tidak ada iming-iming dari pencari keadilan, hakim tidak mungkin berbuat sendirian. Tolong jangan diberikan, apapun yang diminta oleh hakimnya. Kalau tidak dipenuhi, otomatis hakim tidak bisa berbuat apapun. Jadi kadang kala, hakimnya tidak mau tetapi dikejar-kejar oleh pencari keadilan dan di iming-imingi. Akhirnya runtuh juga iman seorang hakim. Nah, ini mudah-mudahan tidak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Terutama oleh para hakim di seluruh Indonesia.

(K)  :  Baik, terimakasih Pak Hatta Ali atas wawancara ini.  (*)

 

 

MS

Di Balik Kesuksesan Olimpiade London Adalah Ratu Elizabeth

Pangeran Harry, berbincang dengan isteri Pangeran William, Catherine, atau Duchess of Cambridge, dalam acara penutupan Olimpiade, 12 Agustus 2012

 

Jakarta, 13 Agustus 2012 (KATAKAMI.COM)  — Usai sudah pesta olahraga dunia yang sangat megah dan gegap gempita di kota London yang indah.

Seperti yang diberitakan oleh BBC (13/8/2012), penutupan Olimpiade diadakan secara meriah dengan perayaan musikal tentang kebudayaan dan rakyat Inggris, dan bendera Olimpiade diserahkan ke Rio de Janiero, Brasil, sebagai tuan rumah pada 2016.

Bendera Olimpiade diserahkan oleh Walikota London Boris Johnson kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional Jacques Rogge yang selanjutnya menyerahkan bendera kepada Walikota Riode Janiero Eduardo Paes.Setelah diadakan kompetisi selama 16 hari, Olimpiade di London ditutup dengan menampilkan berbagai bintang antara lain Emeli Sande, Elbow dan George Michael.

Lonceng Big Ben menandai permulaan upacara pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan sajian rampaian musik Inggris. Di antara penyanyi yang tampil pada tahap awal adalah Emeli Sande dan kelompok paduan suara dari London, Urban Voices.

Pertunjukkan meriah yang ditampilkan secara dinamis itu juga menampilkan sejumlah band pop, Pet Shop Boys, Spice Girls dan One Direction.

Upacara pembukaan digelar di Stadion Olimpiade mulai pukul 21.00 waktu London pada Minggu malam (12/08) atau pukul 03.00 Senin waktu Indonesia.

Sekitar 4.000 artis dan seniman berperan dalam pesta upacara penutupan yang diberi judul A Symphony of British Music. Penonton di stadion dengan kapasitas 80.000 orang itu bersorak sorai, menghentakkan kaki dan turut mengalunkan lirik lagu-lagu.

Sebanyak 10.800 atlet dari negara-negara peserta mendapat tempat duduk strategis di stadion setelah mereka berjalan mengelilingi stadion sebagai satu kesatuan, tidak berbaris berdasarkan negara. Ini dilakukan sebagai simbol bagi keharmonisan dan persahabatan.

 

Ratu Elizabeth II

 

Amerika Serikat berhasil keluar sebagai juara umum dalam Olimpiade kali ini. Negeri Paman Sam berhasil meraih total 104 medali dengan rincian 46 emas, 29 perak, dan 29 perunggu.

Sementara itu, China yang empat tahun lalu keluar sebagai juara umum saat menjadi tuan rumah gagal mempertahankan gelarnya. Negeri Tirai Bambu harus puas meraih 87 medali dengan rincian 38 emas, 27 perak, dan 22 perunggu.

Posisi tiga ditempati oleh tuan rumah Inggris Raya yang berhasil mengoleksi 29 emas, 17 perak, dan 19 perunggu.

Indonesia sendiri kali harus puas di peringkat 63 . Tim Merah Putih hanya meraih 1 perak dan 1 perunggu. Tradisi emas yang bertahan sejak Olimpiade 1992 Barcelona harus terhenti kali ini.

Lalu, di balik semua kemegahan Olimpiade London, siapakah yang paling layak untuk diberi ucapan selamat dan penghargaan atas kesuksesan ini ?

Walikota London Boris Jonhsonkah ?

Atau, Perdana Menteri Inggris David Cameron ?

Boleh boleh saja keduanya diberi ucapan selamat tetapi ada satu nama yang lebih layak diberi ucapan selamat.

Yang harus diberi ucapan selamat adalah Ratu Elizabeth II, yang saat ini memimpin monarki Inggris.

Wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang ke 86 adalah pemberi komando utama atas seluruh persiapan yang dilakukan Pemerintah Inggris dalam menggelar perhelatan akbar sangat membanggakan.

Tak ada ancaman terorisme.

Tak ada gangguan keamanan.

Itu yang paling penting untuk diapresiasi !

Dan lihatlah betapa Ratu Elizabeth sungguh pintar mengambil hati dunia selama pelaksanaan Olimpiade.

 

Perdana Menteri Inggris David Cameron, kiri, berbincang bersama sang istri Samantha Cameron, kanan, dan Kate Middleton, istri Pangeran William, dalam acara penutupan Olimpiade, 12 Agustus 2012

 

Pasti sang ratu yang memerintahkan agar Pangeran William dan isterinya Kate Middleton, terutama Pangeran Harry, untuk terus hadir dalam berbagai pertandingan sepanjang pelaksanaan Olimpiade.

William, Kate dan Harry, selalu hadir menyaksikan berbagai pertandingan bersama-sama dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron.

Dari kehadiran para anggota Keluarga Kerajaan Inggris, mata dunia sungguh menyaksikan bahwa pesta olahraga lebih punya greget.

David Cameron tak segan-segan bertepuk tangan atau berteriak penuh semangat saat menyaksikan pertandingn-pertandingan. Kehadiran sang perdana menteri menunjukkan bahwa Olimpiade dijamin aman seaman-amannya.

Jadi, di balik kesuksesan Olimpiade London, memang Walikota London Boris Johnson dan Perdana Menteri Inggris David Cameron harus diberi ucapan selamat.

Tetapi sesungguhnya, nama yang sangat layak untuk diberi ucapan selamat dibandingkan nama-nama lain adalah Ratu Elizabeth.

Hebat dan benar-benar luar biasa !

Congratulations !

 

 

 

MS

Kunci Penting Penyelesaian Konflik Di Suriah Adalah Asma Al Assad

Presiden Suriah Bashar Al Assad bersama sang istri, Asma, di sebuah restoran di Paris, tahun 2010

 

Jakarta, 23 Juli 2012 (KATAKAMI.COM)   —  Asma Al Assad, isteri Presiden Suriah Bashar Al Assad, ketiban dampak yang sungguh tak enak atas tragedi yang berkepanjangan dan semakin mengerikan di negaranya.

Wanita yang lahir di Inggris, 11 Agustus 1975 ini, ikut menjadi sasaran kemarahan dan caci maki dunia atas memburuknya situasi yang terjadi di Suriah.

Padahal belum tentu ia bersalah atau menjadi penyebab kekisruhan situasi politik dan keamanan disana.

Ia hanya seorang isteri dengan predikat sebagai Ibu Negara sejak dinikahi Bashar Al Assad pada bulan Desember 2000. Asma, wanita berpendidikan yang memang berparas sangat cantik.

Kebencian pada figur Bashar Al Assad mau tak mau membuat Asma ikut dibenci dan menerima konsekuensi yang sangat pahit. Segala hal yang menyangkut dirinya dari sudut pandang negtif menjadi santapan media internasional.

Tetapi satu hal yang dilupakan oleh banyak pihak, Asma adalah satu-satunya kunci penting yang bisa menghubungkan harapan dunia kepada Presiden Bashar Al-Assad.

Jika seseorang yang dianggap bisa berperan dipojokkan dan dbuat menjadi sangat ternistakan, maka ia akan membentengi dirinya dengan sangat kuat agar tak dapat lagi bersentuhan dengan “dunia luar”.

Padahal, wanita ini adalah jembatan penghubung yang dapat menjadi “pembisik” yang baik kepada sang suami.

 

Bashar Al Assad dan isterinya, Asma, merayakan ulang tahun salah seorang anak mereka

 

Asma diberitakan telah “diamankan” keluar Suriah pasca pemboman yang menewaskan Menteri Pertahanan Suriah beberapa hari lalu, yaitu melarikan diri ke Rusia.

Serangan yang menewaskan Menteri Pertahanan Suriah cukup menggemparkan dunia.

Seperti yang diberitakan BBC, Menteri Pertahanan Suriah, Daoud Rajiha, tewas dalam serangan bom bunuh diri di kantor pusat Biro Keamanan Nasional di ibukota Damaskus, hari Rabu (18/07/2012).

Tewasnya Menhan Rajiha ini disiarkan oleh televisi pemerintah.

Televisi pemerintah Suriah memberitakan hari Rabu (18/07) bahwa ipar laki-laki Presiden Bashar al-Assad, Assef Shawkat, tewas dalam serangan bunuh diri di ibukota Damaskus.

Ia tewas bersama Menteri Pertahanan Daoud Rajiha dalam serangan bom bunuh diri di kantor pusat Biro Keamanan Nasional.

Serangan ini juga menyebabkan beberapa orang lainnya mengalami luka parah.

Para pejabat tinggi Suriah tengah menggelar pertemuan di dalam gedung ketika serangan terjadi dan lokasi kejadian, di distrik Rawda, saat ini telah ditutup.

Serangan bom bunuh diri terjadi ketika pemberontak melancarkan serangan besar-besaran ke Damaskus, meski para pejabat Suriah menegaskan bahwa serangan ini tidak sebesar yang diperkirakan, demikian yang dikutip dari BBC.

 

Asma Al Assad

 

Kabar tentang larinya Asma ke Rusia telah dibantah oleh pejabat Suriah.

Duta Besar Suriah untuk Rusia Riyad Haddad, Kamis (19/7/2012 membantah kabar tentang keberadaan Asma di Rusia).

“Ini adalah informasi yang tidak benar. Istri Presiden Assad tidak datang ke Moskow,” kata Haddad kepada wartawan di Moskow, Rusia. Haddad menambahkan bahwa Asma al-Assad tetap berada di Damaskus, Suriah, bersama dengan suami dan anggota keluarga lainnya.

Tak penting dimana sebenarnya keberadaan Asma saat ini …

Yang harus disampaikan disini adalah Asma memegang peranan yang sangat penting dalam situasi yang sangat kisruh, kusut dan serba mengerikan seperti ini di Suriah.

Ia harus berbicara dan mampu memberikan keseimbangan yang sangat menenangkan untuk sang suami.

Dalam situasi dimana negara dinyatakan dalam keadaan “tak aman” atau lebih tepat disebut terguncang secara hebat, tentu yang terus memberikan laporan dan masukan kepada Bashar Al Assad adalah pejabat-pejabat di bidang politik, keamanan dan intelijen.

Asma, satu-satunya yang bisa berbicara kapan saja dia ingin bicara dengan sang suami.

Asma, satu-satunya yang tahu, saat seperti apa sang suami paling enak untuk diajak berbicara dan berdiskusi.

Asma, satu-satunya yang pasti akan sangat dicari Bashar Al Assad, jika sang presiden sudah merasa sangat jenuh, geram atau muak dengan situasi keamanan yang justru semakin memburuk di negaranya.

Sehingga, peran Asma saat ini memang sungguh sangat strategis, sangat menentukan dan akan ikut berperan dalam kebijakan-kebijakan yang akan diambil Presiden Assad.

 

President Bashar Al Assad and his family (Photo : PresidentAssad.Net)

 

Asma, bukan cuma sekedar “mawar padang pasir”.

Ia lebih dari itu !

Ia justru menjadi pohon mawar yang setiap hari akan berbunga dengan “indah” di tengah keluarga besarnya, terutama suami dan anak-anaknya.

Tetapi, keindahan dirinya jangan justru tenggelam akibat sangat buruknya penilaian banyak pihak kepada dirinya.

Asma tetap harus menunjukkan bahwa sebagai ibu negara ia ada “disana” untuk rakyatnya.

Ada baiknya Asma merenung sejenak dalam kesendiriannya, cukup bijaksanakah jika sang suami tetap bertahan dalam kekuasaannya di tengah tekanan dan desakan dari komunitas internasional untuk turun dari jabatannya.

Sebagai seorang perempuan yang terpelajar dan sangat terhormat, Asma harus membuktikan bahwa kadangkala “insting” seorang istri jauh lebih peka dan lebih baik dibanding suami yang sangat berada di puncak kekuasaannya.

Dengarkan suara hati dengan sangat cermat.

Sebab hanya suara hati kita sendirilah yang sangat dapat dipercaya jika situasi kehidupan sudah sangat mencemaskan.

Tak soal dimana sebenarnya keberadaan anda saat ini, Asma …

Yang terpenting adalah bagaimana anda menjadi pembisik yang baik ke telinga suami disaat situasi disana sudah sangat memburuk.

Dan bisikan anda, akan sangat menentukan segala sesuatunya.

To the world, you may be one person; but to the one person, you may be the world, Asma …

Jadi, hanya Asma Al Assad yang akan dapat membuat sang suami bisa membuat keputusan, apakah akan tetap mempertahankan kekuasaannya di tengah memburuknya situasi keamanan disana, atau sebaiknya menyerahkan kekuasaan ?

Ia adalah KUNCI PENTING yang dapat berperan menyelesaikan masalah sangat besar yang terjadi saat ini di Suriah karena Asma orang terdekat dengan penguasa di negeri ini.

Asma yang dapat menyadarkan dan sekaligus meyakinkan Presiden Assad.

Apakah akan tetap mempertahankan kekuaasan dengan resiko yang sangat besar ?

Atau memilih untuk mengakhiri kekuasaan ?

Mengalah bukan berarti kalah.

Menyerahkan kekuasaan jangan juga diartikan sebagai sebuah kekalahan.

Sebab yang terpenting dari semua ini adalah tidak membiarkan seluruh rakyat Suriah terus terkorbankan secara sia-sia.

Jadi, apapun nanti keputusan Presiden Assad, pertumpahan darah dan pertempuran yang sudah semakin tak terkendali di Suriah memang harus segera dihentikan.

 

 

 

(MS)

Marwan Effendy : Tidak Pernah Rekening Terpidana Dipindahkan Ke Rekening Kejaksaan

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy ( Foto : Eksklusif KATAKAMI.COM )

 

Marwan : Fitnah Soal Penggelapan Uang 500 Miliar Isapan Jempol Dan Pembunuhan Karakter

 

Jakartam 29 Juni 2012 (KATAKAMI.COM)   —-   Untuk menindak-lanjuti perkembangan dari kasus fitnah yang menimpa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy, KATAKAMI.COM kembali melakukan wawancara eksklusif.

Di temui di ruang kerjanya di Kejaksaan Agung, Kamis (28/6/2012), Marwan Effendy menginformasikan bahwa saat ini kalangan jaksa siap untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Marwan Effendy sudah melaporkan kasus fitnah yang menimpa dirinya ke Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Persoalan ini berpangkal dari kasus yang ditangani Marwan saat ia menjabat sebagai Asisten Bidang Pidana Khusus (Apidsus) di Kejaksaan TInggi DKI Jakarta tahun 2003. Kasus tersebut adalah kasus pembobolan terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Cabang Pembantu Segitiga Senen.

Seorang pengacara mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR-RI bahwa Marwan telah menggelapkan uang Rp., 500 Miliar saat menangani kasus tersebut.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy :

 

Jamwas Marwan Effendy menunjukkan sebuah surat yang dikirimkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Segitiga Senen Jakarta Pusat. Lewat surat yang dikirimkan ke Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tertanggal 20 Juni 2012 ini, BRI memberikan konfirmasi bahwa rekening atas nama PT DELTA MAKMUR EKSPRESINDO statusnya masih tetap di blokir sampai dengan saat ini. Dan pada bagian bawah, termuat penggalan rekening koran yang menunjukkan bahwa saldo dari rekening koran tersebut tetap sama saat sebelum di blokir sampai saat ini. Saldo rekening sebelum dilakukan pemblokiran adalah Rp. 129.596.226. Dikurangi pajak sekitar Rp. 2,9 juta. Sehingga, posisi rekening koran dari tahun 2003-2012 tetap sama yaitu Rp. 126 juta. Rekening ini sudah “dikosongkan” oleh pemiliknya sebelum dilakukan pemblokiran. Artinya, tercatat pengambilan puluhan miliar oleh pemiliknya sendiri sebanyak beberapa kali, beberapa bulan sebelum rekening di blokir.

 

 

KATAKAMI (K)  :  Apa perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari ini terkait laporan yang Pak Marwan sampaikan kepada pihak Kepolisian ?

MARWAN EFFENDY (ME)   :  Saya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dalam kapasitas saya sebagai saksi pelapor. Lalu beberapa jaksa juga akan dimintai keterangannya oleh kepolisian. Salah satunya adalah mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan penyidik yang menangani kasus pembobolan BRI. Lalu, Kasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat juga akan dipanggil sebab dia yang memang berwenang untuk menyimpan semua file tentang kasus ini.

Nah, mengapa mereka-mereka ini yang akan dipanggil sebagai saksi ?

Sebab dalam Surat Perintah (SP) terkait kasus itu hanya bertindak sebagai koordinator. Saya tidak melakukan penyidikan langsung. Penyidiknya ada beberapa orang. Nah, hasil penyidikan itu kami serahkan kepada Kejaksaan Negeri untuk menindak-lanjuti.

Jadi tugas saya sebagai Apidsus pada saat itu, selain mengkoordinir penyidikan, setelah berkas jadi sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri. Apalagi saya sudah diserah-terimakan dari jabatan sebagai Apidsus sehingga saya tidak mengikuti lagi kasus pembobolan BRI.

(K)  :   Lalu, apakah ada perkembangan lain seputar pengaduan Bapak kepada pihak Bareskrim Polri soal fitnah yang disampaikan melalui jejaring sosial TWITTER terkait fitnah soal penggelapan uang Rp. 500 Miliar ini ?

(ME)  :  Perkembangan lainnya ada. Setelah selama ini saya diserang lewat beberapa akun TWITTER. Sekarang tiba-tiba, muncul sebuah akun TWITTER atas nama saya dan memakai foto diri saya. Lalu, lewat akun fiktif atas nama diri saya itu, dituliskan pesan bahwa seolah-olah saya mengkritik pihak Kepolisian. Saya tidak punya akun twitter. Nah ini kok bisa muncul akun twitter atas nama saya. Tidak cuma twitter, sekarang muncul juga akun facebook atas nama diri saya. Apalagi facebook, saya tidak pernah membuat akun facebook. Dulu, saya pernah punya email untuk mempermudah saya berkomunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa saya kalau mereka ingin berkomunikasi. Tetapi setelah dulu saya diangkat menjadi Jampidsus, email itu sudah saya hapus agar jangan di hacked. Nah, kembali ke masalah twitter yang mengatas-namakan diri saya, polisi harus mengusut ini. Supaya jangan dibiarkan hal ini berlarut-larut.

(K)  :  Jadi seakan-akan, kejaksaan mau diadu-domba dengan pihak kepolisian ?

(ME)  :  Ya betul. Saya ingatkan kepada pelakunya, jangan mengadu-domba kejaksaan dengan kepolisian. Saya tetap mengharapkan agar Bareskrim Polri menangani kasus ini secepatnya. Itulah sebabnya, kenapa kasus ini saya lapokan ke Bareskrim Polri.

Saya yakin, di Mabes Polri lebih lengkap tim-nya. Mereka punya divisi Cyber untuk menangani kasus-kasus semacam ini.

Jadi Polri harus cepat menangani.

Karena apa ?

Sebab bisa-bisa pejabat lain di Indonesia ini juga kena. Atau bahkan kepala negara dan kepala lembaga-lembaga negara. Bayangkan kalau masyarakat awam tidak tahu, mereka akan percaya saja atas berita-berita bohong. Jadi kalau Polri menangani kasus ini secepatnya, ini bukan untuk kepentngan saya pribadi atau Kejaksaan. Ini akan bermanfaat untuk mengantisipasi agar jangan ada lagi pejabat-pejabat lain yang dizalimi. Jangan sampai ada korban-korban lain yang difitnah dan dibusuk-busukkan. Atau diadu-domba antara satu dengan yang lain. Makanya Polri harus bekerja keras membongkar kasus ini.

Pengacara dari terpidana kasus pembobolan BRI tahun 2003 ini, sudah sering menggulirkan fitnah ini selama bertahun-tahun. Dan selalu saya yang jadi targetnya. Dalam suratnya kepada Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR-RI, dituliskan bahwa saya menggelapkan dana milik terpidana. Bagaimana mungkin ? Rekening itu sudah terblokir sampai saat ini. Dan sebelum diblokir oleh Kejaksaan, mereka sudah mengosongkan rekeningnya. Jadi jangan memutar-balikkan fakta. Saya tidak senang difitnah seperti ini.

(K)  :  Masalah ini erat kaitannya dengan kasus pembobolan BRI tahun 2003. Terpidananya saja sudah meninggal dunia yaitu (Alm) Deden Gumilar Sapoetra, mantan Kepala Cabang BRI Cabang Segitiga Senen. Selama 9 tahun, kasus ini terus digulirkan oleh seseorang yang mengaku pengacara dari terpidana lain dalam kasus ini yaitu Hartono Tjahjadjaja. Mengapa masalah ini terus menerus diangkat ke permukaan ?

(ME)  :   Kasus ini sudah pernah mereka ceritakan kepada beberapa pengurus partai politik besar waktu saya masih menjabat sebagai Jampidsus. Lalu, pengurus parpol itu menanyakan kepada kami. Ketika itu kami jawab secara baik. Kemudian, ada juga dua mantan Jaksa Tinggi menanyakan kasus ini. Kami jelaskan juga. Harusnya mereka tanyakan saja kasusnya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta karena mereka yang menangani.

Intinya, tidak ada satupun rekening atas nama terpidana yang kami pindahkan ke dalam rekening Kejaksaan.

Tidak pernah samasekali !

Tidak pernah rekening nasabah, khususnya untuk kasus BRI ini, dipindahkan k rekening nasabah.

Semua sudah sangat jelas data dan faktanya. Rekening itu masih terblokir sampai saat ini. Dulu sebelum di blokir oleh pihak Kejaksaan, terpidana yang menjadi pemilik rekening itu yang mengosongkan rekeningnya sampai ratusan miliar. Kok malah kami yang dituduh memindahkan uangnya. Jadi, memang tidak ada pemindahan rekening untuk kasus pembobolan BRI ke dalam rekening jaksa. Mereka  jangan memfitnah kejaksaan tanpa disertai data dan fakta. Untungnya, Kejaksaan masih tetap menyimpan semua file tentang kasus ini.

(K)  :  Apakah Bapak tetap ingin melanjutkan kasus ini untuk diproses secara hukum ?

(ME)  :  Saya yakin. Saya ingin kasus ini diungkap secara tuntas oleh Kepolisian. Saya juga yakin dan percaya, Polri bisa mengungkap kasus ini. Saya punya banyak bukti secara lengkap. Lalu, tindakannya menyebar-luaskan suratnya ke banyak pihak bahwa saya menggelapkan uang terkait kasus pembobolan BRI tahun 2003, saya minta agar polisi juga menangani kasus itu.

(K)  :  Apakah Pak Jaksa Agung juga terus mengikuti perkembangan kasus fitnah soal penggelapan uang ini, Pak ?

(ME)  : Oh jelas. Saya sudah bertemu lagi dengan Pak Jaksa Agung. Beliau yang justru menanyakan terlebih dahulu kepada saya. “Bagaimana perkembangannya ? Itu harus dipantau terus. Coba di komunikasikan terus ke pihak kepolisian karena kasus-kasus semacam ini sudah sangat meresahkan”. Begitu kata Pak Jaksa Agung. Menurut Pak Jaksa Agung, sudah banyak pejabat lain yang sudah melaporkan kepada Jaksa Agung bahwa mereka difitnah juga. Bahkan kata Pak Jaksa Agung, Pak Todung Mulia Lubis juga sudah berkeluh kesah bahwa jejaring sosial bisa dipakai untuk saling memfitnah. Jadi Pak Jaksa Agung kuatir bahwa nantinya bisa berkembang ke arah pemerasan. Itu sebabnya Pak Jaksa Agung meminta kepada saya agar kasus ini terus dipantau. Sebab Indonesia ini negara hukum. Dan hukum harus ditegakkan.

(K)   :  Baik, terimakasih Pak Marwan untuk informasi terbarunya mengenai kasus ini.

(ME)  : Terimakasih sama-sama.

 

 

 

MS

Marwan : Fitnah Soal Penggelapan Uang 500 Miliar Isapan Jempol Dan Pembunuhan Karakter

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy ( Foto : Mega Simarmata / KATAKAMI.COM )

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

 

Jakarta, 28 Juni 2012 (KATAKAMI.COM)  — Badai seakan tak kunjung usai menerpa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Dr. Marwan Effendy.

Sejak sebulan terakhir, pria kelahiran Lubuk Linggau 13 Agustus 1953 ini dipusingkan dengan munculnya sebuah tudingan yang sangat mengejutkan yaitu disebut-sebut Marwan Effendy telah melakukan penggelapan uang nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2003.

Tudingan yang berbau fitnah tersebut dilemparkan ke hadapan publik melalui jejaring sosial TWITTER dan sepucuk surat kepada para pimpinan Komisi III DPR-RI tanpa disertai bukti-bukti yuridis hukum yang kuat.

Marwan juga telah melaporkan masalah ini ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Untuk menjawab tudingan ini, KATAKAMI.COM melakukan wawancara eksklusif dengan Marwan Effendy. Wawancara dilakukan di ruang kerja Jaksa Agung Muda Bidang Pengasawan, di Kejaksaan Agung, Jalan Hassanudin no 1 Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2012) sore.

Inilah hasil wawancara kami dengan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy :

 

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Dr. Marwan Effendy ( Foto : Mega Simarmata / KATAKAMI.COM )

 

KATAKAMI (K)   :  Yang pertama mengenai berita miring soal tuduhan melakukan penggelapan uang senilai Rp 500 Miliar di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bisa dijelaskan, bagaimana awal cerita soal munculnya fitnah ini ?

MARWAN EFFENDY (ME)  :  Saya pribadi tahu soal fitnah ini kira-kira sebulan yang lalu. Beberapa wartawan menghubungi saya. Mereka bilang “Pak, ada berita di twitter yang menjelek-jelekkan bahwa Bapak menggelapkan uang 500 Miliar”. Tentu saja saya terkejut.

Nah, selain menulis di twitter lewat akun @fajriska dan akun@Triomacan2000, pelakunya juga mengirim surat ke Jaksa Agung.

Tapi disposisi Jaksa Agung bukan kepada saya tetapi kepada Jampidsus.

Nah, saya tahu soal itu bukan dari Jampidsus melainkan dari DPR. Ketika para JAM (Jaksa Agung Muda) melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR-RI tanggal 5 Juni 2012, beberapa anggota di Komisi III juga memberitahu saya bahwa ada sepucuk surat yang dikirimkan kepada pimpinan Komisi III bahwa saya melakukan penggelapan uang Rp. 500 Miliar. Mereka bilang, “Bang, ini ada surat yang menjelek-jelekkan Abang”.

(K)  :  Jadi, ini bisa dibilang merupakan serangan balik kepada Bapak selaku aparat penegak hukum yang memang bertugas untuk melakukan menegakkan hukum di bidang pemberantasan korupsi ?

(ME)  :  Ya. Ini seakan-akan ada serangan balik kepada aparat penegak hukum dengan cara menjelekkan. Berulang kali saya dapat hantaman keras setiap kali ada momen-momen khusus. Misalnya waktu saya ikut dalam proses pemilihan Ketua KPK. Atau waktu saya mau diangkat jadi Jampidsus. FItnah begini sempat menghilang. Lalu muncul lagi ketika akan dibentuk kabinet baru. Sekarang, karena ada beberapa anggota kabinet yang mau diganti oleh Bapak Presiden, saya kena lagi. Kalau saya baca di bagian akhir surat yang dikirimkan itu, ada kalimat agar Marwan Effendy jangan diangkat sebagai Jaksa Agung. Jadi, saya menduga, fitnah ini adalah sebuah bentuk kekuatiran kalau Bapak Presiden mengangkat saya sebagai Jaksa Agung.

(K)  : Selain kepada Jaksa Agung dan Komisi III DPR-RI, pihak manalagi yang menerima surat ini ?

(ME)  : Saya juga dapat kabar dari seorang kawan dari Universitas Trisakti, Pak Hengky namanya. Dia menghubungi saya juga bahwa diapun mendapatkan kiriman copy dari surat yang sama tentang tudingan penggelapan uang ini. Suratnya untuk Jaksa Agung tapi bisa di fotocopy kemana-mana. Disebar-luaskan secara tidak bertanggung-jawab.

 

Salah satu bagian dari memori Serah Terima Jabatan (Sertijab) Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tanggap 3 November 2004 dari pejabat lama Marwan Effendy kepada R. Himawan Kaskawa SH. Bagian ini menerangkan perkembangan penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh Hartono Tjahjadjaja, yang kini dituduhkan telah digelapkan oleh Marwan Effendy. ( Foto : Eksklusif KATAKAMI.COM )

 

(K)  :  Terlihat betul bahwa target sasarannya adalah Bapak ya ?

(ME)  :  Memang kelihatan ada semacam pembunuhan karakter terhadap diri saya. Character assassination.

Yang saya sayangkan, mengapa dia tidak meminta klarifikasi dari BRI lewat Kantor Cabang Pembantu mereka di Senen ? Ini kasus tahun 2003. Bayangkan, ada fitnah yang ditujukan pada diri saya setelah 9 tahun ditangani oleh Kejaksaan Tinggi.

Waktu itu saya masih menjabat sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Apidsus) di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Ketika Kejaksaan Tinggi melakukan pemblokiran terharap rekening atas nama tersangka Ir. Deden Gumilar dan Hartono Tjahjadjaya tertanggal 7 November 2003, posisi saldo rekening mereka adalah Rp. 129.000.000,-.

Setelah di blokir oleh Kejaksaan, posisi saldo mereka tetap sama.

Dimana uang Rp. 500 Miliar yang mereka bilang digelapkan ?

Uang didalam rekening itu sudah mereka keluarkan sebelum diblokir oleh Kejaksaan. Kami masih pegang semua data dan dokumen ini. Untung kami masih menyimpan secara rapi semua dokumen.

Lalu ketika saya melakukan serah terima jabatan sebagai Asisten Pidana Khusus (Apidsus) di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kepada Pak Himawan ( R. Himawan Kaskawa SH) tanggal 3 November 2004, kasus korupsi yang dilakukan Hartono Tjahjadjaya ini ada masuk dalam buku memori sertijab saya. Jadi, resmi dilaporkan dan diserah-terimakan kepada pejabat yang baru.

Sehingga, setelah saya tidak menjabat sebagai Apidsus lagi, saya sudah menangani kasus ini lagi.

(K)  :  Apa langkah hukum yang sudah Bapak lakukan ?

Saya sudah lapor ke polisi yaitu ke Bareskrim Mabes Polri tanggal 11 Juni 2012. Berdasarkan Laporan Kepolisian nomor LP/465/VI/2012, saya melaporkan Sdr. Fajriska.

Kemudian, saya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian mengenai masalah ini. Semua bukti sudah saya serahkan ke Bareskrim.

Sebab, ini yang harus diingat bahwa Kejaksaan tidak pernah memindahkan dana apapun ke rekening kami.

Dia kirim surat kesana-kemari tetapi tidak bisa menunjukkan bukti-bukti yang kuat. Kalau misalnya dia punya bukti bahwa dana Rp. 500 Miliar itu digelapkan, silahkan menjelek-jelekkan kami. Nah ini, satu buktipun tidak ada, tetapi berani sekali menjelek-jelekkan aparat penegak hukum.

Dia boleh tertawa senang sekarang karena bisa memfitnah diri saya secara kejam.

Tetapi jangan lupa bahwa Indonesia ini negara hukum. Dan hukum memang harus ditegakkan di negara ini. Kemudian, jangan lupa, hidup kita didunia ini hanya sementara. Hukum di akhirat nanti akan lebih mengerikan bagi siapapun yang melakukan kesalahan.

( Keterangan : Seperti yang diberitakan oleh INILAH.COM (25/6/2012), Mabes Polri membenarkan adanya laporan Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy kepada Bareskrim Mabes Polri. Marwan secara pribadi melaporkan oknum yang berinisial F karena diduga telah mencemarkan nama baik Marwan.
“Benar pada 11 Juni 2012 lalu, Jamwas Kejagung Marwan Effendy secara pribadi telah datang melaporkan satu kasus yang melibatkan dirinya pencemaran nama baik di Bareskrim yaitu melaporkan inisial F,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution, Senin (25/6/2012).

Inisial (F) dilaporkan karena yang bersangkutan pernah membuat laporan ke Jaksa Agung pada 22 Maret 2012 bahwa Marwan Effendy pernah terlibat dalam suatu kasus korupsi. Selain itu inisial (F) juga membeberkan informasi mengenai korupsi tersebut ke akun twitter yang diduga milik pribadi (F). “Akibatnya laporan ini, Marwan tidak puas dan melaporkan pengaduan dan pencemaran nama baik,” kata Saud.

Menurut Saud, laporan tersebut kini tengah ditangani oleh Penyidik DIT Tipidum Bareskrim Polri. Saud mengatakan, oknum F berprofesi sebagai pengacara berdasarkan dari laporan Marwan Effendy. “Sementara kita terima dulu laporannya, prosedurnya, baru diserahkan,” katanya).

 

Marwan Effendy

 

(K)  : Selain melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, apa langkah selanjutnya yang akan Bapak tempuh ?

(ME)  :  Saat ini saya tetap menunggu kelanjutan dari proses kepolisian. Saya terus berharap agar kasus ini diusut sampai tuntas. Saya tidak main-main dengan laporan saya. Sebab saya yakin bahwa saya berada di pihak yang benar. Saya serahkan kepada pihak kepolisian. Nanti kalau sudah terbukti bahwa dia yang salah, maka saya akan melaporkan dia ke organisasinya. Ke organisasi advokat. Apa masih layak orang semacam ini jadi advokat karena memakai cara-cara pengecut ?

Kalau saya dituduh menggelapkan uang, tunjukkan buktinya !

Kalau memfitnah orang tanpa bukti, apalagi sampai kirim surat ke Jaksa Agung dan DPR-RI tanpa bukti samasekali, itu namanya laporan FIKTIF.

Artinya, dia hanya menyampaikan kata-kata yang bohong.

Isapan jempol !

Nanti kalau dalam proses hukum dia tidak mau mengakui bahwa dia memfitnah saya, nah … anggota-anggota Komisi III kan bisa jadi saksi semua. Sebab pelakunya ini sampai menemui pimpinan Komisi III.

(K)  :  Pertanyaan terakhir Pak Marwan, bagaimana tanggapan dari Pak Jaksa Agung sendiri mengenai masalah ini ?

(ME)  :  Pak Jaksa Agung sempat terkejut mengenai masalah ini. Saya sudah menghadap beliau. Saya tunjukkan kepada Jaksa Agung semua dokumen ini.

Lalu Jaksa Agung mengatakan, “Apakah sudah lapor polisi ?” Saya jawab, sudah pak. Beliau bilang, laporkan ini ke polisi ! Beliau sudah melihat semua dokumen mengenai masalah ini.

Nah coba bayangkan …. untung kami masih menyimpan semua dokumen ini. Bagaimana kalau misalnya kami tidak rapi menyimpan semua dokumen dari kasus-kasus penanganan korupsi di zaman dulu !

Jadi saya tidak merasa cemas sebab semua bukti yang menunjukkan bahwa saya tidak bersalah, masih sangat lengkap dan ada semua bukti-buktinya. Kejaksaan Tinggi masih menyimpan semua dokumen penanganan korupsi pada masa-masa lalu.

Secara pribadi, saya memaafkan pelakunya. Jangankan saya yang cuma manusia biasa. Nabi Muhammad saja pernah difitnah. Jadi, saya sadar bahwa sebagai manusia biasa, saya harus siap dan tabah dengan segala cobaan.

Tetapi di hadapan hukum, kasus ini harus tetap diproses. Saya mau menunjukkan kepada semua pihak bahwa saya tidak bersalah. Ini penting untuk saya karena sudah menyangkut nama baik, harkat dan martabat saya sebagai seorang jaksa.

Pokoknya harapan saya, MABES POLRI bisa secepatnya mengusut kasus ini. Jangan dibiarkan sebab bisa menjadi preseden buruk bagi aparat-aparat penegak hukum yang sedang giat menangani korupsi. Hukum harus ditegakkan.

(K)  :  Baik, terimakasih Pak Marwan Effendy.

(ME)  : Terimakasih.

 

 

 

MS

Blog at WordPress.com.

Up ↑