Gaddafi Tuding Osama, Sarkozy Ditelpon Obama, Dunia Tersentak Timur Tengah Membara

Muammar Gaddafi

Jakarta, 26 Februari 2011 (KATAKAMI.COM) — Tinggal 2 hari lagi, kita semua akan memasuki bulan ketiga di tahun 2011. Tidak terasa, sudah hampir 2 bulan berlalu di tahun 2011 ini.

Kita semua masih mengingat serangan bar bar yang menimpa Gereja di Mesir pada misa atau kebaktian tanggal 1 Januari 2011 yang lalu.

Beberapa minggu kemudian, Presiden Mesir Hosni Mubarak justru terguling dari kekuasaannya.

Guncangan di Timur Tengah bagaikan petir yang saling sahut menyahut.

Dari Tunisia, ke Mesir, Yordania, Yaman, Bahrain dan yang kini sangat memanas adalah di Libya.

 

President Perancis Nicolas Sarkozy (kiri) dan Presiden Barack Obama.

 

Presiden Barack Obama menghubungi 3 pimpinan dunia sekaligus menjelang akhir pekan ini yaitu Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi.

Obama seakan mau bermain cantik.

Ia menghubungi ketiga pemimpin dunia tadi hanya beberapa jam setelah Pemimpin Libya Kolonel Muammar Gaddafi mengumumkan kepada dunia bahwa kerusuhan di Libya adalah “hasil karya” organisasi teroris nomor satu abad kini yaitu Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden.

Obama tentu mendapat masukan yang sangat lengkap dari kalangan penasehat keamanan dan intelijennya bila hendak melakukan sebuah tindakan atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis.

Analisa yang bisa dispekulasikan mengapa Sarkozy yang dihubungi Obama ialah Presiden Perancis ini mendapat perhatian yang sangat khusus dari Osama Bin Laden.

 

Dokumentasi Foto : Presiden Perancis Nicolas didampingi Ibu Negara Carla Bruni-Sarkozy dan Perdana Menteri Perancis Francois Fillon (tengah) meninggalkan Gereja Katedral Notre Dame seusai mengikuti misa bagi korban kecelakaan pesawat Air France flight AF 447 yang jatuh tenggelam di Samudera Atlantik tanggal 3 Juni 2009 ( Foto : LIFE.COM )

 

Bayangkan, dari sekian banyak negara-negara yang tergabung menjadi anggota NATO untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat di Afghanistan, hanya Perancis yang terus dikritik sangat tajam oleh Osama Bin Laden.

Rekaman video berisi pesan bernada ancaman dari Osama Bin Laden versi terakhir ( yang dirilis Al Qaeda baru-baru ini ) secara tegas ditujukan kepada Pemerintah Perancis untuk menarik pasukannya dari Afghanistan.

Padahal kalau mau jujur, ancaman Osama pada Sarkozy sangat tidak masuk akal sebab tak hanya Perancis yang “berkecimpung” di Afganistan.

Perancis hanyalah salah satu negara yang berkonstribusi dalam perang panjang yang menjadi operasi utama Amerika sejak lebih dari delapan tahun terakhir.

Lalu analisa berikutnya yang bisa dispekulasikan dari kebijakan Obama menghubungi Perdana Menteri Inggris David Cameron adalah karena posisi Inggris yang tampaknya menjadi “sahabat yang dapat dipercaya” oleh Timur Tengah.

 

Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafik melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron (kedua dari kanan). Pertemuan berlangsung di Kairo tanggal 21 Januari 2011. (Foto : KHALED DESOUKI/AFP/Getty Images)

 

David Cameron adalah pemimpin dunia pertama yang diterima oleh Mesir untuk berkunjung secara resmi pasca kejatuhan Hosni Mubarak.

Cameron disambut sangat baik dan penuh persahabatan oleh Mesir, Kuwait, Qatar dan Oman.

Ini sebuah pemandangan politik yang sangat pantas diacungi jempol.

Dua jempol untuk Cameron.

Dunia seharusnya mencermati peran Inggris yang secara jelas menempati posisi sangat penting dalam perkembangan politik di Timur Tengah.

Cameron selalu sangat tegas dan keras bila mengeluarkan komentar atau pernyataan resmi mengenai apapun yang terjadi di Timur Tengah, termasuk proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Tetapi Cameron tak pernah “usil atau lancang” merecoki negara orang lain dengan gaya-gaya “Nge-Boss”.

Barangkali itu sebabnya, Cameron atas nama Inggris menjadi sahabat yang bisa sangat dipercaya dan pantas untuk sangat dihargai oleh Negara-Negara Timur Tengah.

Sangat menarik bila kita mengikuti gaya politik David Cameron !

Cameron tak suka bolak balik masuk televisi hanya sekedar untuk menyampai keterangan pers mengenai hal ini dan itu di berbagai belahan dunia sehingga ia bisa nampang di semua media internasional untuk menyampaikan pidato-pidato retorika lewat kedok keterangan pers agar seolah-olah ia mau mengumumkan bahwa diri atau negaranya adalah satu-satunya yang paling hebat.

Cameron tidak seperti itu.

Cameron sangat jauh dari tipikal pemimpin yang ketagihan nampang di televisi untuk memberikan keterangan-keterangan pers, terutama yang menyangkut kebijakan politik luar negeri Inggris.

 

Perdana Menteri Inggris David Cameron (kiri) dan Menteri Luar Negeri William Hague

 

Lewat Menteri Luar Negeri Inggris William Hague atau dari pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Inggris, David Cameron menunjukkan sikap Inggris terhadap persoalan-persoalan Timur Tengah.

Wajar bila sejumlah negara Timur Tengah merasa sangat nyaman ( comfortable ) dengan gaya politik luar negeri Inggris.

Osama Bin Laden yang dituding Muammar Gaddafi sebagai biang kerok kerusuhan hebat di Libya juga tak pernah secara khusus mengirimkan pesan yang keras kepada Inggris.

Lalu kalau secara fokus mencermati perkembangan di Libya.

Data angka kematian yang menjadi korban tewas disana sungguh sangat beragam.

Ada yang mengklaim sudah 2000 orang mati.

Lalu ada yang meyakini sudah 1000 orang mati tetapi ada juga klaim lain yang mengatakan “hanya” 300 orang yang mati.

Hebatnya lagi, dalam situasi sangat kisruh dan rusuh, video-video tentang mayat-mayat yang bergelimpangan di Libya bisa mulai bermunculan di Youtube.

Aneh sekali !

Hampir sama modusnya dengan kejadian yang menimpa Indonesia baru-baru ini.

Oknum militer yang melakukan tindak kekerasan penyiksaan di Papua bisa muncul videonya di Youtube sehingga dunia gempar atas aksi kekerasan itu.

 

Muammar Gaddafi

 

Gaddafi sendiri secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Libya dan akan mati di negaranya sebagai martir.

Kalau mau jujur, para pemimpin dunia ( termasuk Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya Dewan Keamanan PBB ) harus jujur mencemati situasi keamanan di Libya.

Mungkinkah seorang Gaddafi yang membunuhi 2000 orang rakyatnya sendiri dalam hitungan jam atau hari ?

Gaddafi sudah berkuasa 40 tahun.

Kalau dalam seminggu dia tega membunuh 2000 orang rakyatnya sendiri maka hitunglah berapa rakyat Libya yang sudah mati dalam 40 tahun terakhir ini ?

Lupakan sejenak kritikan tentang tenggang waktu kekuasaan Gaddafi yang sudah mencapai 40 tahun.

Berilah penilaian yang jujur tentang situasi keamanan di Libya, mungkinkah kebinasaan yang sangat menyedihkan itu adalah kekejaman dari Gaddafi hanya karena faktor kekuatiran akan kehilangan kekuasaannya ?

Sebab bisa saja ada yang bermain dan memainkan situasi di Timur Tengah untuk satu kepentingan besar.

Karikatur : Osama Bin Laden ( Foto : Toonpool.Com)

Gaddafi yang selalu berpakaian nyentrik ini tidak kalah cerdik.

Gaddafi menuding muka Osama Bin Laden.

Osama dan Al Qaeda tidak membantah tetapi tidak juga membenarkan.

Hanya Gaddafi yang tahu, mengapa ia secara tegas mengatakan bahwa otak kerusuhan itu adalah Osama Bin Laden.

Barack Obama dan NATO yang ramai-ramai “menyerbu” Afghanistan, tak ada satupun yang berani mengomentari tudingan Gaddafi tentang peran Osama Bin Laden dalam kerusuhan di Libya.

Padahal kalau mau jujur, tujuan dari perang Afghanistan itu untuk menangkap Osama Bin Laden toh ?

Diudak-udak dan dicari-cari selama bertahun-tahun, kok malah bisa-bisanya bikin aksi di Libya.

2 Jam Bicara Dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir Di Penjara Soal Tuduhan Teroris, Arogansi Amerika & Dukungan Untuk Hamas Di Gaza


Kalau slogan WAR ON TERROR itu masih tetap dijalankan dan dilaksanakan maka fokus perang melawan terorisme itu harus dengan cepat mengirimkan bantuan ke Libya ( sebab disana ada jejak Osama Bin Laden ).

Pertanyaannya sekarang, apa yang harus dilakukan oleh dunia ( terutama Perserikatan Bangsa Bangsa, Negara-Negara Barat, Negara-Negara Islam / Arab), untuk membantu Libya mengatasi guncangan hebat yang mengoyak rasa aman dan keamanan nasional di negara itu.

Cukupkah hanya sebatas mengutuk Gaddafi dan atau menudingnya telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan ?

Bahwa setiap negara atau pemimpin negara buru-buru melakukan tindakan evakuasi terhadap warga negara mereka di Libya dan negara-negara yang selama dua bulan terakhir ini tersengat api kehancuran politik, itu wajar-wajar saja dan memang harus dilakukan secara cepat.

Tetapi, sejauh mana dunia bisa berkontribusi meredam guncangan keamanan yang sudah sedemikian buruk di Libya ?

Barangkali yang dapat disarankan disini adalah mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dalam setiap pernyataan terbuka menyerang pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Silahkan mengecam situasi keamanan yang sudah sangat buruk di Libya.

Tetapi janganlah memperburuk situasi disana dengan mengeluarkan kalimat demi kalimat yang dapat semakin membakar emosi Gaddafi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut Gaddafi telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ban harus diingatkan bahwa sebagai Sekjen PBB ia harus bijaksana dalam mengeluarkan pernyataan resmi.

Adili dulu seseorang jika hendak menyatakan bahwa orang tersebut adalah penjahat kemanusiaan.

Ini masalah hukum !

Belum ada peradilan apapun, mengapa Gaddafi disebut sebagai penjahat kemanusiaan ?

Walau sudah ribuan orang mati di Libya, adakah jaminan bahwa 100 persen pertumpahan darah itu adalah perbuatan Gaddafi dan secuilpun tak ada keterlibatan unsur asing disana ?

Gaddafi sendiri sepertinya sangat tersinggung atas pernyataan Presiden Sarkozy bahwa pemimpin Libya ini pantas untuk diajukan ke Mahkamah Internasional.

Dengan hati yang tenang, Gaddafi harus mencerna himbauan Sarkozy tersebut.

Pasti tak ada niat Sarkozy untuk merendahkan martabat Gaddafi secara pribadi tetapi jika melihat skala kehancuran dan tingginya angka kematian di Libya, Sarkozy ( dan mungkin sejumlah pemimpin dunia lain ) ingin menyerahkan permasalahan pelik di Libya ke Mahkamah Internasional agar pertumpahan darah itu bisa segera dihentikan.

 

Muammar Gaddafi

 

Gaddafi sendiri pasti tak ingin negaranya menjadi hancur mengerikan secara saat ini.

Pemimpin mana didunia ini yang tidak terkejut dan terpukul jika secara mendadak negaranya terancam luluh lantak ?

Api kehancuran itu begitu cepat menjalar kemana-mana di sejumlah negara Timur Tengah.

Gaddafi justru jangan dibiarkan sendiri mengatasi situasi yang mengerikan ini.

Pemimpin negara yang memang cukup dekat dengan Gaddafi selama ini, harus secara pro aktif melakukan pendekatan dan komunikasi yang intens untuk mengurangi tensi kemarahan Gaddafi.

Jika Gaddafi tenang, maka perintah-perintahnya juga akan sangat positif.

Jika perintah-perintah yang dikeluarkannya positif, maka lambat laun gejolak politik yang membakar emosi rakyat Libya juga pasti akan berangsur tenang.

Situasi di sana yang harus segera diselamatkan.

Sehingga sangat aneh jika para Duta Besar Libya di banyak negara buru-buru menyelamatkan diri sendiri dan mengajukan pengunduran diri.

Hei, bantu dulu pemimpin kalian menyelesaikan situasi yang berat dan tidak cari selamat sendiri !

Dikasih jabatan sebagai Duta Besar mau dan selama ini sudah sangat menikmati empuknya jabatan sebagai Duta Besar.

Tetapi giliran negara mereka sedang dalam kemelut politik yang sangat mengerikan, satu persatu balik badan dan meninggalkan sang pemimpin sendirian.

Dunia internasional sudah sangat keras mengutuk Gaddafi, sejumlah Duta Besar Libya bisa-bisanya ikut juga mengutuk sang pemimpin dari jarak kejauhan.

Tidak ada loyalitas.

Eh, kalau mau berkontribusi menyelamatkan Libya, para Duta Besar ini justru harus aktif menasehati dan memberikan masukan kepada pemimpin tertinggi di negara mereka agar menahan diri untuk tidak melakukan tindkan represif kepada para demonstrans.

Bukan justru ikut mencaci maki pimpinan mereka dari jarak jauh.

 

Peace is good

 

Sekali lagi, belum ada yang bisa memastikan bahwa ribuan orang yang mati di Libya adalah atas perintah dan sepenuhnya merupakan perbuatan melawan hukum dari Gaddafi secara pribadi.

Bantulah Libya dan jangan justru semakin dijerumuskan ke dalam jurang kehancuran yang lebih dalam.

Dan kepada pihak manapun yang sesungguhnya dapat diduga menjadi dalang kerusuhan di Libya, ambillah kalkulator.

Untuk apa kalkulator itu ?

Cobalah berhitung, Boss.

Jika dalam seminggu, Gaddafi membunuh 2000 orang maka sudah berapa orang rakyat Libya yang dia bunuh selama 40 tahun ?

Sebutlah misalnya ia seorang diktator, mengapa bisa sangat lama dipercaya menjadi pemimpin di negara yang seradikal Libya ?

Gaddafi pasti dihormati oleh rakyatnya.

Situasi disana yang kebetulan saja sangat suram, kusam dan serba gelap sejak beberapa minggu terakhir ini sehingga dunia menjadi ikut putus asa tentang gejolak politik yang menimpa Libya.

Dunia internasional seakan tak diberi kesempatan untuk “ambil nafas” dalam menyaksikan gejolak politik di sejumlah Negara Timur Tengah.

Sejumlah negara seakan sudah kehilangan kedaulatannya sehingga pihak asing dimungkinkan mendikte atau melakukan intervensi atas masalah-masalah domestik negara lain.

Padahal masing-masing negara wajib dihormati sebagai sebuah negara dalam arti yang sesungguhnya.

 

Peace and LOVE

 

Dan kembali pada permasalahan di Libya, Gaddafi tak perlu mati sebagai martir di negaranya.

Gaddafi adalah pemimpin yang berkarakter sangat kuat, tegas dan keras.

Yang perlu diingatkan kepada Gaddafi adalah memberikan CINTA, CINTA dan CINTA yang tak berkesudahan secara sangat nyata kepada rakyatnya sendiri.

Sekali lagi, Gaddafi harus memastikan bahwa rakyat Libya tetap dan harus dicintai secara sungguh-sungguh.

Jika benar ia mencintai rakyatnya maka yang harus segera dilakukan adalah mengurangi tindakan represif dalam mengatasi setiap aksi demonstrasi disana.

Gaddafi juga harus cepat meyakinkan dan memberikan rasa aman kepada seluruh rakyat Libya, serta warga negara asing yang ada disana.

Pemimpin sekelas Gaddafi pasti memiliki hati nurani.

Hentikan kekerasan dan pastikan tak ada lagi nyawa yang melayang secara sia-sia.

Dan jangan ragu-ragu menangkap siapa saja pihak asing yang barangkali jadi provokator alias otak kerusuhan di Libya.

Jangan dibunuh tetapi adili jika memang ada unsur keterlibatan asing dalam kerusuhan itu.

Termasuk jika ada bukti nyata bahwa Osama Bin Laden merupakan orang yang paling bertanggung-jawab atas kerusuhan dan kehancuran politik di Libya.

Segera laporkan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa.

Lalu Osama, dimanapun kini anda berada, pastikanlah bahwa anda tidak akan mendatangkan malapetaka-malapetaka baru di negara manapun didunia ini.

Berhentilah mengancam sebuah negara ( negara manapun itu ) sebagai ketidak-senangan anada atas perang di Afghanistan.

Sebab, kekejian anda melakukan serangan 11 September juga merupakan kekejaman yang tak akan pernah dilupakan oleh lembaran sejarah dunia.

Bahkan tangisan, duka, trauma dan luka dari para korban dan keluarga dari ribuan korban yang tewas, pasti masih sangat nyata tersimpan sampai saat ini.

Kesatria, bukanlah kesatria, jika ia terus bersembunyi dibalik pelarian panjang untuk menghindari sebuah tanggung-jawab yang harusnya dipikul oleh seorang “Panglima Tertinggi”.

Dan untuk menutup tulisan ini, memang sangat pantas merenungkan judul yang dipilih yaitu “Gaddafi Tuding Osama, Sarkozy Ditelpon Obama, Dunia Tersentak Timur Tengah Membara”.

Bara api yang membakar sejumlah negara di Timur Tengah, harus dipadamkan dengan cara-cara yang positif.

Selamatkan Timur Tengah dari ancaman kehancuran yang sangat mengerikan.

Pastikanlah juga, tidak ada  dan jangan sampai ada pihak manapun didunia ini yang merasa bahwa dirinyalah yang paling pantas melakukan intervensi dan pendiktean atas masalah-masalah domestik negara lain.

Memerintahkan turun, memaksakan agar jatuh dan lengser keprabon terhadap kekuasaan para pemimpin dunia lainnya, adalah tindakan yang sudah terlalu jauh bagi pihak asing manapun yang memaksakan kehendaknya pada negara lain yang berdaulat.

Dunia memang harus saling peduli atas nasib buruk negara lainnya di muka bumi ini.

Tetapi kepedulian jangan diartikan secara sempit.

Dengan demikian, keamanan dan perdamaian dunia bisa diwujudkan sebagaimana mestinya.

 

 

(MS)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,872 other followers