Tumben Putin Bicara Afghan Saat Suriah Terkungkung Pertempuran

Presiden Rusia Vladimir Putin

 

Kunci Penting Penyelesaian Konflik Di Suriah Adalah Asma Al Assad

 

Jakarta, 2 Agustus 2012 (KATAKAMI.COM)  —  Jika kita bicara soal Suriah, maka mau tak mau harus bicara tentang bagaimana Presiden Suriah Bashar Al Assad mengendalikan situasi dalam negerinya yang makin berkutat dengan pergulatan politik dan keamanan.

Ya, Suriah makin terkungkung dalam pertempuan !

Seperti yang diberitakan BBC (1/8/2012), Presiden Suriah, Bashar al-Assad, memperingatkan bahwa konfik antara pasukan pemerintah dan pemberontak di seluruh Suriah akan menentukan nasib bangsa Suriah.

Pernyataan Assad ini dituangkan dalam pernyataan tertulis yang sekaligus merupakan pernyataan publik pertama Assad selama dua pekan terakhir.

“Nasib bangsa dan rakyat kita, masa lalu, masa kini dan masa depan tergantung atas pertempuran ini,” demikian pernyataan tertullis Assad.

Dalam pernyataan yang disampaikan untuk menyambut Hari Angkatan Bersenjata Suriah itu, Assad memuji para prajurit yang menurut dia tengah memerangi ‘kelompok teroris bersenjata.’

Assad menyebut para prajurit Suriah sebagai para pahlawan dan menggambarkan mereka sebagai pembela negara.

Sementara itu, PBB melaporkan pertempuran antara pasukan Suriah dan kelompok pemberontak di Aleppo makin berlangsung sengit dalam beberapa hari terakhir.

Sausan Ghoseh, anggota misi PBB untuk Suriah mengatakan kepada BBC, kelompok pemberontak saat ini memiliki senjata berat, termasuk beberapa tank hasil rampasan milik pemerintah.

“Dalam 72 jam terakhir kami melihat pertempuran main sengit,” kata Ghosheh, Rabu (01/08) waktu setempat, demikian dikutip dari BBC.

Lalu, bagaimana kabarnya Presiden Rusia Vladimir Putin ?

Wajar jika Putin dipertanyakan terkait masalah SURIAH sebab sampai detik ini Rusia ( bersama-sama dengan Cina ) tetap menolak, bahkan menggunakan HAK VETO mereka di Dewan Keamanan PBB, untuk menolak semua opsi dan intervensi militer asing dalam menyelesaikan konflik di Suriah.

Jika dibaca dari website kepresidenan Rusia, KREMLIN.RU , kegiatan Presiden Putin beberapa hari terakhir ini terfokus di dalam negeri Rusia. Dalam beberapa acara yang dihadirinya, Putin terlihat terus menerus didampingi Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov

Bahkan yang mewakili Rusia untuk menghadiri pembukaan pesta olahraga Olimpiade di London, Inggris beberapa hari lalu adalah Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.

Tetapi hari Kamis (2/8/2012) ini, Putin tampaknya berubah pikiran dan memutuskan untuk berpergian keluar negeri.

Hari ini, Putin bertolak ke Inggris untuk berdiskusi tentang Suriah dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron dan menonton pertandingan judo.

Sebagai pemegang sabuk hitam judo, Putin akan menyaksikan pertandingan judo di arena Olimpiade.

Putin adalah mantan juara judo St Petersburg dan pernah merilis video untuk mempromosikan olahraga tersebut.

Kepada Perdana Menteri David Cameron, Kremlin mengatakan bahwa Putin akan membela apa yang disebutnya posisi Moskow yang jelas dan konsisten.

Sepertinya saat berada di London inilah, Putin akan mengeluarkan pernyataan terbaru soal SURIAH.

Ini adalah kunjungan pertama Putin ke London dalam sembilan tahun, yang terakhir adalah kunjungan kenegaraan pada Juni 2003. Ia terakhir kali berada di Inggris untuk KTTT G8 di Gleaneagles pada Juli 2005.

 

Presiden Barack Obama

 

Lain Putin, lain juga Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Seperti yang dikutip dari Dailymail, Kamis (2/8/2012), saat ini Presiden Obama sudah menandatangani perintah rahasia untuk mendukung pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad.

Dengan adanya keputusan itu secara luas memungkinkan Dinas Rahasia AS, CIA (Central Intelligence Agency), dan lembaga lainnya untuk membantu kelompok militan di Suriah.

Perintah tersebut disetujui awal tahun 2012. Sejak itu AS mulai menandai keperluan teroris bersenjata di Suriah.

Pemerintah AS dan sekutunya juga sedang menggalang dukungan lebih besar, setelah gagal mendorong sanksi keras melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap pemerintah Assad pada pertengahan Juli.

Untuk mendukung opisisi Suriah, AS telah bekerja sama dengan Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Keempat negara yang bersekutu itu sekarang telah mendirikan basis di dekat perbatasan Suriah untuk memfasilitasi pelatihan militer.

Hari Rabu (1/8/2012) kemarin, Amerika juga mengecam Presiden Assad sebagai “pengecut” dan “hina” karena meminta pasukannya untuk terus memerangi pemberontak oposisi.

“Kami pikir itu pengecut karena seseorang yang terus bersembunyi, mendesak angkatan bersenjata untuk terus melakukan pembantaian warga sipil di negerinya sendiri,” kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Ventrell.

“Kami pikir itu hina karena mendesak angkatan bersenjata untuk terus melanjutkan pembantaian tersebut, dan pertumpahan darah itu,” kata Ventrell, menanggapi pidato Assad yang dilansir oleh kantor berita resmi Suriah SANA.

 

Presiden Rusia Vladimir Putin didampingi Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov setibanya di wilayah Arkhangelsk, Rusia, 30 Juli 2012

 

Suasana memang makin “memanas” jika sudah bicara tentang Suriah.

Saling kecam, saling hujat dan saling menunjukkan “power” masing-masing.

Putin, pemegang sabuk hitam tertinggi judo di Rusia, belum mengeluarkan pernyataan terbaru soal Suriah.

Ia terlihat asyik berbaur dengan pasukan-pasukan dan brigade militernya sejak beberapa hari belakangan ini.

Sekalinya bicara, Putin malah bicara tentang pentingnya pasukan NATO tetap dipertahankan di Afghanistan.

Putin mendesak agar pihak pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai di Rusia. Putin mengkritik penarikan pasukan NATO secara menyeluruh pada 2014.

Putin mengkhawatirkan, penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya dalam pasukan NATO, akan berdampak buruk pada wilayah Asia Tengah yang dikuasai Rusia. Wilayah ini bisa rapuh terhadap aksi kekerasan dan penyelundupkan narkoba.

“Amat diselesaikan jika banyak pihak dalam operasi ini memikirkan cara untuk keluar dari sana (Afghanistan). Mereka sendiri yang memegang tanggungjawab ini dan harus menyelesaikannya hingga akhir,” ujar Putin, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/8/2012).

“Bila tidak ada aturan di Afghanistan, maka wilayah perbatasan kami tidak akan aman. Pemimpin Afghanistan saat ini akan memiliki kesulitan mengendalukan situasi. Kehadiran pasukan NATO menunjukkan fungsi keamanan sebenarnya,” ungkap Putin.

Putin menambahkan, pihaknya akan membantu NATO agar tidak ada lagi pertempuran terjadi di Afghanistan. Selama ini Rusia mendukung operasi NATO dengan membolehkan wilayah mereka di Ulyanovsk, untuk dilewati truk pasokan milik pasukan NATO. Umumnya logistik yang dikirimkan ini bukanlah logistik persenjataan.

Rute pasokan ini memang penting bagi operasi NATO di Afghanistan serta rencana penarikan pasukannya. Dibukanya rute pasokan, tentu mempermudah NATO dalam melaksanakan pekerjaannya.

 

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, kiri, dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev saat bertemu di Camp David, Maryland, AS, 18 Mei 2012

 

Putin, dan pemerintahan Rusia secara keseluruhan, masih tetap di harapkan untuk mendukung komunitas internasional dalam menyelesaikan krisis di Suriah.

Sebab semua tahu bahwa suara dan dukungan Putin sangat dibutuhkan untuk permasalahan Suriah.

Entah apa yang akan terjadi di Suriah jika keadaan yang sangat kisruh seperti sekarang dibiarkan berlarut-larut.

Saling tembak.

Saling bom.

Saling menghancurkan.

Putin dan Medvedev pasti memonitor detik demi detik perkembangan yang terjadi Suriah.

Keduanya pasti tahu bahwa Suriah seakan terus terkungkung dalam pertempuan yang tiada akhirnya hingga detik ini.

Tampaknya memang kepada kedua pemimpin ini, khususnya pada Putin, Presiden Assad tetap menaruh harapan yang tinggi akan terus mendapat dukungan.

Sah-sah saja, Presiden Assad menaruh harapan yang tinggi pada Putin dan Rusia secara keseluruhan.

Tetapi jika boleh berandai-andai  …

Seandainya dalam menyikapi permasalahan di Suriah, Putin bersuara, berpikiran dan bersikap yang sama seperti ia memandang permasalahan di Afganistan, tentu situasinya akan berbeda.

Lain Afghan, lain Suriah, kebijakan Putin tak sama dalam memandang permasalahan yang ada.

Padahal substansi yang di inginkan komunitas internasional, Putin mau membiarkan Rusia ada di antara komunitas internasional bersuara, berpikiran dan bersikap yang sama tentang Suriah.

Tetapi karena Rusia tetap tak mau mengubah pendirian mereka dalam menyikapi krisis di Suriah maka mata dunia akan tetap menyaksikan kekelaman Suriah yang bernasib buruk tetap terkungkung dalam pertempuran.

Mau tak mau, Suriah tetap menjadi kisah sedih yang belum ketahuan akan berakhir seperti apa ….

 

 

 

(MS)

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,494 other followers