Menyapa Komandan Paspampres Dan Bareskrim Polri Lewat What’s App

Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Komandan Paspampres Mayjen Andika Perkasa yang berdiri persis di sebelah presiden, menyapa warga saat berolahraga jalan kaki menuju Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/11/2014).
Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Komandan Paspampres Mayjen Andika Perkasa yang berdiri persis di sebelah presiden, menyapa warga saat berolahraga jalan kaki menuju Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/11/2014).

Oleh : Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM

Jakarta, Selasa 30 Juni 2015 (KATAKAMI.COM) —  Entah mulai kapan What’s App diperkenalkan dan mulai digunakan oleh warga dunia, termasuk di Indonesia.

Tapi saya baru 3 bulan terakhir ini menggunakan What’s App.

Blackberry Messanger (BBM), masih saya gunakan, walau teman saya di BBM hanya 1 orang yaitu Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian.

Sebab saya bukan pengguna BBM yang aktif.

Sesekali, kalau saya punya cerita dan informasi yang panjang untuk Metro 1 atau Kapolda Metro Jaya, BBM yang akan saya gunakan.

Menggunakan What’s App, masih sangat baru buat saya tapi saya mulai terbiasa.

Walau tetap, twitter yang menjadi idola dan kesukaan saya dalam memantau berita dari seluruh manca negara.

What’s App atau WA, lumayan asyik.

Yang menyenangkan dari WA adalah saya bisa menyapa sahabat-sahabat, siapapun mereka.

Termasuk Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Dan Paspampres, Mayjen Andika Perkasa.

Andika yang memiliki kode panggilan SEMERU didalam internal Paspampres, sesekali saya sapa di WA.

Seperti beberapa hari lalu, saya kirim pesan di WA untuk Andika yang isinya seperti ini:

“Setia, Komandan Andika”.

Andika menjawab, “Mbak Mega”.

Saya jawab lagi, “Wah, disapa Setia, jawabnya kok Mbak Mega. Harusnya jawab Waspada dong”.

Setia Waspada adalah motto Paspampres.

Yang termasuk sangat sering saya sapa di WA adalah para penyidik di Bareskrim Polri.

Bapak-bapak polisi dari jajaran Bareskrim Polri ini cukup ramah, sopan dan menyenangkan.

Mereka asyik-asyik aja dan tidak keberatan, jika mendapat kiriman link berita, atau foto-foto dari nomer saya.

Foto yang saya kirimkan, biasanya ada sisi beritanya.

Misalnya, saya kirimkan perkembangan foto-foto erupsi dan guguran awan panas hari per hari tentang Gunug Sinabung.

Atau hal-hal menarik lainnya dari dalam dan luar negeri, yang saya dapat dari TWITTER.

Beberapa hari lalu, saya juga mengirimkan informasi tentang daftar hari libur dan cuti bersama untuk tahun 2016.

Seorang penyidik dari Bareskrim menjawab dengan mengirimkan kode gambar tersenyum.

Lalu saya katakan kepada bapak polisi yang satu ini, “Kecuali untuk polisi-polisi ya pak, tidak ada hari libur untuk polisi. Kerja terus”.

Yang mengejutkan saya adalah saat saya membaca bahwa Bareskrim menangkap seorang pegawai Bank Permata yang menilep uang deposito nasabahnya senilai Rp. 29 Miliar.

Tukang tilep ini ditangkap Sabtu dinihari jam 04.00 WIB.

Saya langsung ingat pada candaan saya di What’s App bahwa tidak ada hari libur untuk polisi.

Kerja terus, kapanpun itu, dan dimanapun itu.

Saya kagum pada bapak-bapak polisi yang “gak ada matinya”.

Kembali soal What’s App.

Buat saya, What’s App menjadi sebuah sarana untuk menjalin dan mempertahankan tali silahturahmi dengan sangat positif.

Menggunakan What’s App, ternyata sangat menyenangkan.

Terlebih lagi karena panggunaannya tanpa biaya apapun.

Hebat !  (*)

MS