​Mengulas Penyanyi Ayu Ting Ting Dan Bilqis Anaknya

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Kamis 13 Juli 2017 (KATAKAMI) — Tak terlalu banyak perkembangan dari dunia selebriti Indonesia yang saya tahu.

Sebab sebab jurnalis, saya hanya meliput di bidang politik, hukum dan keamanan.

10 tahun pernah menjadi wartawan istana.

Dan sekarang sudah 12 tahun saya meliput di jajaran kepolisian, khususnya di Mabes Polri.

Ada satu artis yang sejak awal mendapat simpati dari saya.

Ia adalah penyanyi Ayu Ting Ting.

Enji, mantan suaminya, adalah anak dari Mantan Kapolri Jenderal Polisi Purn. Bambang Hendarso Danuri.

Saya tidak mengenal Enji tapi saya mengenal dengan sangat baik Pak BHD sekeluarga.

Kalau dibaca dari pemberitaan media, asal muasal permasalahan antara Ayu dan Enji adalah saat Keluarga Enji tak mengizinkan digelar resepsi pernikahan.

Padahal Ayu sudah mencetak undangan dan memesan suvenir.

Resepsi itu tidak di izinkan karena nama Jenderal BHD ikut dicantumkan dalam undangan.

Padahal ibu dari Enji adalah istri muda.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis anaknya

 

 

 

Maka dari dulu, saya simpati pada Ayu Ting Ting.

Ia marah karena Enji tak bersikap tegas saat Keluarga BHD menentang resepsi pernikahannya dengan Ayu.

Tapi saya bisa memahami mengapa Jenderal BHD tak mengizinkan namanya dicantumkan.

Besar kemungkinan, beliau tidak mau melukai perasaan istrinya yaitu Nanny Bambang Hendarso Danuri dan 2 anak dari pernikahan antara BHD-Nanny bernama Hani dan Bayu.

Apa yang mengagumkan dari sosok Ayu Ting Ting?

Wanita ini tegar.

Menjadi single parent bukanlah hal yang mudah.

Sayangnya, Ayu berkecimpung di dunia keartisan.

Pihak di belakang artis-artis terus mengolah bumbu penyedap berupa gosip demi gosip agar para artis tetap laku.

Untuk menjadi laku, maka harus masuk pemberitaan.

Karena memaksakan harus terus ada berita maka diciptakanlah gosip demi gosip.

Termasuk gosip sangat buruk sekalipun.

Bad news is a good news, untuk bisa tetap tenar dan laku dijual.

 

 

 

Ayu Ting Ting dan Bilqis

 

 

Maka saya menganggap gosip yang menimpa Ayu Ting Ting sudah melampaui batas kewajaran.

Saya tetap menaruh respek kepada kaum ibu, berapapun umurnya, atau siapapun dia, yang sudah berjuang demi anak yang mereka lahirkan.

Saya respek pada perjuangan Ayu Ting Ting demi anaknya Bilqis.

Anak ini tak berdosa.

Ia masih terlalu lugu.

Ia tak tahu seberapa besar pengorbanan sang ibu agar bisa terus mencari dan mendapat nafkah yang halal.

Menjadi artis pun sebuah profesi yang mulia jika ditekuni dengan sepenuh hati.

Ibu dan anak ini, Ayu dan Bilqis maksud saya, baru berlibur ke New Zealand.

Dalam setiap langkahnya, yang dilakukan dan diperjuangkan Ayu hanyalah demi membesarkan, membahagiakan dan memberikan hidup yang sangat layak untuk putri semata wayangnya.

Ia rela di gosipkan sebab gosip itulah yang dibutuhkan pihak dibelakang para artis untuk mempertahankan ketenaran dan laku tidaknya seorang artis.

 

 

Ayu Ting Ting

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Tetaplah bernyanyi Ayu, sebab suaramu memang sangat merdu.

Seiring waktu, pintu maaf dihatimu akan terbuka untuk ayah dari Bilqis.

Dengan kekuatanmu, kamu tak akan bisa memaafkan.

Tapi bila kamu memohon tangan Tuhan ikut bekerja, damai akan terwujud.

Tetaplah juga tersenyum.

Sebab senyuman akan membuat kita melupakan kepedihan di dalam relung hati.

Two thumbs up, Ayu !!! (***)

 

 

 

 

MS

Advertisements

​Untuk Anakku Mika Di Usia 15 Tahun

Mika Siagian dan Mega Simarmata

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 22 April 2017 (KATAKAMI) —-  Mika anakku.

Hari ini kamu berulang tahun ke 15.

Kamu lahir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, tanggal 22 April 2002.

Mommy ingin kamu tahu bagaimana dulu kisah saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Persis saat kehamilan Mommy memasuki bulan kedua waktu mengandung kamu, Mommy terkena rubella dan toxoplasma.

Maka dokter memberikan obat yang aman untuk menghilangkan kedua virus ini saat kamu ada dalam kandungan Mommy.

Sebab kalau tidak diobati, kamu bisa lahir dalam keadaan buta dan berkepala besar (hydrosefalus).

 

 

 

Romo Lambertus Somar

 

 

 

Selain berobat ke dokter, Mommy juga pergi ke Pastor Romo Lambertus Somar yang punya kemampuan adikodrati.

Setiap hari, dari Senin sampai Jumat, Mommy menemui Romo Somar ke rumahnya di Muara Karang.

Mommy berangkat jam 3 pagi dari rumah supaya bisa dapat antrian awal sebab banyak umat / masyarakat yang juga ke sana minta disembuhkan.

Mommy lakukan semua cara agar sembuh dan kamu bisa lahir sehat.

 

 

Lourdes

 

 

 

Persis saat kandungan Mommy masuk usia bulan ke 7, Mommy mendapat undangan dari Maskapai Penerbangan Perancis, Air France, untuk meliput sistem keamanan di Bandara Charles de Gaulle di kota Paris, pasca Serangan Teroris di Amerika Serikat 9/11.

Pemerintah Perancis memperketat dan meningkatkan sistem pengamanan di Bandara Charles de Gaulle agar jangan terjadi seperti serangan teroris di Amerika.

Mommy waktu itu masih meliput di Istana Presiden maka berangkat ke Perancis pun dengan beberapa wartawan Istana.

Atas permintaan Mommy, Air France di Indonesia bersedia memberikan bonus yaitu berkunjung secara gratis ke Lourdes, tempat penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette di Perancis Selatan.

Jadi pada waktu Mommy ke Perancis, Mommy mengandung kamu pada usia kehamilan ke 7 bulan.

Di Lourdes, Mommy berdoa:

Tuhan Yesus, Bunda Maria, saya ingin anak saya lahir sehat dan selamat, tanpa ada sakit apapun. Maka saya mohon sembuhkan semua virus dalam kandungan saya. Saya mohon, anak saya menjadi anak yang pintar dan berhasil dalam pendidikannya. Sayangi anak saya Tuhan. Jangan biarkan anak saya lahir dalam keadaan cacat”.

Akhirnya kamu lahir dalam keadaan sehat melalui operasi caesar di Rumah Sakit Harapan Kita tanggal 22 April 2002.

Saat operasi caesar sedang berlangsung, Mommy melihat penampakan siluet satu sosok lelaki tinggi besar di ujung ruang operasi.

Kehadiran sosok ini membuat Mommy sangat tenang, berani dan rileks menjalani persalinan.

Mommy terus mengucapkan doa salam maria sebab saat operasi caesar, hanya dilakukan bius lokal.

Kamu lahir tanpa ada 1 kekuranganpun.

Berat sekitar 3,9 kg.

Dan panjang sekitar 38 cm.

Mommy beri kamu nama Mikaela Rafagabriola yang diambil dari nama ketiga Malaikat Agung:

Mikael, Rafael dan Gabriel.

 

 

Mik Siagian dan Mega Simarmata

 

 

 

 

Waktu berjalan begitu cepat.

Sepanjang kamu SD, kamu selalu mendapat ranking 3 besar.

Bahkan beberapa kali menjadi ranking 1.

Dan sekarang kamu SMP.

Kamu selalu ranking 1 dikelasmu dan selalu menjadi juara umum seangkatanmu di SMP Tarakanita.

Juara 1 dari semua kelas di angkatan kamu di setiap tahun ajaran sepanjang SMP.

Mommy malah menasehati berbeda:

Mika kamu jangan terlalu keras belajar. Santai sedikit nak“.

Sebab nilaimu terus menerus sangat amat tinggi.

Kamu luar biasa pintar.

 

 

 

 

 

 

 

Dan saat kamu ceritakan bahwa seorang guru mengatakan bahwa kamu anak yang genius.

Mommy becanda, “Siapa dulu dong Mommy nya”.

Kamu juga becanda,

“It’s not from you Mom. It’s from Papa”.

Kamu hampir tidak pernah lagi berbahasa Indonesia, bahkan dalam perbincangan sehari-hari.

Kamu sangat fasih berbahasa Inggris.

Kamu meyakini kecerdasanmu turun dari Papa-mu.

Mommy meyakini kecerdasanmu yang sangat mengagumkan ini adalah mukjkzat Tuhan.

 

 

 

 

 

 

Minggu lalu kamu ikut perlombaan antar peserta bimbingan test BTA se DKI Jakarta.

Ratusan siswa siswi se-angkatanmu yang ikut bimbingan test BTA dari seluruh cabang mereka di Jakarta, berlomba di SMAN 6.

Kamu dapat ranking ke 3.

Selisih nilaimu hanya 1 digit dengan ranking 1.

Dan selisih 0,2 dengan ranking ke 2.

Kamu berwawasan sangat luas walau dalam beberapa hal, kamu berbeda pandangan dengan Mommy.

 

 

 

Bernie Sanders dan Donald Trump

 

 

 

Kamu ikuti perkembangan dunia.

Kamu tahu informasi apa saja sehingga kamu menjadi teman diskusi yang hebat untuk seorang wartawati senior seperti Mommy.

Kamu ikuti perkembangan politik di Amerika, terutama sepanjang pemilihan presiden.

Mommy mendukung Jeb Bush, dan setelah Jeb Bush kalah dalam penjaringan kandidat capres di Partai Republik, Mommy lantas mendukung dan mendoakan untuk kemenangan Donald Trump.

Kamu mendukung Partai Demokrat, utamanya Bernie Sanders.

Dan saat Donald Trump menang sebagai Presiden Amerika tanggal 8 November 2016, Mommy katakan pada kamu:

“Mommy sudah bilang sama kamu dari awal, Mik. Yang menang PASTI Partai Republik dan Donald Trump”.

 

 

Ahok

 

 

 

 

Dan saat berlangsung Pemilihan Gubernur di Jakarta, dari mulai putaran pertama hingga putaran kedua, kamu mendukung Ahok.

Kamu katakan Ahok sudah melakukan yang nyata dan yang terbaik untuk Jakarta.

Kamu tampak terdiam dan kecewa saat Ahok kalah di putaran kedua.

Mika anakku.

Di hari ulangtahunmu ini, Mommy punya harapan pada kamu.

Tetaplah menjadi anak yang takut akan Tuhan, rajin doa dan selalu setia dalam iman pada Yesus.

 

 

 

 

 

 

Papa dan Mommy sangat menyayangi kamu.

Kamu selalu ada dalam doa Mommy.

Kamu selalu ada di hati, pikiran dan di setiap detak jantung Mommy.

Selamat Ulangtahun Mika anakku.

Tanpa kamu sadari, ada satu doa kamu yang kini dikabulkan Tuhan.

Doa yang disampaikan dari kedalaman hati yang bersih, akan dikabulkan Tuhan nak.

 

 

 

 

 

 

Mommy sangat bangga pada kamu, Mika.

Mommy mengagumi hal hal yang indah dan hebat dari diri kamu.

Happy Birthday, Mika. Wish you all the best, Sweetheart. (***)

 

 

 

 

 

MS

​Puisi: Sudah 731 Hari, Mama

 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Raga kita terpisah

Antara dua dunia yang berbeda

Hanya menghela nafas panjang

Yang dapat kulakukan

Setiap kali rinduku meluap

Setiap kali airmata menetes

Mengenangmu di setiap detik berlalu

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Tak dapat lagi kutatap

Keteduhan wajahmu

Tak dapat lagi kurebahkan

Kepalaku di bahumu

Hanya lantunan doa

Yang dapat kukirimkan

Setiap kali rinduku terus meluap

 

 

Sudah 731 hari, Mama

Kusimpan rapi di relung hatiku

Hangatnya cintamu

Hangatnya pelukanmu

Hangatnya senyumanmu

Hangatnya kebersamaan

Hangatnya keabadian

Hangatnya kerinduan

 

 

Mama, ingatlah padaku disurgamu

 

 

(***)

 

 

Jakarta, 4 Oktober 2016

Mengenang 2 tahun wafatnya

Ibunda tercinta Rusli Aminah Pasaribu

​PUISI: Mama, Berikan Satu Kali Saja

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Tak pernah habis kata-kataku untukmu
Betapa aku mencintaimu
Betapa aku merindukanmu

 
Tiap detik, menit dan jam
Tiap hari dan tiap minggu
Tiap bulan dan tiap tahun

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar terbasuh rinduku

 
Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dan ciumanmu
Agar kuat jiwaku

 

Mama, berikan satu kali saja
Pelukan hangat dam ciumanmu
Agar masih bisa aku tersenyum

 

Dalam doaku telah kumohonkan
Tuhan, tolong peluk dan cium ibuku
Di hari ulangtahunnya di surga

 

Biarkan malaikat surga
Merdu bernyanyi untuk ibuku
Selamat ulangtahun Mama ….

 

 
Jakarta, 12 September 2016

MS

 

​In Memoriam Ibu Rusli Aminah Pasaribu Pada Peringatan Ulangtahun Ke 80

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 27 Agustus 2016 (KATAKAMI) —- Jika ada satu pertanyaan yang sangat sederhana ditujukan kepada kita semua, siapa dan bagaimanakah sosok seorang ibu bagi diri kita?

Ibu adalah wanita paling tinggi derajatnya dalam hidup kita.

Ibu yang mengandung dan melahirkan kita didunia.

Ibu yang menyusui, memmbesarkan dan mendidik kita.

Sehingga tak heran jika ada yang mengatakan, “Surga ada di telapak kaki ibu”.

Dalam ajaran agama Islam, sebuah hadits mengajarkan bahwa kecintaan terhadap sosok ibu harus 3 kali lipat besarnya.

Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

 

 

 

 

 

Sedangkan dalam ajaran agama Kristiani, Yesus Kristus pun menempatkan sosok ibu pada derajat yang sangat tinggi dan dimuliakan.

Sampai menjelang akhir hayatnya, Yesus tetap mengingatkan tentang penting dan istimewanya sosok ibu.

Yohanes 19:27:

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Tepat pada tanggal 12 September mendatang, almarhum ibu saya akan berulang tahun ke 80.

Namanya Rusli Aminah Pasaribu.

Beliau lahir di Pangururan tanggal 12 September 1936.

Di masa mudanya, ibu saya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Saya anak kelima dari lima bersaudara.

Sebenarnya kami ada 7 bersaudara tetapi yang 2 orang sudah meninggal dunia di waktu mereka kecil.

Dua tahun lalu, persis di bulan Agustus seperti ini pada tahun 2014, saat memasuki penghujung bulan Agustus 2014 ibu saya baru kembali dari rumah sakit setelah diopname selama 3 minggu.

Selama 3 tahun yaitu dari tahun 2011 sampai 2014, saya yang merawat ibu saya yang sakit dimensia.

 

 

 

 

 

Tapi penyakit yang menyebabkan beliau harus masuk rumah sakit adalah penyakit radang paru-paru.

Baru 2 minggu kembali ke rumah, sehari menjelang ulangtahunnya yaitu tanggal 11 September 2014 ibu saya harus masuk rumah sakit lagi.

Badannya panas tinggi.

Dan lemah sekali.

Saya menggendong beliau di punggung saya saat akan memasukkan ke dalam mobil.

Sebab waktu itu tidak ada yang menolong.

Tiga tahun merawat ibu yang sakit, saya sudah terbiasa melakukan semuanya sendirian.

Memandikan ibu saya pagi sore.

Memakaikan atau membukakan pakaian.

Memakaikan dan membuang pampers.

Membersihkan tubuh beliau bila buang air kecil dan buang air besar.

Memberi makan, entah itu sarapan, makan siang dan makan malam.

Memberi obat.

Semua saya lakukan sendiri dengan penuh kasih sayang.

Tanggal 11 September 2014, ibu saya kembali di opname.

Dan dirawat hampir 3 minggu.

Tetap saya yang menunggui beliau 24 jam di rumah sakit.

 

 

 

 

Hingga akhirnya beliau meninggal dunia tanggal 4 Oktober 2014.

Kalimat pertama yang saya ucapkan disaat saya melihat ibu saya meninggal dunia adalah;

“Mama, terimakasih ya Mama, karena aku yang Mama izinkan merawat Mama selama ini. Maafkan aku kalau ada kesalahanku. Yang terbaik yang aku bisa lakukan, sudah aku lakukan”.

Tak terhitung berapa kali saya menangis sejak kematian ibu saya.

Tapi setiap kali saya menangis, suara ibu saya seakan menggema di relung hati saya agar saya jangan menangis dan harus sabar.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya melupakannya.

Hampir 2 tahun beliau wafat, tak pernah sedetikpun saya tak merindukannya.

Maka setiap kali saya melihat atau membaca berita, ada orangtua menangis karena kematian anaknya, atau ada istri karena kematian suaminya, siapapun yang berduka karena kematian orang yang sangat dicintainya, saya dapat merasakan bagaimana dan apa yang mereka rasakan.

Ketika kita kehilangan orang yang kita cintai karena mereka sakit, hati dan jiwa kita pasti sangat terguncang.

Apalagi kalau misalnya orang yang kita cintai itu mati karena dibunuh.

Apalagi jika pembunuhan itu adalah pembunuhan berencana.

Lalu jika ada anak didunia ini yang ibunya mati dibunuh, saya yakin anak ini tak akan pernah mau memaafkan pembunuh ibunya.

Lebih mengerikan lagi adalah jika misalnya didalam hidup ini ada seorang lelaki yang sudah membunuh ibu dari orang yang dicintainya, tapi tetap memaksa agar orang dicintainya harus mau kepada dirinya. Jika tidak mau maka ia akan melakukan semua cara kekerasan dan melibatkan sebanyak orang untuk memaksa, terutama untuk menganiaya. Atau misalnya ada yang merasa tak bersalah dan ia menganggap angin lalu tindakan bar bar yang pernah dilakukan di masa lalu.

Seandainya hal seperti ini terjadi dalam kehidupan nyata maka lelaki-lelaki seperti itu pasti merupakan jelmaan setan alias setan dari segala setan.

 

 

 

 

 

 

Jika ibu saya masih hidup maka tanggal 12 September nanti beliau akan berulang tahun ke 80.

Sampai saat ini, sesekali di malam hari, saya suka menatap ke hamparan langit yang tampak hitam dan gelap gulita, lalu saya berteriak memanggil ibu saya.

“MAMAAAAAAAAAAAAAA”.

Menutup tulisan ini, saya hanya ingin mengisi akhir pekan ini dengan mengenang ibu saya menjelang hari ulangtahunnya ke 80.

Setiap tarikan nafas saya, setiap degup jantung saya, setiap denyut nadi saya, isinya selalu berisi kecintaan dan kerinduan yang tak pernah berkesudahan pada ibu saya.

 

 

 

 

 

Doa seorang anak, apalagi doa seorang anak piatu seperti saya, akan selalu didengar dan dikabulkan Tuhan.

Maka saya tak putus mendoakan agar ibu saya bahagia di surga.

Dan dari surga menatap saya dengan penuh cinta.

Menatap anak bungsunya yang masih mengembara dalam hidup.

Menghadapi dan menjalani kehidupan yang tak mudah.

Sebab harus berhadapan dengan kawanan setan pencabut nyawa yang gemar menganiaya umat Tuhan seturut kemauan dan kepentingan mereka masing-masing.

Mama, selamat ulangtahun tanggal 12 September nanti.

Peluk dan cium dari aku, anak perempuanmu yang akan terus mencintaimu sampai selama-lamanya.

Aku rindu Mama, sangat rindu sekali.

Rinduku, tak terhitung banyaknya.

Rinduku, tak tertahankan perihnya.

Rinduku, tak terungkapkan dalamnya. (****)

 

 

 

MS

PUISI: Selamat Malam Surga

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Bagaimanakah kabar ibuku?
Belati rindu menikam kalbuku
Banyak cerita membebani jiwa
Berharap menangis dipelukan bunda

 
Selamat malam surga
Bolehkah kukirimkan satu tanya
Rindukah juga ibuku padaku
Belati rindu menancapi kalbuku
Banyak duka mengiris jiwa
Berharap airmata dihapus bunda

 
Selamat malam surga
Tak cuma tanya demi tanya
Yang ingin kukirimkan kini
Peluk dan cium mesra berpita cinta
Kulayangkan ke surga untuk bunda
Diselipan angin malam aku berduka

 

 

Jakarta, 30 Mei 2016
Mega Simarmata

PUISI: Jangan Bosan Pada Rinduku, Mama

Mega Simarmata dan sang ibu tercinta
Mega Simarmata dan sang ibu tercinta

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Memang hanya hatiku
Yang senantiasa merasakan hadirmu
Yang senantiasa dihangatkan cintamu
Yang senantiasa dikuatkan doamu
Yang senantiasa menjerit rindu
Yang senantiasa berdetak pilu

Ke surgamu ingin kubisikkan pesan
Mama terimakasih atas pengorbanan
Engkau melahirkanku ke dunia fana
Engkau membesarkan dengan cinta
Engkau mengajariku tentang segala
Bahwa hidup harus penuh ketulusan

Walau dunia kita sudah berbeda
Tak sekalipun kulepaskan
Tak sekalipun kulupakan
Luapan cintamu tak berkesudahan
Setiap detik kulewatkan mengenangmu
Jangan bosan pada rinduku, Mama

(****)

 

 

 

 

Jakarta, Di Malam Ulangtahunku
13 Feb 2016
MS

Ketua MA Hatta Ali : Tolong Jangan Beri Iming-Iming Apapun Pada Hakim !

Hatta Ali, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2012-2017

 

WAWANCARA EKSKLUSIF

 

Jakarta, 19 Agustus 2012 (KATAKAMI.COM)   —  Sejak dilantik sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 1 Maret 2012, Hatta Ali begitu gigih menyuarakan dan memperjuangkan agar gaji para hakim di Indonesia dinaikkan.

Hatta Ali yang lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 7 April 1950 ini sungguh menyadari bahwa menaikkan gaji para hakim ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Itu sebabnya, begitu Hatta Ali menjadi Ketua Mahkamah Agung, ia membentuk tim khusus untuk mengkaji masalah kenaikan gaji dan kesejahteraan para hakim.

Untuk membahas mengenai masalah tingkat kesejahtaran hakim di Indonesia, KATAKAMI.COM mendapat kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF di rumah dinas Ketua Mahkamah Agung di Jalan Widya Candra III Jakarta Selatan, Minggu (19/8/2012).

Inilah WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Ketua Mahkamah Agung, Dr. M. Hatta Ali, SH, MH :

 

Ketua Mahkamah Agung RI, M. Hatta Ali

 

KATAKAMI  (K)  :  Pak Hatta Ali, pertanyaan pertama adalah mengenai tingkat kesejahteraan para hakim se-Indonesia. Nasib dari hakim di negara ini, tidak jauh beda dengan polisi dan jaksa untuk masalah kesejahteraan mereka. Artinya, tingkat kesejahteraannya termasuk rendah. Sejauh mana masalah kesejahteraan hakim menjadi prioritas anda sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

HATTA ALI (HA)  :  Ya betul, masalah kesejahteraan hakim ini termasuk salah satu agenda penting saya sebagai Ketua Mahkamah Agung. Sebab kalau hakim tidak sejahtera, dia mungkin akan sulit untuk konsentrasi pada pekerjaannya. Oleh karena itu, menurut pendapat saya sebagai Ketua Mahkamah Agung, harus dipenuhi masalah kesejahteraan hakim ini. Kalau sudah dipenuhi, tentu dia lebih konsentrasi. Hakim akan fokus kepada pekerjaan. Lalu, kalau kesejahteraannya bagus, otomatis dia akan berpikir keras kalau mau menyalah-gunakan wewenangnya sebagai seorang hakim. Nah itulah hikmahnya. Kemudian, kalau misalnya nanti kesejahteraan hakim sudah bagus tetapi masih tetap ada hakim yang melakukan penyimpangan, saya akan ambil tindakan tegas. Saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas untuk masalah ini. Tidak ada ampun lagi ! Itu prinsip saya.

(K)  : Apa boleh tahu Pak Ketua, berapa gaji untuk hakim yang sangat pemula di Indonesia ini ?

(HA)  :   Saat ini, gaji hakim untuk take home pay adalah sekitar Rp. 5 juta sampai Rp. 5,5 jutaan.

(K)  :  Lalu, berapa idealnya gaji untuk hakim menurut usulan Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Kalau yang kami usulkan kepada Pemerintah adalah sekitar Rp. 10 juta sampai Rp. 11 juta. Itu usulan kami.

(K)  :  Lalu, usulan dari Mahkamah Agung untuk gaji hakim antara 10 sampai 11 juta itu, untuk anggaran tahun depan atau kapan ?

(HA)  :  Kami serahkan keputusannya pada pemerintah karena tergantung dari kemampuan negara kita. Yang penting, kami sudah mengusulkan. Dan Presiden sudah memasukkannya dalam pidato beliau saat menyampaikan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013 .

(K)  :   Pak Hatta Ali, walau masih bergaji minim, apa yang Bapak instruksikan kepada seluruh jajaran hakim di Indonesia sebagai panduan bagi mereka dalam menjalankan tugas-tugasnya ?

(HA)  :  Tentunya yang saya instruksikan dan saya harapkan adalah hakim harus profesional di dalam melakukan pekerjaannya. Lalu integritas harus dijaga dengan baik. Jadi walaupun dengan tingkat kesejahteraan yang minim, hakim tidak boleh melakukan penyimpangan. Sebab kalau dia melakukan penyimpangan, akan mencederai korps hakim.

(K)  :  Untuk mengawasi kinerja hakim, terutama mengawasi sejauh mana mereka bertugas dengan profesional dan punya integritas yang tinggi, apa yang Bapak lakukan sebagai Ketua Mahkamah Agung ?

(HA)  :  Ada tim pengawas di Mahkamah Agung. Kami selalu mengambil tindakan sesegera mungkin, apabila ada laporan-laporan yang masuk. Kami tidak akan membiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan. Jadi tidak boleh dibiarkan jika ada hakim yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran. Jangan dijadikan alasan bahwa gaji hakim kecil, sehingga hakim boleh melakukan penyimpangan dan pelanggaran apapun. Tidak boleh itu ! Bukan berarti karena kesejateraan kurang maka kami akan mau mentolerir berbagai penyimpangan. Itu tidak boleh terjadi !

(K)  :  Pak Hatta, harapan masyarakat Indonesia begitu tinggi kepada jajaran peradilan yaitu kepada para hakim. Masyarakat tingin hakim bekerja dengan sangat integritas yang tinggi agar rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi. Apa yang bisa Bapak sampaikan kepada masyarakat jika pada faktanya masyarakat ingin agar hakim bekerja secara baik dan bersih ?

(HA)  :  Saya menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar hakim jangan di iming-imingi. Apalagi di iming-imingi uang ! Kalau tidak ada iming-iming dari pencari keadilan, hakim tidak mungkin berbuat sendirian. Tolong jangan diberikan, apapun yang diminta oleh hakimnya. Kalau tidak dipenuhi, otomatis hakim tidak bisa berbuat apapun. Jadi kadang kala, hakimnya tidak mau tetapi dikejar-kejar oleh pencari keadilan dan di iming-imingi. Akhirnya runtuh juga iman seorang hakim. Nah, ini mudah-mudahan tidak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Terutama oleh para hakim di seluruh Indonesia.

(K)  :  Baik, terimakasih Pak Hatta Ali atas wawancara ini.  (*)

 

 

MS

Marwan Effendy : Tidak Pernah Rekening Terpidana Dipindahkan Ke Rekening Kejaksaan

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy ( Foto : Eksklusif KATAKAMI.COM )

 

Marwan : Fitnah Soal Penggelapan Uang 500 Miliar Isapan Jempol Dan Pembunuhan Karakter

 

Jakartam 29 Juni 2012 (KATAKAMI.COM)   —-   Untuk menindak-lanjuti perkembangan dari kasus fitnah yang menimpa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy, KATAKAMI.COM kembali melakukan wawancara eksklusif.

Di temui di ruang kerjanya di Kejaksaan Agung, Kamis (28/6/2012), Marwan Effendy menginformasikan bahwa saat ini kalangan jaksa siap untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Marwan Effendy sudah melaporkan kasus fitnah yang menimpa dirinya ke Badan Reserse & Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Persoalan ini berpangkal dari kasus yang ditangani Marwan saat ia menjabat sebagai Asisten Bidang Pidana Khusus (Apidsus) di Kejaksaan TInggi DKI Jakarta tahun 2003. Kasus tersebut adalah kasus pembobolan terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Cabang Pembantu Segitiga Senen.

Seorang pengacara mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR-RI bahwa Marwan telah menggelapkan uang Rp., 500 Miliar saat menangani kasus tersebut.

Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAMWAS) Dr. Marwan Effendy :

 

Jamwas Marwan Effendy menunjukkan sebuah surat yang dikirimkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Segitiga Senen Jakarta Pusat. Lewat surat yang dikirimkan ke Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tertanggal 20 Juni 2012 ini, BRI memberikan konfirmasi bahwa rekening atas nama PT DELTA MAKMUR EKSPRESINDO statusnya masih tetap di blokir sampai dengan saat ini. Dan pada bagian bawah, termuat penggalan rekening koran yang menunjukkan bahwa saldo dari rekening koran tersebut tetap sama saat sebelum di blokir sampai saat ini. Saldo rekening sebelum dilakukan pemblokiran adalah Rp. 129.596.226. Dikurangi pajak sekitar Rp. 2,9 juta. Sehingga, posisi rekening koran dari tahun 2003-2012 tetap sama yaitu Rp. 126 juta. Rekening ini sudah “dikosongkan” oleh pemiliknya sebelum dilakukan pemblokiran. Artinya, tercatat pengambilan puluhan miliar oleh pemiliknya sendiri sebanyak beberapa kali, beberapa bulan sebelum rekening di blokir.

 

 

KATAKAMI (K)  :  Apa perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari ini terkait laporan yang Pak Marwan sampaikan kepada pihak Kepolisian ?

MARWAN EFFENDY (ME)   :  Saya sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dalam kapasitas saya sebagai saksi pelapor. Lalu beberapa jaksa juga akan dimintai keterangannya oleh kepolisian. Salah satunya adalah mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan penyidik yang menangani kasus pembobolan BRI. Lalu, Kasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat juga akan dipanggil sebab dia yang memang berwenang untuk menyimpan semua file tentang kasus ini.

Nah, mengapa mereka-mereka ini yang akan dipanggil sebagai saksi ?

Sebab dalam Surat Perintah (SP) terkait kasus itu hanya bertindak sebagai koordinator. Saya tidak melakukan penyidikan langsung. Penyidiknya ada beberapa orang. Nah, hasil penyidikan itu kami serahkan kepada Kejaksaan Negeri untuk menindak-lanjuti.

Jadi tugas saya sebagai Apidsus pada saat itu, selain mengkoordinir penyidikan, setelah berkas jadi sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri. Apalagi saya sudah diserah-terimakan dari jabatan sebagai Apidsus sehingga saya tidak mengikuti lagi kasus pembobolan BRI.

(K)  :   Lalu, apakah ada perkembangan lain seputar pengaduan Bapak kepada pihak Bareskrim Polri soal fitnah yang disampaikan melalui jejaring sosial TWITTER terkait fitnah soal penggelapan uang Rp. 500 Miliar ini ?

(ME)  :  Perkembangan lainnya ada. Setelah selama ini saya diserang lewat beberapa akun TWITTER. Sekarang tiba-tiba, muncul sebuah akun TWITTER atas nama saya dan memakai foto diri saya. Lalu, lewat akun fiktif atas nama diri saya itu, dituliskan pesan bahwa seolah-olah saya mengkritik pihak Kepolisian. Saya tidak punya akun twitter. Nah ini kok bisa muncul akun twitter atas nama saya. Tidak cuma twitter, sekarang muncul juga akun facebook atas nama diri saya. Apalagi facebook, saya tidak pernah membuat akun facebook. Dulu, saya pernah punya email untuk mempermudah saya berkomunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa saya kalau mereka ingin berkomunikasi. Tetapi setelah dulu saya diangkat menjadi Jampidsus, email itu sudah saya hapus agar jangan di hacked. Nah, kembali ke masalah twitter yang mengatas-namakan diri saya, polisi harus mengusut ini. Supaya jangan dibiarkan hal ini berlarut-larut.

(K)  :  Jadi seakan-akan, kejaksaan mau diadu-domba dengan pihak kepolisian ?

(ME)  :  Ya betul. Saya ingatkan kepada pelakunya, jangan mengadu-domba kejaksaan dengan kepolisian. Saya tetap mengharapkan agar Bareskrim Polri menangani kasus ini secepatnya. Itulah sebabnya, kenapa kasus ini saya lapokan ke Bareskrim Polri.

Saya yakin, di Mabes Polri lebih lengkap tim-nya. Mereka punya divisi Cyber untuk menangani kasus-kasus semacam ini.

Jadi Polri harus cepat menangani.

Karena apa ?

Sebab bisa-bisa pejabat lain di Indonesia ini juga kena. Atau bahkan kepala negara dan kepala lembaga-lembaga negara. Bayangkan kalau masyarakat awam tidak tahu, mereka akan percaya saja atas berita-berita bohong. Jadi kalau Polri menangani kasus ini secepatnya, ini bukan untuk kepentngan saya pribadi atau Kejaksaan. Ini akan bermanfaat untuk mengantisipasi agar jangan ada lagi pejabat-pejabat lain yang dizalimi. Jangan sampai ada korban-korban lain yang difitnah dan dibusuk-busukkan. Atau diadu-domba antara satu dengan yang lain. Makanya Polri harus bekerja keras membongkar kasus ini.

Pengacara dari terpidana kasus pembobolan BRI tahun 2003 ini, sudah sering menggulirkan fitnah ini selama bertahun-tahun. Dan selalu saya yang jadi targetnya. Dalam suratnya kepada Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR-RI, dituliskan bahwa saya menggelapkan dana milik terpidana. Bagaimana mungkin ? Rekening itu sudah terblokir sampai saat ini. Dan sebelum diblokir oleh Kejaksaan, mereka sudah mengosongkan rekeningnya. Jadi jangan memutar-balikkan fakta. Saya tidak senang difitnah seperti ini.

(K)  :  Masalah ini erat kaitannya dengan kasus pembobolan BRI tahun 2003. Terpidananya saja sudah meninggal dunia yaitu (Alm) Deden Gumilar Sapoetra, mantan Kepala Cabang BRI Cabang Segitiga Senen. Selama 9 tahun, kasus ini terus digulirkan oleh seseorang yang mengaku pengacara dari terpidana lain dalam kasus ini yaitu Hartono Tjahjadjaja. Mengapa masalah ini terus menerus diangkat ke permukaan ?

(ME)  :   Kasus ini sudah pernah mereka ceritakan kepada beberapa pengurus partai politik besar waktu saya masih menjabat sebagai Jampidsus. Lalu, pengurus parpol itu menanyakan kepada kami. Ketika itu kami jawab secara baik. Kemudian, ada juga dua mantan Jaksa Tinggi menanyakan kasus ini. Kami jelaskan juga. Harusnya mereka tanyakan saja kasusnya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta karena mereka yang menangani.

Intinya, tidak ada satupun rekening atas nama terpidana yang kami pindahkan ke dalam rekening Kejaksaan.

Tidak pernah samasekali !

Tidak pernah rekening nasabah, khususnya untuk kasus BRI ini, dipindahkan k rekening nasabah.

Semua sudah sangat jelas data dan faktanya. Rekening itu masih terblokir sampai saat ini. Dulu sebelum di blokir oleh pihak Kejaksaan, terpidana yang menjadi pemilik rekening itu yang mengosongkan rekeningnya sampai ratusan miliar. Kok malah kami yang dituduh memindahkan uangnya. Jadi, memang tidak ada pemindahan rekening untuk kasus pembobolan BRI ke dalam rekening jaksa. Mereka  jangan memfitnah kejaksaan tanpa disertai data dan fakta. Untungnya, Kejaksaan masih tetap menyimpan semua file tentang kasus ini.

(K)  :  Apakah Bapak tetap ingin melanjutkan kasus ini untuk diproses secara hukum ?

(ME)  :  Saya yakin. Saya ingin kasus ini diungkap secara tuntas oleh Kepolisian. Saya juga yakin dan percaya, Polri bisa mengungkap kasus ini. Saya punya banyak bukti secara lengkap. Lalu, tindakannya menyebar-luaskan suratnya ke banyak pihak bahwa saya menggelapkan uang terkait kasus pembobolan BRI tahun 2003, saya minta agar polisi juga menangani kasus itu.

(K)  :  Apakah Pak Jaksa Agung juga terus mengikuti perkembangan kasus fitnah soal penggelapan uang ini, Pak ?

(ME)  : Oh jelas. Saya sudah bertemu lagi dengan Pak Jaksa Agung. Beliau yang justru menanyakan terlebih dahulu kepada saya. “Bagaimana perkembangannya ? Itu harus dipantau terus. Coba di komunikasikan terus ke pihak kepolisian karena kasus-kasus semacam ini sudah sangat meresahkan”. Begitu kata Pak Jaksa Agung. Menurut Pak Jaksa Agung, sudah banyak pejabat lain yang sudah melaporkan kepada Jaksa Agung bahwa mereka difitnah juga. Bahkan kata Pak Jaksa Agung, Pak Todung Mulia Lubis juga sudah berkeluh kesah bahwa jejaring sosial bisa dipakai untuk saling memfitnah. Jadi Pak Jaksa Agung kuatir bahwa nantinya bisa berkembang ke arah pemerasan. Itu sebabnya Pak Jaksa Agung meminta kepada saya agar kasus ini terus dipantau. Sebab Indonesia ini negara hukum. Dan hukum harus ditegakkan.

(K)   :  Baik, terimakasih Pak Marwan untuk informasi terbarunya mengenai kasus ini.

(ME)  : Terimakasih sama-sama.

 

 

 

MS

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑